Semarang, 3 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka dan meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran, SMP Negeri 35 Semarang menyelenggarakan In House Training (IHT) bertema “Penguatan Kokurikuler dan Optimalisasi Capaian Pembelajaran melalui Telaah Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)” pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 07.30–15.00 WIB di Aula SMP Negeri 35 Semarang. Materi pelatihan berfokus pada penguatan keterkaitan antara CP, TP, ATP, KKTP, asesmen, tindak lanjut, dan pengembangan kegiatan kokurikuler yang bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan menghadirkan Muhammad Nazil Iqdami, M.Ed., dosen Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Universitas Negeri Semarang (UNNES), sebagai narasumber utama. Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru SMP Negeri 35 Semarang sebagai bagian dari penguatan kapasitas profesional guru dalam merancang pembelajaran yang selaras dengan arah kebijakan kurikulum nasional.
Dalam paparannya, Muhammad Nazil Iqdami menekankan bahwa kualitas pembelajaran tidak ditentukan oleh banyaknya dokumen yang disusun, melainkan oleh sejauh mana dokumen tersebut menunjukkan hubungan yang logis dan konsisten antara kompetensi yang ingin dicapai, pengalaman belajar yang dirancang, bukti ketercapaian, serta tindak lanjut pembelajaran. Menurutnya, guru perlu memulai proses perencanaan dari pemahaman yang mendalam terhadap Capaian Pembelajaran (CP), kemudian menerjemahkannya menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) yang operasional, menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sistematis, serta mengembangkan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dapat diamati melalui asesmen autentik.

Workshop dirancang secara interaktif dengan menggabungkan paparan konseptual, diskusi, praktik, telaah sejawat (peer review), dan refleksi. Guru-guru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep CP, TP, ATP, dan KKTP, tetapi juga secara langsung mempraktikkan penyusunan perangkat pembelajaran berdasarkan mata pelajaran masing-masing. Melalui pendekatan berbasis praktik ini, peserta menghasilkan produk berupa paket perencanaan pembelajaran yang terdiri atas hasil telaah CP, rumusan TP, ATP, KKTP, rancangan asesmen, hingga rencana tindak lanjut pembelajaran.
Salah satu fokus penting dalam pelatihan ini adalah penguatan kegiatan kokurikuler sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Kegiatan kokurikuler tidak lagi diposisikan sebagai aktivitas tambahan di luar kelas, tetapi sebagai ruang belajar autentik yang memungkinkan peserta didik menerapkan kompetensi yang dipelajari dalam konteks nyata. Dengan demikian, kokurikuler menjadi wahana untuk memperkuat pencapaian tujuan pembelajaran melalui pengalaman belajar lintas mata pelajaran, penguatan karakter, pemecahan masalah kontekstual, dan kolaborasi antarpeserta didik. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Dalam sesi praktik, guru juga diajak mengidentifikasi berbagai kesalahan umum dalam penyusunan perangkat pembelajaran, seperti menyamakan tujuan pembelajaran dengan aktivitas belajar, menyusun ATP hanya mengikuti urutan buku teks, atau merumuskan KKTP sekadar dalam bentuk angka tanpa deskripsi kualitas ketercapaian. Melalui diskusi dan telaah sejawat, peserta bersama-sama memperbaiki rancangan perangkat pembelajaran sehingga lebih logis, operasional, dan selaras dengan capaian pembelajaran pada setiap fase.
Kepala SMP Negeri 35 Semarang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan perspektif baru bagi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih berkualitas sekaligus memperkuat implementasi kokurikuler di sekolah. Hasil workshop diharapkan menjadi titik awal bagi penyelarasan perangkat pembelajaran antar guru, pengembangan bank KKTP dan asesmen, serta dokumentasi praktik baik yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Bagi Universitas Negeri Semarang, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan kapasitas pendidik. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi strategi penting dalam menjembatani hasil kajian akademik dengan praktik pendidikan di lapangan sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
Pelaksanaan In House Training ini juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini secara langsung mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kompetensi profesional guru dan penguatan kualitas proses pembelajaran. Selain itu, kolaborasi antara Universitas Negeri Semarang dan SMP Negeri 35 Semarang mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia. Lebih jauh, penguatan kokurikuler yang menumbuhkan kolaborasi, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta pembelajaran kontekstual juga mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21 yang dibutuhkan peserta didik untuk menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kegiatan ini diharapkan guru-guru SMP Negeri 35 Semarang semakin mampu menyusun pembelajaran yang selaras, bermakna, dan berorientasi pada capaian kompetensi peserta didik. Dengan perencanaan pembelajaran yang lebih sistematis dan kegiatan kokurikuler yang terintegrasi, sekolah diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan, adaptif, dan berdampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan.




