Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) menyelenggarakan kegiatan guest lecture internasional dengan menghadirkan dua akademisi dari Universiti Teknologi MARA, yaitu Professor Ts. Dr. Murizah Kassim dan Dr. Suhaili Beeran Kutty. Kegiatan ini mengangkat tema “Development and Analysis of Augmented Reality in Education for Engineering Equipment Using Mobile Apps: Comparison Study Malaysia–Indonesia” yang membahas inovasi pembelajaran berbasis augmented reality (AR) dalam dunia pendidikan.

Kegiatan guest lecture dibuka langsung oleh Wakil Dekan I FIPP, Farid Ahmadi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perkembangan pembelajaran saat ini membutuhkan berbagai inovasi teknologi yang perlu dipahami oleh mahasiswa maupun dosen. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti augmented reality menjadi salah satu langkah penting untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Guest lecture ini dihadiri oleh dosen perwakilan dari seluruh program studi di lingkungan FIPP serta mahasiswa perwakilan FIPP. Kehadiran narasumber dari Malaysia menjadi momentum penguatan kerja sama akademik internasional sekaligus memperluas wawasan peserta mengenai implementasi teknologi digital dalam pendidikan.
Dalam pemaparannya, Prof. Murizah Kassim menjelaskan pengembangan 3D Augmented Reality Mobile Apps of Engineering Devices for Education (ARED) sebagai bagian dari kolaborasi riset strategis antara UiTM dan UNNES. Teknologi tersebut dikembangkan berbasis smartphone Android menggunakan teknik marker-based augmented reality untuk menampilkan model 3D perangkat teknik secara interaktif. Pengguna dapat memindai marker menggunakan kamera ponsel sehingga objek 3D muncul dan dapat diputar hingga 360 derajat.
Selain itu, dijelaskan pula bahwa teknologi AR merupakan bagian dari perkembangan metaverse yang memungkinkan integrasi dunia nyata dan dunia digital melalui pengalaman belajar yang lebih imersif. Dalam penelitian yang dilakukan, aplikasi ARED telah diuji kepada mahasiswa teknik dan memperoleh respons positif dalam aspek desain, kemudahan penggunaan, serta efektivitas pembelajaran.
Sementara itu, Dr. Suhaili Beeran Kutty memaparkan materi bertajuk “Usability Analysis of Marker-Based Augmented Reality Application for the Microcontroller Study”. Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa augmented reality mampu membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif, meningkatkan keterlibatan mahasiswa, membantu visualisasi konsep abstrak, serta mendukung pembelajaran mandiri dan pembelajaran jarak jauh.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi AR berbasis marker dapat membantu mahasiswa memahami komponen mikrokontroler melalui visualisasi objek 3D yang interaktif. Penelitian usability yang dilakukan kepada mahasiswa teknik menunjukkan bahwa sebagian besar peserta merasa aplikasi mudah digunakan, menarik, dan mendukung pengalaman belajar yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, FIPP menunjukkan komitmennya dalam mendukung inovasi pembelajaran berbasis teknologi digital serta memperkuat jejaring akademik internasional antara Indonesia dan Malaysia. Kegiatan guest lecture diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi dosen dan mahasiswa untuk terus mengembangkan media pembelajaran inovatif berbasis augmented reality di berbagai bidang pendidikan.




