
SAMBONGWANGAN — Memilih jajanan menjadi salah satu kebiasaan kecil yang dapat menentukan kualitas asupan gizi anak. Kesadaran itu dikenalkan mahasiswa KKN UNNES GIAT Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) kepada siswa kelas IV, V, dan VI SDN 03 Sambongwangan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, melalui program Detektif Jajan Sehat CINTA (Cerdas Identifikasi Nutrisi, Teliti, dan Aman) pada 15 Juli 2026.
Siswa diajak mengenali ciri jajanan yang sehat, aman, dan bergizi melalui video edukasi serta materi interaktif. Pengetahuan tersebut kemudian diuji melalui permainan dengan mengelompokkan berbagai gambar jajanan ke dalam kategori sehat dan tidak sehat. Cara ini membuat pembelajaran tentang gizi dan keamanan pangan lebih dekat dengan pilihan yang mereka temui sehari-hari.
Antusiasme siswa terlihat dari keterlibatan mereka dalam menjawab pertanyaan dan berdiskusi selama proses edukasi. Lebih dari sekadar mengenalkan jenis makanan, program tersebut mendorong anak untuk berpikir kritis sebelum membeli jajanan. Kebiasaan memilih makanan secara lebih cermat diharapkan dapat terbawa ke lingkungan sekolah maupun rumah dan menjadi bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat.
Edukasi pangan dan gizi sejak usia sekolah turut mendukung SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), terutama dalam membangun perilaku promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan anak. Program ini menunjukkan bahwa literasi kesehatan dapat ditanamkan melalui pendekatan sederhana, interaktif, dan sesuai dengan keseharian anak. #UNNESSDGs03




