Klaten, Agustus 2026 — Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan “SmartGreen TPS: Pemberdayaan Karang Taruna melalui Behavioral Monitoring System dan Inovasi Mesin Gibrig untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Desa Kranggan Klaten.” Kegiatan yang dilaksanakan pada 9 Agustus 2026 di Balai Desa Kranggan, Klaten, ini mengintegrasikan pendekatan perubahan perilaku dengan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan melibatkan Talitha Lintang Pertiwi, S.Psi., M.Psi., dosen Universitas Negeri Semarang, bersama tim dalam memberikan penguatan kepada masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam pengelolaan sampah. Kegiatan juga menghadirkan Abdullah Malik Islam Filardli, S.T., M.T. dosen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro, sebagai pemateri pada aspek inovasi Mesin Gibrig. Karang Taruna Desa Kranggan menjadi salah satu kelompok yang dilibatkan untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Menggabungkan Perubahan Perilaku dan Teknologi Tepat Guna
SmartGreen TPS dikembangkan dengan memadukan dua pendekatan yang saling melengkapi, yakni behavioral monitoring system dan inovasi Mesin Gibrig. Pendekatan behavioral monitoring diarahkan untuk mendukung terbentuknya perilaku masyarakat yang lebih konsisten dalam pengelolaan sampah, sedangkan Mesin Gibrig menjadi teknologi pendukung dalam proses pemilahan sampah.
Integrasi aspek perilaku dan teknologi menjadi salah satu kekuatan program ini. Pengelolaan sampah tidak hanya memerlukan ketersediaan sarana, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Karena itu, Karang Taruna didorong untuk mengambil peran aktif sebagai bagian dari penggerak pengelolaan sampah di tingkat desa.
Mesin Gibrig untuk Mendukung Pengelolaan Sampah Desa
Salah satu bagian utama kegiatan adalah pengenalan dan pemanfaatan Mesin Gibrig sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung proses pemilahan sampah. Kehadiran mesin ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan efektivitas proses pengelolaan sampah sekaligus memperkuat keberlanjutan aktivitas TPS di Desa Kranggan.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Mesin Gibrig kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Kranggan. Penyerahan dilakukan oleh Talitha Lintang Pertiwi, S.Psi., M.Psi. kepada Gunawan Budi Utomo, S.AP., Kepala Desa Kranggan. Penyerahan alat tersebut menjadi langkah penting agar inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah program selesai.

Karang Taruna sebagai Penggerak SmartGreen TPS
Pelibatan Karang Taruna menjadi bagian penting dalam pendekatan pemberdayaan yang diterapkan. Generasi muda desa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan perilaku sekaligus penghubung antara inovasi yang diperkenalkan dengan praktik keseharian masyarakat. Melalui program SmartGreen TPS, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknologi pengelolaan sampah, tetapi juga diarahkan untuk memahami bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat dipengaruhi oleh konsistensi perilaku dan partisipasi bersama.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong munculnya rasa memiliki terhadap program sehingga pengelolaan sampah tidak sepenuhnya bergantung pada intervensi dari luar. Dengan dukungan pemerintah desa dan keterlibatan masyarakat, SmartGreen TPS diharapkan berkembang menjadi model pengelolaan sampah yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.
Mendukung Desa Berkelanjutan dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab
Program SmartGreen TPS juga memiliki relevansi dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 11: Sustainable Cities and Communities dan SDG 12: Responsible Consumption and Production. Upaya penguatan pengelolaan sampah di tingkat desa menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih berkelanjutan sekaligus mendorong praktik konsumsi dan pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, FIPP UNNES memperkuat perannya dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga menghubungkan ilmu perilaku, pemberdayaan masyarakat, dan teknologi tepat guna. Kolaborasi dengan Pemerintah Desa Kranggan serta keterlibatan Karang Taruna diharapkan dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan SmartGreen TPS sekaligus mendorong tumbuhnya budaya pengelolaan sampah yang lebih mandiri di masyarakat.



