SEMARANG, 14 September 2026 — Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama PT Marimas Putra Kencana melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Kolaborasi Riset bertajuk “Inovasi Model Edukasi Berbasis Prototype dalam Membangun Nilai dan Karakter Peduli Lingkungan Murid Sekolah Dasar”, Senin (14/9/2026).

PGSD FIPP UNNES bersama PT Marimas Putra Kencana, kepala sekolah, dan guru dalam kegiatan FGD Kolaborasi Riset.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus PGSD FIPP UNNES ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan sekolah dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang mendukung pendidikan karakter peduli lingkungan bagi murid sekolah dasar.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator Program Studi PGSD FIPP UNNES Sigit Yulianto, M.Pd., dan dihadiri oleh Ketua Tim Penelitian Susilo Tri Widodo, S.Pd., M.H., perwakilan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Marimas Putra Kencana Sebastian Gary Prakoso, serta sejumlah kepala sekolah dan guru dari wilayah Ngaliyan, Kota Semarang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara PGSD FIPP UNNES dan PT Marimas Putra Kencana sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan kolaborasi riset dan pengembangan inovasi edukasi yang sesuai dengan kebutuhan sekolah dasar.
Penguatan Pembiasaan Peduli Lingkungan
Dalam sesi FGD, kepala sekolah dan guru berbagi pengalaman mengenai kondisi serta tantangan dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan pada murid. Salah satu persoalan yang banyak disoroti adalah pengelolaan sampah.
Bayu, salah satu peserta FGD, menyampaikan bahwa sekolah telah memiliki aturan dan berbagai kegiatan seperti pemilahan sampah dan ecobrick. Namun, tantangan masih muncul dalam menjaga konsistensi kebiasaan murid serta memastikan sampah yang telah dipilah dapat dikelola secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Lia. Sekolah telah melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenis serta mencoba berbagai bentuk pemanfaatan, termasuk mengolah sampah plastik menjadi produk. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa inovasi pengelolaan sampah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan secara menyeluruh.
Sementara itu, Musrian menekankan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan melalui satu program saja. Menurutnya, pendekatan yang lebih realistis adalah mengurangi timbulan sampah, meminimalkan dampaknya, serta membangun pembiasaan secara terus-menerus di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Kepala sekolah dan guru berdiskusi mengenai penguatan pendidikan karakter peduli lingkungan di sekolah dasar.
Masukan Praktisi dan Pakar Pembelajaran
Berbagai masukan dari kepala sekolah dan guru menjadi bahan penting bagi tim penelitian dalam merancang model edukasi yang kontekstual dan dapat diterapkan di sekolah. Para praktisi pendidikan juga memberikan dukungan terhadap pengembangan program kolaborasi riset tersebut.
FGD turut mendapat penguatan dari Dr. Panca Dewi Purwati, M.Pd. selaku pakar pembelajaran. Ia mengapresiasi gagasan pengembangan model edukasi berbasis prototype karena dapat menghubungkan inovasi pembelajaran dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Kolaborasi PGSD FIPP UNNES, PT Marimas Putra Kencana, dan sekolah di wilayah Ngaliyan diharapkan menghasilkan model edukasi yang tidak hanya berupa prototype, tetapi juga dapat diterapkan dalam pembelajaran dan mendukung pembentukan kebiasaan peduli lingkungan pada murid sekolah dasar.
Melalui kolaborasi ini, pengembangan inovasi diharapkan semakin kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan persoalan yang dihadapi sekolah. Penguatan karakter peduli lingkungan pun diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha.



