Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan kuliah umum bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan tema “Mewujudkan Bahasa dan Seni yang Bermartabat dan Berdaulat” pada Jumat (23/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bahasa dan Seni yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNNES.
Kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Umum, SDM, dan Keuangan UNNES, Prof. Heri Yanto, M.B.A., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tamu istimewa, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, dalam kegiatan tersebut.
Dalam paparan materi, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa. Kedaulatan bahasa Indonesia dipandang sebagai upaya politik untuk memperkuat kedudukan bahasa nasional, yang pelaksanaannya berlandaskan Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Lebih lanjut, ia menguraikan tiga tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, yaitu kedaulatan budaya yang ditandai dengan Sumpah Pemuda, kedaulatan politik melalui Proklamasi Kemerdekaan, serta kedaulatan wilayah yang ditegaskan melalui Deklarasi Djuanda.
Ketiganya menunjukkan bahwa bahasa, identitas, dan wilayah memiliki keterkaitan erat dalam membangun kedaulatan bangsa.
“Banggalah menggunakan bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia membuat kita lebih tinggi martabatnya,” tegasnya.
Pesan tersebut menekankan pentingnya menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama di negeri sendiri tanpa mengabaikan kekayaan bahasa dan budaya daerah. Penguasaan bahasa asing juga tetap diperlukan untuk memperluas wawasan dan memperkuat komunikasi di tingkat internasional.
Melalui kuliah umum ini, UNNES mendorong sivitas akademika untuk berperan aktif dalam menjaga martabat bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta mengembangkan kemampuan berbahasa asing secara seimbang.
Semangat tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas nasional sekaligus mendukung terwujudnya bahasa dan seni Indonesia yang bermartabat dan berdaulat.
Reporter: Adira Abiwardani




