Pengajian Rutin UNNES Menilik Hubungan antara Islam dan Olahraga

Minggu, 20 Agustus 2017 | 23:55 WIB


Pengajian Rutin UNNES Menilik Hubungan antara Islam dan Olahraga

Universitas Negeri Semarang (UNNES) adakan pengajian rutin pada Minggu (20/8) di Rumah Dinas Rektor. Susunan acara diawali dengan khataman Alquran bersama dan dilanjutkan dengan sambutan dari Prof Dr Rustono, MHum.

Dalam sambutannya, Prof Rustono menyatakan kebanggaannya pada aktivitas yang telah dilakukan oleh UNNES, terutama acara Solat Subuh berjamaah di hari sebelumnya (Sabtu (19/8)) yang dimuat oleh Ristekdikti. Kemudian, ia juga mengingatkan pada para pimpinan mengenai persiapan kurban yang akan dilakukan UNNES dalam rangka hari raya Idul Adha nantinya.

Masuk ke acara berikutnya, tausiyah pengajian kali ini diisi oleh Dr Bambang Budi Raharjo, MSi dengan tema Olahraga dari sisi Islam. Dalam tausiyah kali ini, Bambang menyatakan bahwa olahraga adalah aktivitas fisik yang disengaja dengan melakukan aturan baku dengan hasil yang tidak didapatkan saat itu juga. Dengan melakukan olahraga, badan akan menjadi sehat. Sehat yang dimaksud adalah kuat dan bertenaga untuk melakukan banyak aktivitas. Berdasarkan manfaat tersebut, Bambang menganggap bahwa olahraga adalah sebuah kebutuhan primer.

Kemudian, kaitan mengenai hubungan antara olahraga dengan Islam, Bambang menyampaikan bahwa banyak anjuran tokoh Islam mengenai olahraga yang dapat dilakukan oleh umat. Sebagai contoh, panglima perang Islam, Umar bin Khatab, menyarankan pasukannya untuk berlatih melempar, dan pemuda untuk berenang. Kemudian, Nabi Muhammad SAW, mewajibkan kepada para orangtua untuk mendidik anak mereka membaca dan berolahraga. Olahraga yang disarankan nabi antara lain berenang, memanah, bertinju, dan berkuda.

Meskipun beberapa olahraga yang disampaikan tersebut masih kondisional pada kebutuhan zaman saat itu (seperti memanah untuk berperang), terdapat nilai dari olahraga yang dapat digunakan sehari-harinya. Ia mencontohkan bahwa dalam pertandingan olahraga, durasi waktu merupakan hal yang penting. Sehingga, orang harus datang tepat waktu agar tidak dikeluarkan dari pertandingan.

Seusai tausiyah, acara pengajian dilanjutkan dengan pembacaan kitab oleh Gus Lukman Hakim dan ditutup dengan doa yang dipandu oleh KH Maksum.

(Cesar Abdul, Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 147 kali

Rektor Dorong Mahasiswa Cinta UNNES dan NKRI Dengan Prestasi dan Karakter Konservasi

Minggu, 20 Agustus 2017 | 8:49 WIB


Rektor Dorong Mahasiswa Cinta UNNES dan NKRI Dengan Prestasi dan Karakter Konservasi

Dihadapan 6.450 mahasiswa baru, para pengurus Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) bersama-sama menyuarakan dan menandatangani deklarasi laskar konservasi untuk NKRI, Sabtu (19/8) di Lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan kampus Sekaran Gunungpati.

Deklarasi yang juga ditandatangani Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum dan sejumlah tokoh nasional seperti Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko SIP,  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Kabinet Kerja 2014-2016 Sudirman Said MBA, Pengusaha Jawa Tengah Dr Wisnu Suhardono SE MSi itu berisi 3 butir pernyataan.

Pertama, tetap setia berpegang teguh pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, menolak segala bentuk radikalisme, terorisme, narkoba, plagiarisme, dan pergaulan bebas. Ketiga, siap mewujudkan visi UNNES menjadi universitas berwawasan konservasi bereputasi internasional.

Prof Fathur merespon positif kegiatan yang merupakan salah satu capaian kreatif mahasiswa UNNES, khususnya para BEM, UKM dan Panitia PPAK 2017 itu.

Profesor bidang sosiolingustik itu berharap peran aktif seluruh mahasiswa untuk cinta UNNES dan NKRI dengan prestasi dan karakter konservasi. Selain itu, tetap menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan dengan saling menghargai, menghormati, dan gotong royong.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 180 kali

Sholat Subuh Berjamaah dan Dzikir, Awali PPAK UNNES 2017

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 13:07 WIB


Sholat Subuh Berjamaah dan Dzikir, Awali PPAK UNNES 2017

Penerimaan mahasiswa baru melalui Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK) tahun 2017 di Universitas Negeri Semarang (UNNES), bagi mahasiswa yang beragama Islam diawali dengan Shalat Subuh berjamaah, dzikir, dan tausyiah dari Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum. Mahasiswa non muslim pada jam yang sama melakukan aktivitas ibadah sesuai kepercayaan masing-masing, Sabtu (19/8) di Lapangan Prof Dumadji Kampus Sekaran.

Shalat subuh diikuti oleh 5 ribuan mahasiswa, Rektor dan pimpinan, setelah shalat dilakukan dzikir dan doa bersama untuk kejayaan Indonesia sebagai bagian dari peringatan hari kemerdekaan RI ke 72.

Dalam tausyiahnya Rektor menyampaikan, Islam itu rahmatan lilalamin, oleh karenanya mahasiswa UNNES harus cinta damai, taat beribadah dan menghormati segala perbedaan dalam kebhinekaan. Lebih lanjut, Agama apapun pasti melarang umatnya menggunakan narkoba, anti radikalisme, dan menjauhi segala perbuatan yang tidak terpuji.

Selanjut Prof Fathur Juga menyampaikan, “kegiatan Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK)diselenggarakan untuk penguatan karakter mahasiswa baru melalui kegiatan yang akademis untuk menyiapkan mereka menjadi mahasiswa yang berprestasi. Kalau ingin sukses, harus mempunyai cita-cita dan tekad yang jelas. Harus menjadi mahasiswa yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga bagi banyak orang”, jelasnya.

