SAFE-X: Berbagi Cerita, Pekerja Waspada, Dukung SDGs 3 Sehat Sejahtera

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > SAFE-X: Berbagi Cerita, Pekerja Waspada, Dukung SDGs 3 Sehat Sejahtera

JAKARTA UTARA – Mahasiswa Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES), Agnes Chashelyta Nur Shanda, mengembangkan SAFE-X (Safety Awareness & Experience Exchange) di PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) Galangan Jakarta I. Dilaksanakan pada September 2026 sebagai bagian dari program Magang Berdampak SKM Penggerak selama 45 hari, SAFE-X menjadi forum berbagi pengalaman keselamatan kerja ant pekerja untuk memperkuat komunikasi K3 dan mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Program ini berangkat dari hasil analisis situasi dan identifikasi masalah kesehatan di lingkungan galangan kapal. Kecelakaan kerja menjadi salah satu masalah prioritas, sementara temuan unsafe action dan unsafe condition menunjukkan perlunya penguatan komunikasi keselamatan yang lebih dekat dengan pekerja. Melalui SAFE-X, pekerja didorong untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam mengenali serta mencegah potensi bahaya di lingkungan kerja.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi pada 4 September 2026 yang diikuti 16 perwakilan dari setiap divisi. Pelaksanaan kemudian menyasar dua bengkel. SAFE-X pertama digelar pada 16 September 2026 di Bengkel Konstruksi dengan topik alat pelindung diri (APD) untuk pekerjaan pengelasan, diikuti 10 dari 25 pekerja. Kegiatan kedua berlangsung pada 23 September 2026 di Bengkel Mesin dan Mekanik dengan topik APD untuk pekerjaan baling-baling kapal, diikuti 6 dari 14 pekerja. Setiap sesi mencakup pre-test, pemaparan materi oleh pekerja yang terpilih sebagai pembicara, experience exchange, tanya jawab, dan post-test.

Evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta. Di Bengkel Konstruksi, rata-rata nilai meningkat dari 72 menjadi 95 dengan N-gain 0,82. Sementara itu, di Bengkel Mesin dan Mekanik, rata-rata nilai naik dari 78,3 menjadi 93,3 dengan N-gain 0,69. Rizki Duwi, staf Bengkel Konstruksi yang menjadi salah satu pembicara, menyebut kegiatan tersebut sebagai pengalaman pertamanya menyampaikan materi keselamatan. “Biasanya yang menyampaikan orang K3. Ini pengalaman baru buat saya, dan saya jadi bisa berbagi soal keselamatan kerja sesama pekerja. Harapannya, program SAFE-X terus berjalan meskipun mahasiswa magang sudah tidak di sini lagi,” ujarnya. Pembimbing lapangan sekaligus Asisten Manajer QHSE perusahaan, Eriek Prastyo, juga menilai program ini bermanfaat untuk menumbuhkan kepedulian pekerja terhadap penerapan K3.

Melalui SAFE-X, Agnes berharap budaya saling mengingatkan tentang keselamatan dapat terus tumbuh dan program dapat dilanjutkan secara mandiri oleh perusahaan. Inisiatif ini berkontribusi pada SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja, serta SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui dukungan terhadap lingkungan kerja yang lebih aman. #SDGs3 #SDGs8

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy