
Dalam mewujudkan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pilar pendidikan berkualitas (SDG 4), pekerjaan layak (SDG 8), serta pengurangan ketimpangan (SDG 10) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus menggalakkan program pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah meluncurkan program pengabdian masyarakat di SLB Negeri Semarang, yang secara khusus berfokus pada penguatan kesiapan karier bagi para siswa tunarungu.
Selama ini, siswa disabilitas rungu acap kali dihadapkan pada minimnya akses informasi pekerjaan yang inklusif serta keraguan dalam menentukan arah masa depan. Padahal, potensi keterampilan teknis yang mereka miliki terbilang sangat tinggi. Untuk menjembatani hal tersebut, dihadirkanlah Model Inclusive Career Pathways (ICP). Berbeda dengan pelatihan vokasional konvensional yang sebatas menggembleng keterampilan teknis (hard skills), metode ini mengandalkan aksesibilitas visual dan experiential learning melalui media interaktif untuk membantu siswa memahami konsep dunia kerja yang abstrak.
Inovasi pembelajaran transisi ini digerakkan oleh tim pengabdian FIPP UNNES yang diketuai oleh Talitha Lintang Pertiwi, S.Psi., M.Si.. Bersama tim dosen Faiz Fatihul ‘Alwan, S.Pd., M.Pd., Khairul Arifin, S.Pd., M.Pd., dan Adinuringtyas Herfi Rahmawati, S.Pd., M.Pd., serta didukung oleh para mahasiswa FIPP UNNES, kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu. Keterlibatan para guru SLB Negeri Semarang pun menjadi kunci penting agar pendampingan dan penerjemahan bahasa isyarat dapat berjalan efektif selama program berlangsung.
Rangkaian program diawali dengan pemetaan awal melalui pengisian lembar kerja (worksheet) refleksi diri yang didampingi langsung oleh Adinuringtyas Herfi Rahmawati, S.Pd., M.Pd.. Usai peserta mengenali potensi dan minat dasar mereka, sesi berlanjut pada pemaparan ragam pilihan karier oleh Faiz Fatihul ‘Alwan, S.Pd., M.Pd.. Di sini, para siswa kelas 11 dan 12 diajak membuka wawasan mengenai peluang kerja ramah disabilitas, alur pilihan jurusan di perguruan tinggi, hingga ketersediaan program beasiswa.
Antusiasme siswa semakin terpacu saat memasuki sesi permainan interaktif Kartu Profesi yang dipimpin oleh Talitha Lintang Pertiwi, S.Psi., M.Psi.. Melalui simulasi kelompok ini, siswa diajak berdiskusi secara aktif untuk memadankan profil pekerjaan dengan kualifikasi, minat, dan bakat yang sesuai. Tak berhenti di situ, Khairul Arifin, S.Pd., M.Pd. menghadirkan tayangan video interaktif yang menampilkan kisah sukses para tokoh tunarungu di dunia profesional, memberikan dorongan motivasi (vicarious experience) agar para siswa makin mantap menatap masa depan.

Di akhir sesi, siswa diajak untuk menyusun lembar kerja rencana pencapaian cita-cita dengan bimbingan Adinuringtyas Herfi Rahmawati, S.Pd., M.Pd. yang berkolaborasi dengan para guru SLB. Lewat pendampingan intensif ini, setiap siswa berhasil merumuskan target dan alur langkah nyata pasca sekolah secara lebih mandiri, menandai lahirnya generasi tunarungu yang siap bersaing di dunia kerja inklusif.