“Saya dulu suka sekali membaca komik, namun setelah menyadari bahwa sukses itu butuh komitmen dan kerja keras, saya mengubah cara membaca saya. Semenjak itu, saya rajin membaca buku kajian untuk menambah keilmuan agar bermanfaat bagi saya dan orang lain” imbuhnya.

Menurut Prof Fathur, ada empat langkah yang dapat dilakukan untuk meraih kesuksesan.
Pertama, kalau ingin sukses harus memiliki cita-cita yang jelas.
Kedua, berikan kesungguhan disetiap usaha dan doa untuk meraih kesuksesan tersebut.
Ketiga, lakukan segala sesuatunya dengan benar, do the best.
Keempat, sukses tidak sendirian, maka carilah kawan dan teman yang punya visi tentang kesuksesan dan kebaikkan.

Kegiatan yang bertajuk Gerakan UNNES Salat Subuh Berjamaah (GUSJ) yang diimami oleh Dr Sulaiman MPd ini, turut hadir Wakil Rektor dan unsur pimpinan dilingkungan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Panitia kegiatan Isma menjelaskan, kegiatan kerohanian ini tidak hanya bagi mahasiswa yang beragama Islam. Bagi mahasiswa yang tidak beragama Islam, disediakan tempat beribadah dan kajian kerohanian sesuai dengan agama masing-masing.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 433 kali

6450 Mahasiswa Baru UNNES Ikuti Pembukaan PPAK

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 12:53 WIB


6450 Mahasiswa Baru UNNES Ikuti Pembukaan PPAK

Sebanyak 6.450 mahasiswa baru 2017 Universitas Negeri Semarang (UNNES), Sabtu (19/8) di Lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan kampus Sekaran Gunungpati mengikuti pembukaan Program Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PPAK).

Hadir sejumlah tokoh nasional diantaranya Jenderal TNI (Purn) Dr Moeldoko SIP, Sudirman Said MBA (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Kabinet Kerja 2014-2016), dan Dr Wisnu Suhardono SE MSi (Pengusaha Jawa Tengah).

Pembukaan PPAK dengan tema Laskar Konservasi sebagai Generasi Penguat NKRI ditandai dengan pemukulan Gong oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Wakil Rektor I Prof Rustono, Wakil Rektor II Dr S Martono, Prema Adib, dan Ketua Panitia Septian Eko Prasetio.

Prof Fathur Rokhman menyampaikan, pelaksanaan PPAK ini sungguh sangat meriah. Panitia menghadirkan beberapa tokoh nasional untuk memberi pencerahan dan motivasi kepada mahasiswa baru.

Menjadi mahasiswa baru ini merupakan awal dari kesuksesan, untuk itu gunakanlah sebagai pijakan mencapai sukses lanjutan dengan meningkatkan ketekunan, kesungguhan, dan kerja keras dalam melakukan studi di UNNES ini sehingga apada akhirnya dapat menyelesaikan studi lulus tepat waktu dan berkarakter.

Kalian semua sudah tepat memilih manjadi mahasiswa UNNES, dan hari ini kegiatan PPAK dengan kolaborasi dengan bagus dari seluruh fungsionaris mahasiswa, maka anda diantar untuk bisa memiliki inspirasi dan motivasi dari para tokoh nasional yang sudah hadir di sini. Ini merupakan hal yang luar biasa.


Penulis: Sihono Dibaca : 223 kali

Kirim 13 Tim ke Pimnas, UNNES Optimis Raih Hasil Optimal

Jumat, 18 Agustus 2017 | 15:05 WIB


Kirim 13 Tim ke Pimnas, UNNES Optimis Raih Hasil Optimal

Tiga belas tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) siap berlaga dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-30 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, 23-28 Agustus 2017.

Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum melepas keberangkatan tim di kampus Sekaran, Jumat (18/8). Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera UNNES oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang BR kepada Koordinator Tim PKM.

Pada Pimnas 2017 kali ini, UNNES berpartisipasi di hampir semua bidang PKM yang meliputi PKM-GT, PKM-K, PKM-KC, PKM-M, PKM-PE dan PKM-PSH diikuti oleh mahasiswa UNNES.

Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Dr Bambang BR menyampaikan bahwa 13 tim Pimnas telah mempersiapkan diri dengan segala upaya. Mereka telah mengikuti karantina, pendalaman materi, hingga pelatihan presentasi. “Saya berharap semua tim dapat tampil maksimal,” katanya.

Rektor menyampaikan bahwa Tim PKM UNNES telah siap dan akan berjuang dengan maksimal. Ia berharap agar seluruh anggota tim menjaga kesehatan supaya saat berlaga dapat meraih hasil optimal.

Acara yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ristekdikti ini merupakan agenda tingkat nasional yang diselenggarakan berkala setiap satu tahun.


Penulis: Sihono Dibaca : 196 kali

Kearsipan UNNES Dapatkan ANRI Award 2017

Jumat, 18 Agustus 2017 | 10:09 WIB


Kearsipan UNNES Dapatkan ANRI Award 2017

Universitas Negeri Semarang (UNNES) dapatkan Award pada Malam Penganugrahan ANRI Award 2017, Jakarta (17/8).

Raihan ini merupakan kompetisi pemilihan kearsipan Tahun 2017 dari Bulan Maret sampai dengan Juli 2017 oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). UNNES merupakan salah satu finalis untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri.

Penganugerahan diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur kepada Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum dalam hal ini diwakili Kepala Biro Umum, Hukum dan Kepegawaian Drs Sutikno MSi dan Kepala UPT Kearsipan UNNES Drs Muhsin MSi.

Drs Sutikno MSi menyampaikan, perolehan juara ini merupakan sebuah kebanggaan bagi UNNES dalam bidang kelembagaan kearsipan di perguruan tinggi negeri, dimana UNNES telah mempunyai kelembagaan kearsipan PTN yaitu UPT Kearsipan yang telah terbentuk tahun 2016 ini sesuai dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 23 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja UNNES.

Dengan perolehan juara bidang kearsipan ini menjadikan momentum  pengembangan kelembagaan kearsipan di UNNES untuk meningkatkan kualitas diri untuk ‘Gerakan Nasional Sadar Arsip’ menuju World Class University.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 218 kali

CPPBT UNNES Berpartisipasi dalam Harteknas ke-22 di Makassar

Kamis, 17 Agustus 2017 | 15:41 WIB


CPPBT UNNES Berpartisipasi dalam Harteknas ke-22  di Makassar

Salah satu Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNNES terpilih mengikuti RITECH EXPO tanggal 10-13 Agustus 2017 dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HARTEKNAS) ke-22 tahun 2017 di Makassar.

