SEMARANG – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) angkatan 2025 menggelar pameran majalah dinding (mading) sastra anak dari bahan daur ulang, Senin (25/5/2026).
Gelar karya yang berlangsung di lingkungan kampus FIPP UNNES ini merupakan tugas akhir dari mata kuliah Keterampilan Berbahasa Indonesia. Sebanyak 127 mahasiswa beserta dosen pengampu terlibat aktif dalam kegiatan ini.
Pameran ini bertujuan mengasah kreativitas mahasiswa dalam menyajikan karya sastra seperti puisi, prosa, dan naskah drama agar tampil lebih menarik. Tidak sekadar memajang mading, setiap kelompok mahasiswa juga bergantian unjuk keterampilan (performa) di tengah kelas.

Salah satu mahasiswa, Atha, mengaku puas dengan hasil kerja keras timnya. Menurutnya, proses pembuatan mading ini menjadi bekal berharga sebagai calon pendidik.
”Prosesnya memang cukup menguras tenaga, tetapi lelahnya langsung terbayar. Kami sangat puas karena dikerjakan bersama-sama. Hasil akhirnya tidak hanya menarik, tetapi juga sangat fungsional untuk tingkat SD. Bagi kami sebagai calon guru, ini model pembelajaran yang sangat cocok,” ujar Atha.
Dorong Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan
Sorotan terhadap aspek ekologis juga datang dari mahasiswa lain, Yani Aulia Nurbaeti. Ia menilai pemanfaatan limbah ini menjadi solusi kreatif atas persoalan sampah harian.

“Dengan adanya tugas membuat media pembelajaran dari mendaur ulang barang bekas, ini bisa melatih kreativitas kita sebagai calon guru. Saat pameran, terlihat banyak sekali ide kreatif mahasiswa, seperti memanfaatkan kaset bekas untuk ornamen berbentuk bintang hingga penggunaan totebag belanja,” kata Yani.
Senada dengan Yani, Alifiya Laudya Saputri yang akrab disapa Laud, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berhasil mengubah cara pandang mereka terhadap barang bekas.
“Kami jadi sadar kalau barang bekas tidak selalu harus dibuang karena masih bisa diolah menjadi karya yang menarik. Semoga kegiatan seperti ini terus dikembangkan karena tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan,” tutur Laud.

Aksi nyata para mahasiswa ini dinilai sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin nomor 4 terkait Pendidikan Berkualitas dan nomor 13 tentang Aksi Iklim.
Penilaian Berbasis Apresiasi Sejawat
Kemeriahan acara ditutup dengan sistem penilaian yang unik. Setelah seluruh kelompok selesai melakukan presentasi dan menampilkan performanya, dosen pengampu membagikan sticky note kepada seluruh mahasiswa.
Setiap mahasiswa diminta menuliskan nama mereka di bagian depan, lalu menuliskan nomor kelompok dengan performa terbaik di bagian belakang secara rahasia (voting). Lembaran tersebut kemudian dikumpulkan untuk dihitung bersama.

Rangkaian gelar karya ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, dosen, dan seluruh karya mading di halaman depan gedung baru PGSD FIPP UNNES. Suasana kebersamaan dan kebanggaan terpancar dari seluruh peserta atas kelancaran acara tersebut.




