Sebanyak 13 pengurus lembaga kemahasiswaan dan badan semi otonom FISIP periode 2026 resmi dilantik. Pelantikan digelar di Aula C8 FISIP, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Senin (2/2/2026).
Dalam pelantikan tersebut, para mahasiswa yang terpilih sebagai ketua dan pengurus menandatangani pakta integritas. Pakta itu berisi komitmen untuk melaksanakan kinerja organisasi secara sungguh-sungguh, mengerahkan seluruh potensi untuk mencapai visi dan misi organisasi, serta menolak dan mencegah penyalahgunaan narkoba.
Lembaga kemahasiswaan di FISIP diharapkan menjadi organisasi yang mengemban misi peningkatan prestasi dan pembentukan karakter mahasiswa. Pengurus diminta menjalankan pengabdian kepada fakultas dengan menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab.
Dekan FISIP, Prof. Arif Purnomo, menegaskan peran strategis organisasi mahasiswa dalam mencegah tiga dosa besar di dunia pendidikan.“Lembaga mahasiswa dan organisasi di FISIP ini diharapkan berperan mencegah intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan. Bebas dari tiga masalah itu, saudara bisa menjadi contoh bagi yang lain. Insan pendidikan harus terhindar dari intoleransi dan kekerasan,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh pengurus melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan.“Saya ucapkan selamat kepada saudara semua. Laksanakan seluruh program kerja yang sudah diputuskan,” tambahnya.
Ketua Himpunan Mahasiswa Sejarah, Muhammad Fatoni Hasan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah program. Di antaranya penyelenggaraan workshop peningkatan kemampuan mahasiswa melalui pelatihan penulisan esai, serta diskusi rutin secara daring dan luring. “Pada bulan pahlawan tahun ini kami juga akan mengadakan Kampung Sejarah,” kata mahasiswa Ilmu Sejarah ini.
Sementara itu, Ketua BEM FISIP, Anwar Maulana, menyebut akan menggelar rapat kerja serta menyelenggarakan kegiatan ekspresi seni dan olahraga tingkat fakultas. Selain itu, BEM FISIP juga berencana meningkatkan kapasitas mahasiswa di bidang riset dan pelatihan.
Anwar juga menjelaskan BEM akan mengadakan program Canggih Institute, yakni pelatihan keterampilan fotografi dan jurnalistik bagi 10 mahasiswa kurang mampu. Pelatihan direncanakan mulai April atau Mei.