CPPBT UNNES merupakan salah satu dari 16 CPPBT terpilih sebagai karya Inovasi Perguruan Tinggai seluruh Indonesia. Judul karya inovasi tersebut adalah Nano Ekstrak Kopi Hijau (Green Coffee) Arabica Jawa dengan Metode High Energy Milling sebagai Herbal Penurun Berat Badan. Produk inovasi ini merupakan karya dari Eka Yuli Astuti, MA., Prof. Dr. Etty Soelistyowati, M. Si., Farid Ahmadi, M. Kom., Ph. D. dan Andin Vita Amalia, M. Sc.

Puncak peringatan Hakteknas ke-22 menjadi istimewa karena sejak mulai diperingati tahun 1995, ini pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa. Kegiatan secara resmi dibuka Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir. Puncak Peringatan Hakteknas 2017 ditandai dengan penekanan sirine secara bersama dan peluncuran roket air dari kapal phinisi. Sedangkan, peringatan Hakteknas ke 23 tahun 2018 akan diselenggarakan di Provinsi Riau, yang ditandai dengan penyerahan Pataka Hakteknas kepada Gubernur Riau oleh Menristekdikti.

Wakil Presiden menyampaikan, “Hari ini kita hadir di Hakteknas bukan hanya untuk merayakan, namun juga untuk menjaga terus semangat berinovasi”. Wapres lebih lanjut mengatakan, untuk menjadi negara maju dibutuhkan tiga hal yakni semangat, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kedamaian. Sedangkan teknologi sangat penting untuk memberi nilai tambah. Negara-negara maju biasanya menguasai teknologi, karena teknologi akan memberi nilai tambah karena nilai tambah membawa kemakmuran.

Teknologi merupakan satu-satunya cara yang dilakukan suatu bangsa untuk bertahan dari segala masalah. Wapres berharap lembaga universitas dan penelitian dapat memajukan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Apa gunanya kita punya banyak universitas dan lembaga penelitian jika kita terus berselisih soal teknologi. Ayolah para insinyur untuk bangkit demi memajukan bangsa kita,” demikian pesan Wapres JK.

Menristekdikri, M Nasir menyebut, pemilihan Kota Makassar sebagai puncak Hakteknas karena Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan garis pantai terpanjang di Indonesia. Pelabuhan Makassar adalah pintu gerbang pelayaran terpadat di Indonesia Timur, sebagai perwujudan gagasan Indonesia sebagai poros maritim dunia untuk kebangkitan teknologi dengan tekad “Gelorakan Inovasi”.

Rangkaian kegiatan dalam acara Harteknas ini antara lain: Bakti Teknologi, Ritech Expo (eksebisi produk teknologi dan inovasi unggulan dari perguruan tinggi/lembaga litbang, dunia usaha/industri dan penggiat IPTEK dan inovasi lainnya; Talkshow; Jalan Sehat; Side Event berskala nasional dan internasional.

Kepala LP2M Unnes Prof. Dr. F. Totok Sumaryanto, M. Pd. hadir mewakili Rektor Unnes dalam pembukaan HARTEKNAS menyatakan, iklim inovasi yang semakin berkembang pesat harus diimbangi dengan meningkatnya riset berbasis produk teknologi oleh dosen dan mahasiswa UNNES.

Reputasi UNNES kian tahun terus meningkat hal ini dibuktikan dengan pada tahun 2017 didanainya 7 judul kegiatan kompetisi Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) dan 5 Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) oleh Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti. Melalui Inkubator Unit Bisnis (IUB) LP2M Unnes diharapkan hasil penelitian dapat menjadi produk inovasi teknologi andalan nasional yang dapat ikut memberikan kontribusi bagi perkembangan IPTEK dan Industri di Indonesia.


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 193 kali

Menristekdikti: Indonesia Kerja Bersama

Kamis, 17 Agustus 2017 | 11:35 WIB


Menristekdikti: Indonesia Kerja Bersama

Menghadapi persaingan dalam era globalisasi ini akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk menjawab tantangan tersebut Kemenristekdikti telah menetapkan tujuan strategi 2019 yang akan kita capai yakni “Meningkatnya revitalisas, kuantitas dan kualitas SDM berpendidikan tinggi, serta kemampuan Iptek dan inovasi untuk keunggulan daya saing bangsa”.

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan itu saat membacakan sambutan tertulis dari Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia Prof H Mohamad Nasir PhD Ak pada Upacara 17 Agustus dan penerimaan 7682 mahasiswa baru UNNES secara resmi, Kamis (17/8) di lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan kampus Sekaran Gunungpati.

Upacara bendera diikuti ribuan orang dari kalangan dosen, mahasiswa lama dan baru, serta tenaga kependidikan.

Dengan kerja bersama kita yakin dapan mencapai tujuan strategi tersebut mulai dari diri kita sendiri, dari lingkungan sekitar kita, dan dari institusi. Bangun budaya anti plagiat, budaya keilmuan yang menghasilkan inovasi dan karya bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat, membangun budaya kampus yang bersih, anti korupsi, anti narkoba, dan bebas dari faham radikalisme, membangun kesantunan, memperteguh jiwa Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Dengan kerja bersama, maka kemajuan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dapat makin cepat terwujud.

Pada kegiatan tersebut Rektor Prof Fathur Rokhman juga menyerahkan penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada dosen dan tenaga kependidikan untuk masa bakti 30 tahun sebanyak 21 orang , 20 tahun (10 orang) , dan 10 tahun (7 orang) dari Presiden RI Joko Widodo. Kemudian, Rektor juga menyerahkan Surat Keputusan pegawai berprestasi tingkat universitas 2017. Bagi peringkat pertama berhak maju ke tingkat nasional.


Penulis: Sihono Dibaca : 250 kali

7.682 Mahasiswa Baru UNNES 2017 Resmi Diterima

Kamis, 17 Agustus 2017 | 10:52 WIB


7.682 Mahasiswa Baru UNNES 2017 Resmi Diterima

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar upacara penerimaan mahasiswa baru yang dibarengkan dengan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke 72, Republik Indonesia di lapangan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Rabu (17/8/2017).

