PENDEM — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Dusun Kleco, Desa Pendem, mendorong mahasiswa GIAT 16 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengaktifkan kembali peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Langkah ini dilakukan dengan pemantauan tempat penampungan air di rumah warga sekaligus edukasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), setelah aktivitas kader Jumantik di wilayah tersebut dinilai belum berjalan optimal.
Persoalan tidak berhenti pada keberadaan nyamuk, tetapi juga pada kebiasaan dan kondisi lingkungan yang memungkinkan Aedes aegypti berkembang biak. Pada pemantauan awal, jentik ditemukan di 8 dari 10 rumah yang diperiksa. Warga kemudian mendapat edukasi mengenai pengurasan tempat penampungan air, penggunaan larvasida sesuai anjuran, serta penataan barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, disertai dukungan berupa gayung, larvasida, dan leaflet PSN.
Pemantauan pada minggu berikutnya menunjukkan jentik masih ditemukan di sejumlah rumah meski sebagian warga mengaku rutin menguras tempat penampungan air. Kondisi tersebut membuka persoalan lain yang perlu ditelusuri, termasuk dugaan sumber jentik dari air yang digunakan warga dan kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap penggunaan larvasida. Sejumlah warga memilih alternatif pengendalian alami dengan memelihara ikan sepat di tempat penampungan air untuk memangsa jentik. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian DBD membutuhkan pemantauan berkelanjutan sekaligus pemahaman terhadap kondisi lingkungan dan sumber air masyarakat.

Penguatan kembali peran Jumantik menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah risiko DBD sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih luas. Upaya tersebut mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pencegahan penyakit berbasis masyarakat; SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, melalui perhatian terhadap pengelolaan tempat penampungan dan sumber air; serta SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui penciptaan lingkungan permukiman yang lebih sehat dan aman. #UNNESSDGs03 #UNNESSDGs06 #UNNESSDGs11



