Jeddah, 8 September 2026 — Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan bagi masyarakat Indonesia di Jeddah. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FIPP UNNES, Farid Ahmadi, S.Kom., M.Kom., Ph.D., dan disambut hangat oleh Soeharyo Tri Sasongko dari KJRI Jeddah.
Dalam pertemuan tersebut, FIPP UNNES dan KJRI Jeddah berdiskusi mengenai berbagai dinamika penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dan tenaga pendidik Indonesia di Jeddah. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peluang bagi guru-guru di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu jalur penguatan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik, sekaligus mempererat hubungan antara institusi pendidikan di Indonesia dengan komunitas pendidikan Indonesia di luar negeri.
Diskusi juga menyoroti pengembangan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), termasuk kebutuhan akan fasilitas pendidikan yang lebih memadai. SIJ saat ini tengah mengupayakan pembangunan gedung baru melalui skema pemanfaatan gedung sewa selama 50 tahun. Upaya pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan pada penyediaan gedung, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, khususnya kualitas dan kapasitas guru. Selain itu, terdapat upaya agar program pendidikan SIJ dapat terintegrasi dengan program Sekolah Rakyat.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kondisi anak-anak Indonesia yang telah lama tinggal di Jeddah dan sebagian belum pernah mendapatkan pengalaman tinggal atau belajar di Indonesia. Kondisi tersebut dapat memunculkan tantangan adaptasi ketika mereka memasuki lingkungan pendidikan di Indonesia. Dalam diskusi juga disampaikan bahwa terdapat tantangan psikologis yang dihadapi sebagian siswa, termasuk siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di Indonesia tetapi belum memiliki kesiapan mental yang cukup. Hal ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap layanan bimbingan dan konseling serta dukungan psikososial bagi peserta didik.
Melalui kunjungan ini, FIPP UNNES dan KJRI Jeddah diharapkan dapat terus membangun komunikasi dan membuka ruang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik, penguatan layanan pendidikan, serta pendampingan perkembangan anak-anak Indonesia di Jeddah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen FIPP UNNES untuk berkontribusi dalam penguatan pendidikan Indonesia, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga bagi masyarakat Indonesia di luar negeri.