7682 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang sekaligus menjadi awal masa orientasi mahasiswa tersebut. Hal itu disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik , Prof Dr Rustono MHum saat membacakan laporan penerimaan mahasiswa baru.

Secara simbolis Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rohman MHUM, menyematkan Jaket Almamater dan Bibit Pohon kepada perwakilan mahasiswa baru sebagai bentuk komitmen UNNES sebagai universitas yang berwawasan konservasi.

Rektor berpesan kepada mahasiswa baru, selama empat tahun menempuh pendidikan di kampus, mahasiswa harus memiliki tanggungjawab yang besar. Tingkatkan terus budaya prestasi yang mempunyai daya saing menuju UNNES sebagai universitas yang bereputasi internasional.

Selanjutnya PPAK akan berlangsung tiga hari mulai Sabtu hingga Senin (19-21/8). Mahasiswa baru akan dikenalkan dengan karakter universitas, fakultas, visi konservasi, ideologi dan pendidikan karakter, hingga sistem akademik. Setelah PPA mereka dijadwalkan mengikuti Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT), Tes Narkoba dan Bela Negara.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 368 kali

Teliti Laras dalam Karawitan, Widodo Raih Doktor di ISI Yogyakarta

Kamis, 17 Agustus 2017 | 9:54 WIB


Teliti Laras dalam Karawitan, Widodo Raih Doktor di ISI Yogyakarta

Karawitan merupakan bagian penting dalam budaya Jawa. Hampir semua jenis seni pertunjukan tradisi dan upacara ritual adat Jawa menggunakannya sebagai musik pendukung. Bagi masyarakat Jawa, struktur kultural kelompok orang yang berorientasi pada kehidupan masyarakat Jawa multidimensional, karawitan tidak hanya sebagai ekspresi musikal untuk memenuhi kebutuhan rasa hibur tetapi juga rasa sosial, kultural, dan spiritualnya. Nilai-nilai filosofis mendasar yang berlaku dalam budaya Jawa terefleksi dalam budaya karawitannya.

Demikian diungkapkan Widodo, mahasiswa S-3 Pengkajian Seni Program Pascasarjana ISI Yogyakarta, yang mempertahankan disertasinya berjudul Konsep Laras dalam Karawitan Jawa, Rabu (16/8), di kampus Jalan Suryodiningratan, Kota Yogyakarta. Tim penguji diketuai Prof Dr Djohan MSi dan beranggotakan Prof Dr Victor Ganap MEd, Prof Dr Soetarno DEA, Prof Dr Rustopo SKar, MHum, Dr St Sunardi, P Hardono Hadi PhD, dan Dr Royke B Koapaha.

Menurut Widodo yang dosen Jurusan Seni Drama Tari dan Musik Universitas Negeri Semarang itu, karawitan sebagai produk tradisi lisan budaya Jawa lekat dengan sifat komunal, spontan, terbuka, toleran, lembut, fleksibel, tetapi di lain pihak juga sarat akan norma musikal dan kultural kompleks yang membentuk kesan ngrawit, halus, lembut, rumit. Dilihat dari usianya, mengutip Pradjapangrawit (1990), Widodo menjelaskan, gamelan telah ada sejak sekitar tahun 167 Jawa atau 245 Masehi. “Karawitan telah melewati dinamika keadaan zaman yang panjang dan dinamis,” katanya.

Ia menjelaskan, rasa dalam karawitan Jawa memiliki makna dan kedudukan sangat penting sebagai landasan, orientasi, parameter, bahkan juga saluran estetik untuk mencapai hakikat keindahan musikal dan kulturalnya dalam proses apresiasi seni. Rasa dalam konteks tersebut merupakan puncak persepsi estetik yang menyatukan subjek dan objek seni. Jenis rasa karawitan esensial dan universal pada gending-gending Jawa yang dapat mencakup seluruh jenis, bentuk komposisi, dan karakter musikalnya adalah laras.

Sajian komposisi karawitan Jawa dalam jenis, bentuk, dan karakter musikal apapun dapat menimbulkan rasa laras. Namun rasa laras tidak serta merta dapat disandangkan pada semua sajian jenis, bentuk, dan karakter gending. Pemberian predikat laras berhubungan dengan sajian komposisi karawitan Jawa yang bagian-bagiannya digarap dalam model garap tertentu sehingga karakter musikalnya terekspresi secara kuat dalam penyajian sesuai fungsi pertunjukannya.

Fenomena laras muncul pada beberapa peristiwa karawitan yang dipilih Widodo sebagai objek kajian, yaitu klenèngan Pujangga Laras, penyajian karawitan langsung menghadirkan penggarap kelompok karawitan Pujangga Laras, dengan materi garap gending-gending Jawa klasik; klenèngan dalam media rekam audio komersial produksi Lokananta dan Ira Record menghadirkan penggarap Keluarga Karawitan Studio RRI Surakarta dan kelompok karawitan PKJT bersama ASKI Surakarta dengan materi garap gending-gending Jawa klasik; konser karawitan Jawa dalam Lomba Karawitan Gending-gending Dolanan RRI Surakarta 2013 menghadirkan penggarap kelompok karawitan peserta lomba kategori remaja juara pertama dengan materi garap lelagon dolanan; dan konser karawitan Sindhèn Idol 2012 menghadirkan penggarap vokal sindhènan pesindhèn finalis juara pertama didukung oleh para musisi karawitan profesional gabungan dari beberapa kelompok karawitan ternama di Kota Semarang sebagai penggarap ricikan (instrumen gamelan) gamelan.

Laras dalam Penggunaan Umum

Berdasar penelitian Widodo, laras dan kata-kata bentukannya digunakan oleh masyarakat Jawa dalam banyak konteks, antara lain, panglaras dan ginem raras bawa raos dalam sarasehan; selaras dalam kehidupan sosial; nglaras rasa, pengelolaan rasa batin individu; dan laras sebagai jenis rasa atau suasana indah. Mengutip Susena (2003), Widodo menyatakan, interaksi sosial masyarakat Jawa didasarkan pada prinsip hormat dan rukun demi terwujudnya keadaan selaras.

