SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) melalui program Magang Berdampak SKM Penggerak 2026 mendiseminasikan hasil INSIGHT (Integrated Surveillance Insight for Product Safety) di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang pada 24 September 2026. Program ini mengolah data hasil intensifikasi pengawasan pangan tahun 2024–2025 menjadi informasi berbasis epidemiologi yang lebih mudah dipahami sebagai bahan pendukung pengawasan dan perlindungan kesehatan masyarakat. Analisis difokuskan pada tiga temuan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), yakni pangan rusak atau kemasan rusak, pangan Tanpa Izin Edar (TIE), dan pangan kedaluwarsa.
Temuan tersebut disajikan dalam bentuk tabel, visualisasi, insight, dan rekomendasi yang kemudian disampaikan kepada pihak terkait di BBPOM di Semarang melalui kegiatan diseminasi. Program ini didukung Tim Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia dan Tim Kerja Pemeriksaan BBPOM di Semarang. Selama magang, mahasiswa juga memperoleh arahan pembimbing lapangan dan kesempatan mengikuti kegiatan terkait pengawasan pangan, sehingga dapat memahami keterkaitan antara analisis data dan kondisi pengawasan di lapangan. Sebagai luaran, Policy Brief INSIGHT telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), disertai infografis yang merangkum tren temuan TMK produk dalam format visual yang ringkas dan mudah dipahami.
Pengembangan INSIGHT memperlihatkan pemanfaatan kompetensi kesehatan masyarakat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Pengolahan data pengawasan menjadi informasi yang terstruktur dapat membantu pemangku kepentingan memahami pola temuan, mengenali aspek yang memerlukan perhatian, serta mempertimbangkan langkah pengawasan berikutnya. Diseminasi hasil juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi dan lembaga pengawas, sekaligus mendorong pemanfaatan hasil pembelajaran mahasiswa untuk menjawab kebutuhan institusi dan masyarakat.
Program INSIGHT berkontribusi pada SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan terhadap perlindungan kesehatan masyarakat dari risiko pangan tidak memenuhi ketentuan; SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui perhatian terhadap keamanan dan mutu pangan; SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan kompetensi analisis epidemiologi dalam pengalaman pembelajaran nyata; SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui inovasi pengolahan dan visualisasi data pengawasan; SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penyediaan informasi untuk mendorong perhatian terhadap keamanan produk pangan; SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui dukungan informasi berbasis bukti bagi penguatan tata kelola pengawasan; serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi FK UNNES dan BBPOM di Semarang. #SDGs2 #SDGs3 #SDGs4 #SDGs9 #SDGs12 #SDGs16 #SDGs17