Ekspresi tutur kata, sikap, dan perilaku yang didasari oleh nilai rukun dan hormat dapat menjamin interaksi sosial dalam kehidupan beragam dapat berlangsung aman, damai, nyaman jauh dari perselisihan. Kewajiban semua elemen masyarakat Jawa untuk menjaga dan mewujudkannya dalam kehidupan sosial mengalahkan kepentingan individu dan prinsip-prinsip regulatif, termasuk hukum positif. Istilah selaras dalam konteks ini berasal dari kata laras, yaitu keadaan sosial aman, nyaman, damai, jauh dari perselisihan dan konflik.

Widodo menjelaskan, kajian garap gending-gending Jawa dalam beberapa peristiwa penyajian karawitan berikut rasa karawitan yang ditimbulkan mengantarkan pada sejumlah kesimpulan. Laras, menurut Widodo, merupakan jenis rasa, suasana atau kesan musikal dan kultural karawitan indah, enak, nyaman mendalam, menyeluruh, dan mengesankan. Dengan demikian, laras mengandung unsur mat, lega, betah, adhem, ayem, tentrem, jinem, sengsem, marem yang muncul dari sajian gending-gending Jawa yang digarap secara benar, jelas, merata, berimbang, dinamis, kompak, dan menyatu dalam satu kesatuan ide-ide garap. “Semua itu membentuk pusat-pusat keseimbangan ‘sempurna’ yang disebut titik berselaras,” ujar Widodo.

Widodo dinyatakan lulus dengan hasil memuaskan dan merupakan doktor ke-38 pada Program Pascasarjana ISI Yogyakarta atau ke-17 dalam bidang pengkajian seni. “Selamat untuk Universitas Negeri Semarang. Sebagai lembaga pendidikan, semoga keilmuan yang dimiliki Widodo semakin dapat dimanfaatkan dalam bidang karawitanologi,” ujar Prof Victor Ganap.


Penulis: Dhoni Zustiyantoro Dibaca : 308 kali

Promosi Doktor, Parmin Raih Predikat Cumlaude

Rabu, 16 Agustus 2017 | 22:29 WIB


Promosi Doktor, Parmin Raih Predikat Cumlaude

Parmin SPd MPd menjalani Sidang Promosi Doktor di Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (16/08). Sidang ini dalam rangka diperolehnya Gelar Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam dengan Disertasi yang berjudul : Pengembangan Model Science Integrated Learning (SIL) untuk Meningkatkan Kemandirian Kerja Ilmiah pada Materi Etnosains Program Studi Pendidikan IPA.

Bertindak sebagai majelis penguji dalam sidang promosi doktor ini, sebagai Ketua Dewan Penguji Prof. Dr. Sutarno, PhD, Sekretaris Dewan penguji: Prof Dr M Furqon Hidayatullah MPd (UNS), dengan anggota: Prof Dr Joko Nurkamto MPd (UNS), Prof Dr rer nat Sajidan MSi (UNS), Prof Sulistyo Saputro PhD (UNS), Prof Dr Sutikno MT (UNNES), Prof Dr Ashadi (UNS), Prof Djukri, M.S (UNY),

Selain publikasi artikel di 3 jurnal terindeks Scopus, hasil penelitian Parmin dihasilkan 2 buah buku ber ISBN dan proses pengusulan Hak Cipta.

Model SIL sebagai model baru untuk merekonstruksi pengetahuan asli masyarakat menjadi pengetahuan ilmiah, karena tidak semua pengetahuan asli masyarakat secara ilmiah dapat diuji kebenarannya. Melalui model yang dikembangkan, dipastikan semakin banyak yang direkonstruksi pengetahuan asli masyarakat yang pada saat ini terancam punah karena pengaruh modernisasi gaya hidup masyarakat.

Atas capainya, Dr. Parmin, M.Pd., dinyatakan lulus berpredikat Cumlaude dengan IPK 4,00.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 350 kali

Guru PAUD Se-Kota Semarang ikuti Workshop Olahraga dan Permainan Tradisional di Labschool UNNES

Rabu, 16 Agustus 2017 | 16:48 WIB


Guru PAUD Se-Kota Semarang ikuti Workshop Olahraga dan Permainan Tradisional di Labschool UNNES

Bertempat di Labschool Unnes, Jl. Menoreh Tengah X No.4, Sampangan, Semarang, guru-guru PAUD se-Kota Semarang mengikuti workshop olahraga dan permainan tradisional, Sabtu (12/8).  Kegiatan ini diikuti oleh 40 guru PAUD, yang mewakili 16 kecamatan di Kota Semarang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Temanya adalah “Sosialisasi Olahraga dan Permainan Tradisional untuk guru-guru PAUD se-Kota Semarang.”

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama antara Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNNES dengan Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) dan Labschool Unnes sebagai sekolah mitra. Sosialisasi disampaikan oleh tim dosen FIK UNNES, Dr Tommy Soenyoto SPd MPd selaku ketua program, Dwi Gansar Santi Wijayanti SPd, dan Agus Widodo Suripto SPd MPd serta Khairul Umam, perwakilan dari Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI) pusat.

Menurut Khairul Umam, Sekjen KOTI pusat, yang melatar belakangi dibentuknya KOTI adalah karena kegelisahan mulai punahnya olaharaga dan permainan tradisional, ruang bermain anak-anak sempit, serta banyak anak kekurangan gerak. Sehingga dia ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali membangkitkan gairah permainan tradisional ini.

“Ada tiga hal dapat kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut, pertama penggalian, yaitu menggali dan mendata permainan tradisional yang ada di Indonesia ini berapa banyak, lalu kita rekonstruksi. Kedua Pembakuan, dengan cara menentukan permainan tradisional mana yang bisa dijadikan olahraga yang mendunia dan permainan tradisional mana yang bisa dijadikan media pembelajaran di sekolah. Ketiga Pelestarian, yaitu sosialisasi, workshop, mengadakan lomba-lomba, serta pameran di car free day ataupun di sekolah-sekolah” jelasnya.

Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengadakan workshop penerapan olahraga dan permainan tradisional untuk guru PAUD. Dalam kegiatan workshop kali ini, peserta diberikan materi tentang kebijakan dan ruang lingkup olahraga permainan tradisional serta praktik permainan tradisional untuk pembelajaran penumbuh kembangan karakter anak. Setelah itu, peserta dibagi kedalam 10 kelompok. Masing-masing kelompok harus mempresentasikan satu jenis permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh murid-murid PAUD. Kegiatan diakhiri dengan simulasi beberapa olahraga tradisional yang sudah dibakukan antara lain egrang, gobak sodor/hadang dan bakiak.

Menurut Santi, salah satu dosen PJKR UNNES, olahraga dan permainan tradisional ini sangat penting sekali bagi anak, karena dapat menjadi media penanaman karakter anak.

“Dengan adanya kegiatan semacam ini, kita ingin munculkan dan mengembangkan lagi. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini. Kemudian berlanjut ke jenjang berikutnya” tuturnya.

Masirotul Khairiyah, salah satu peserta workshop dari TK Pertiwi 40 Kecamatan Tugu, merasa bersemangat mengikuti kegiatan ini, karena pembawa materinya interaktif dan juga implementatif, disertai contoh dan penerapannya.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya akan mempraktikkan olahraga dan permainan tradisional ini di TK saya.” pungkasnya.

 

 


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 104 kali

FMIPA UNNES Tandatangani MoA dengan NAIS Jepang

Rabu, 16 Agustus 2017 | 16:32 WIB


FMIPA UNNES Tandatangani MoA dengan NAIS Jepang

Dalam acara bertajuk “Business Comitment Meeting and Gala Dinner”, FMIPA UNNES menandatangani MoA dengan Nippon Advanced Information Service (NAIS) Jepang untuk memperkuat konsorsium Boron Neutron Capture Therapy (BNCT). Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dekan FMIPA Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt dan Dr Liem Peng Hong dari NAIS Jepang pada Jumat (11/8) bertempat di Balaikota Buleleng Bali. Penandatanganan disaksikan oleh Ketua BATAN Prof Dr Djarot Suslistio Wisnubroto dan Director Division of Physical and Chemical Sciences, Department of Nuclear Sciences and Applications International Atomic Energy Agency (IAEA) Dr Meera Vankatesh.

Penandatanganan MoA  merupakan bagian dari 3th International Symposium yang bertema, “The Application of Nuclear Technology as a Key Element to Promote Competitive National Industrial ProductS: Energy, Health, Agriculture, Industry, dan Environment”, (9-12/8) lalu.  Simposium menghadirkan 29 keynote speaker dan poster session. Keynote speaker berasal dari Indonesia dan ahli-ahli nuklir luar negeri, seperti Dr Hiroki Tanaka dari Radiation Medical Physics Kyoto University Research Reactor Institute, Prof Ren-Tai Chiang dari Institute of Nuclear Engineering and Technology, dan Dr Fang Cao dari Tsinghua University.

Pada poster session, empat mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNNES yakni Vika Hutaria, Dyah Rahayuningsih, Siti Maimanah, dan Nunung Gupita Ratnasari berhasil memaparkan hasil risetnya. Salah satu judul artikel yang menarik perhatian adalah Neutron Characterization of BNCT Water Phantom Based on 30 MeV Cyclotron using PHITS Computational Code. Keempat mahasiswa tersebut dibimbing oleh Prof Dr Susilo MS dan Dr Suharto Linuwih MSi. Riset dan keberangkatan mereka ke simposium dibiayai sepenuhnya oleh BATAN.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 153 kali

Wujudkan Renstra Penelitian, LP2M Gelar FGD Penguatan Inovasi

Rabu, 16 Agustus 2017 | 11:19 WIB


Wujudkan Renstra Penelitian, LP2M Gelar FGD Penguatan Inovasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UNNES mengadakan Forum Group Disscusion (FGD) Penguatan Inovasi, Selasa (15/8) di Ruang Senat Gedung H lantai 4, Kampus Sekaran Gunungpati.

FGD tersebut sebagai bentuk upaya LP2M dalam mendukung UNNES sebagai rumah ilmu yang bereputasi melalui penguatan-penguatan inovasi baik dalam penelitian maupun pengabdian masyarakat di UNNES.

Kegiatan ini diikuti oleh wakil dekan bidang akademik di lingkungan UNNES, peneliti DRPM Tahun 2017, Badan Penjamin Mutu dan Gugus Penjaminan Mutu di lingkup fakultas, serta gugus penelitian dan pengabdian mayarakat di masing-masing fakultas.

Dalam laporannya Farid Ahmadi PhD selaku ketua panitia mengemukakan bahwa FGD ini diselenggarakan untuk mendorong percepatan capaian rencana strategis penelitian UNNES.

Selain itu, FGD ditujukan untuk mensinergikan peneliti-peneliti dalam bidang keilmuan dan peminatan yang sama sehingga mampu menumbuhkan kapasitas penelitian unggulan UNNES melalui pemanfaatan sarana/prasarana dan sumberdaya yang dimiliki.

Ke depan, FGD ditujukan untuk meningkatkan publikasi hasil-hasil riset dan pengabdian civitas akademika UNNES. FGD dibuka oleh Prof Totok Sumaryanto MPd selaku Ketua LP2M UNNES, dengan nara sumber StaffAhli Bidang Relevansi dan Produktivitas Kementrian Ristek Dikti Dr Ir Agus Puji Prasetyono MEng.


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 202 kali

Bangun Reputasi, FH UNNES Akan Bangun 7 Klinik Hukum

Rabu, 16 Agustus 2017 | 10:18 WIB


Bangun Reputasi, FH UNNES Akan Bangun 7 Klinik Hukum

Program klinik hukum sangat membantu mahasiswa memahami bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat, mengkaji secara riil keilmuan di bidang hukum, dan mengasah kemampuan mahasiswa berinteraksi dalam memecahkan permasalahan hukum secara langsung. Karena program ini bukan sebatas simulasi.

Hal itu ditegaskan Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonedia (UI) Prof  Dr Topo Santoso SH MH dalam kegiatan diseminasi dan workshop klinik hukum, Selasa-Rabu(15-16/8) di Gedung Serba Guna FH Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Menurut Prof Topo, akan menjadi ironis jika para mahasiswa yang memiliki pemahaman hukum, ketika dipertemukan dengan konflik sosial yang berada dalam ranah hukum tidak mampu menyelesaikannya.

Sebagai salah satu usaha peningkatan mutu kualitas institusi dan membangun reputasi, Dekan FH UNNES Dr Rodiyah SPd SH MSi merespon positif kegiatan yang menunjukkan kontribusi nyata institusi bagi pembangunan Indonesia ini.

Dr Rodiah berjanji akan secara aktif melakukan usaha-usaha produktif membangun jejaring antar pengajar fakultas hukum di kalangan universitas dalam negeri maupun luar negeri. Selain itu, dalam waktu dekat FH UNNES juga akan melaunching 7 Klinik Hukum.
 
Acara yang merupakan realisasi kerjasam FH Unnes dan FH UI ini diikuti oleh dosen dan calon pengajar  mata kuliah klinik hukum di perguruan tinggi negeri dan suasta se kota Semarang.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 272 kali

Punggawa PPL Antar Bangsa Di Malaysia Resmi Diterima Oleh Sekolah Mitra

Selasa, 15 Agustus 2017 | 21:08 WIB


Punggawa PPL Antar Bangsa Di Malaysia Resmi Diterima Oleh Sekolah Mitra

Para calon guru dari Indonesia yang mengikuti program PPL AB (Praktik Pengalaman Lapangan Antar Bangsa) di Malaysia hari ini diterjunkan ke sekolah mitra dari UPSI (Universitas Pendidikan Sultan Idris).

Ke-10 orang sejak  (10/8) yang lalu berada di PULAMI (Pusat Latihan Mengajar dan Industri) bersama dengan dosen dari UPSI, Puan Dr.  Nor’ashiqin Bt Mohd Idrus dan Puan Dr. Nurul’Ain Bt Mohd Daud, serta segenap jajaran PULAMI pada Jumat (11/8) kemudian dilanjutkan orientasi pada Senin (14/8).

Acara orientasi merupakan serangkaian pembekalan dari pihak UPSI sebelum menerjunkan para calon guru ini. Materi orientasi berupa pengenalan PULAMI, Sekolah Mitra, dan asrama.

Salah satu peserta PPL Antar Bangsa Marlina menyampaikan, setelah serangkaian acara tersebut akhirnya hari ini kami para students dari Indonesia yg sekaligus merupakan  duta bangsa  diterjunkan ke sekolah.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 210 kali

Sosialisasi Studi Lanjut Amerika Serikat, Hadirkan Perwakilan Embassy of the United States of America

Selasa, 15 Agustus 2017 | 17:03 WIB


Sosialisasi Studi Lanjut Amerika Serikat, Hadirkan Perwakilan Embassy of the United States of America

Bagian Kerjasama Biro Akademik Kemahasiswaan dan Kerjsama (BAKK) Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan Sosialisasi Sistem Pendidikan & Peluang Beasiswa di Amerika Serikat pada Selasa  (15/8) di Lantai 2 Gedung Prof. Satmoko UNNES. Sosialisasi tersebut hadirkan Muhammad Iqbal dari Embassy of the United States of America. Dalam sosialiasi tersebut, turut hadir Intan Permata Hapsari SPd MPd Kepala International Office UNNES, dosen, dan mahasiswa.

Iqbal memaparkan secara lengkap tentang Education USA, lembaga yang memberikan informasi studi lanjut dan beasiswa di Amerika Serikat. Lebih lengkap, Education USA juga memberikan konsultasi pendidikan, program mentor, informasi beasiswa, dan annual fall graduates.

Terdapat banyak beasiswa yang disediakan Embassy of the United States of America, antara lain Fulbright Master’s Degree Program, Fulbright Doctoral Degree Program, Fulbright Grants for Indonesian Lecturer, Global Undergraduate Exchange Program, East West Center graduate Degree Fellowship, dan beasiswa lainnya.

Iqbal menambahkan beasiswa-beasiwa ini bukan hanya untuk kalangan mahasiswa, namun juga untuk seluruh kalangan yang ingin melanjutkan studi master atau doktor. Ada beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat antara lain formulir pendaftaran, biaya pendaftaran, sertifikat TOEFL iBT dan SAT untuk undergraduate, sertifikat TOEFL iBT dan GRE/ GMAT untuk graduate, essay, dan surat rekomendasi.

Informasi selengkapnya dapat diakses melalui https://id.usembassy.gov atau email IqbalM2@state.gov.

Nur Adha Choiriyah (Student Staff)


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 151 kali

Optimalkan Gedung Kewirausahaan, UNNES Undang 21 Mitra

Selasa, 15 Agustus 2017 | 14:06 WIB


Optimalkan Gedung Kewirausahaan, UNNES Undang 21 Mitra

Untuk mengoptimalkan Gedung Kewirausahaan, Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengundang 21 perusahaan untuk menjadi mitra , Selasa (15/8). Calon mitra tersebut diharapkan dapat membuka kantor atau layanannya di gedung megah yang terletak di salah satu pusat keramaian kampus itu.

Ketua Badan Pengembang Bisnis Prof Dr Sucihatiningsih Dian Wisika P melaporkan, ke-21 perusahaan ini mempresentasikan profil perusahaannya.

Beberapa perusahaan tersebut adalah PT Altee bergarak dalam bidang Domitory Capsul, PT Mitra Sarana (Wood Working), PT Tiga Mitra Sarana (Cucian Mobil), PT Djama Mulia (alat kesehatan dan laboratorium),  CV Mitra Mas (Senam), CV Edu Sarana (Toko Buku), dan CV Media Lintas Nusantara. Selain itu juga Ayam Harchick, Ayam Penyet Es Kampul, It’s Milk, HIPMI UNNES.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan, Gedung Kewirausahaan merupakan gedung baru yang perlu dioptimalkan penggunaannya.

Sebagai  perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU), UNNES dapat menggandeng mitra usaha dari luar. Bukan untuk mencari keuntungan namun untuk memenuhi kebutuhan lembaga.

Dengan menggandeng mitra usaha, diharapkan Kewirausahaan UNNES menjadi mercusuar bisnis UNNES. Selain itu, aktivitas di Gedung Kewirausahaan juga bisa menjadi sarana praktik untuk menunjang pembelajaran mahasiswa.


Penulis: Sihono Dibaca : 303 kali

Samsat Daring di Kampus Dibuka, Civitas Academica Lebih Mudah Bayar Pajak Kendaraan

Selasa, 15 Agustus 2017 | 13:40 WIB


Samsat Daring di Kampus Dibuka, Civitas Academica Lebih Mudah Bayar Pajak Kendaraan

Kabar gembira bagi civitas academica Universitas Negeri Semarang (UNNES). Berkat kerja sama dengan Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Provinsi Jawa Tengah, kini telah tersedia kantor Samsat daring di kampus. Gerai Samsat daring terletak di Gedung Kewirausahaan.

Dengan adanya Samsat daring di kampus, mahasiswa, dosen, karyawan, dan masyarakat sekitar tak perlu jauh-jauh lagi untuk membayar pajak kendaraan bermotor.

Kepala BPPD Jateng Dr Ir Ihwan Sudrajat MM mengatakan, Samsat Online di UNNES adalah satu-satunya kantor layanan Samsat daring yang dibuka di kampus.

Menurutnya, pembukaan Samsat On Campus ini merupakan langkah maju dan strategis serta sebagai salah satu terobosan dalam perbaikan pelayanan publik khususnya terhadap pembayaran pajak kendaraan bermotor dan pengesahan surat tanda nomor kendaraan (STNK) setiap tahunnya.

Bagi UNNES sendiri, menurut Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Samsat On Campus merupakan cara untuk mempermudah jangkauan masyarakat yang ada di sekitar UNNES dalam menuntaskan wajib pajaknya.

Prof Fathur berharap gerai samsat ini selanjutnya dapat memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat, sehingga menciptakan suatu kepuasan pelanggan yang maksimal.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 573 kali

Buka Lokakarya, Rektor: UNNES sebagai Center of Education Excellent

Senin, 14 Agustus 2017 | 16:55 WIB


Buka Lokakarya, Rektor: UNNES sebagai Center of Education Excellent

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum membuka secara resmi Lokakarya Kurikulum Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah pada Senin (14/8) bertempat di Gedung Prof Satmoko Laboratorium Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidikan (LPTK) Terpadu UNNES.

Dalam sambutan pembukanya, Rektor UNNES mengapresiasi penyelenggaraan kajian ilmiah tersebut. Ia menjelaskan UNNES sebagai Center of Education Excellence, selalu berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan terbaik. UNNES juga menghargai komitmen Program Studi yang menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikannya. Sebagai rumah ilmu pengembang peradaban unggul, UNNES menghargai siapa pun yang memiliki komitmen mengembangkan ilmu pengetahuan.

“Tidak ada yang namanya pendidikan gratis, yang ada adalah pemerintah memberikan subsidi dan pembiayaan kepada masyarakat yang berminat dan berprestasi” tambah Prof bidang Sosiolinguistik itu.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Kurikulum, Media Pendidikan, dan MKU-MKDK Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) UNNES ini, menghadirkan Drs Zulfikri Anas MEd dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemdikbud RI.

“Meski dipandang sulit, kehadiran kurikulum sebenarnya malah memudahkan guru dalam menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Yang menjadi persoalan dari kurikulum bukan pada substansinya tetapi pada manajemen dan implementasi kurikulum tersebut” jelas Drs Zulfikri Anas MEd

Saat ini, tambahnya, masih banyak pendidik yang memiliki mindset dan pola pikir yang keliru terhadap kurikulum, sebagian besar mereka menganggapnya sebagai suatu hal yang sulit.
Kepala LP3 UNNES Drs Aburrahman MPd menjelaskan, lokakarya tersebut merupakan upaya LP3 memperkuat UNNES sebagai LPTK.

“Kurikulum merupakan pondasi pendidikan. Lokakarya ini diharapkan memberikan manfaat dan pemahaman yang tepat terhadap kurikulum. Dosen harus mampu memahami esensi sebuah kurikulum, mengingat kedepan selain PLPG, UNNES juga akan menyelenggarakan Program PPG Mandiri. Kegiatan diikuti oleh 160 Dosen dari delapan fakultas UNNES” jelasnya.
(Dwi Hermawan, Student Staff)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 145 kali

Rektor UNNES Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pramuka ke 56

Senin, 14 Agustus 2017 | 14:00 WIB


Rektor UNNES Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pramuka ke 56

Berkaitan dengan hari lahir pramuka yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus, Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan ucapan selamat Hari Pramuka ke-56 kepada seluruh anggota gerakan pramuka di UNNES, Senin (14/8) di Kampus Sekaran.

Menurut Rektor yang juga Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), gerakan pramuka memiliki sejarah panjang. Rentang waktu yang lama itu membuktikan bahwa pramuka punya peran signifikan dalam pembentukan karakter, karena kepramukaan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, patriotisme, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama manusia.

Beberapa waktu yang lalu, imbuh Prof Fathur, UNNES telah mendeklarasikan diri sebagai kampus antinarkoba, antiradikalisme, antiterorisme, serta menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lantaran itulah, Rektor mengajak peran aktif seluruh anggota pramuka untuk tetap menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan dengan saling menghargai, menghormati, dan gotong royong.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 293 kali

UNNES Sambut 10 Mahasiswa Asing Peserta ICEP 2017

Senin, 14 Agustus 2017 | 13:23 WIB


UNNES Sambut 10 Mahasiswa Asing Peserta ICEP 2017

International Office Universitas Negeri Semarang (IO-UNNES) resmi membuka International Community Engagement Program (ICEP) pada Senin (14/8) di Ruang Rektor, Gedung H Rektorat UNNES. Dalam opening ceremony ini, turut hadir Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman, MHum, beserta jajaran pimpinan.

Dalam sambutannya, Prof Fathur Rokhman menjelaskan bahwa UNNES adalah universitas yang memiliki visi untuk menjadi universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional. Kemudian, beliau berkata bahwa UNNES adalah universitas dengan standar kelas dunia yang dapat membuat mahasiswa dari berbagai negara belajar mengenai budaya Indonesia, konservasi lingkungan, dan karakter ke-Indonesiaan.

Di bagian akhir, Prof Fathur berpesan pada mahasiswa peserta ICEP untuk menikmati keindahan Semarang dengan mencoba kuliner khas lokal ataupun mengunjungi tempat wisata yang ada. Diharapkan dari ke semua hal tersebut, para mahasiswa dapat pulang kembali ke negaranya dan menyampaikan berita bahwa Indonesia adalah negara yang damai dengan penduduk yang ramah.

Perlu diketahui, ICEP adalah program lolos dana hibah Dikti dari pengajuan Proposal Bantuan Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional (PKKUI). Program ini akan dilakukan selama 11 hari, mulai dari tanggal 14 hingga 25 Agustus 2017.

Terdapat 10 peserta dari 2 perguruan tinggi asing, yakni: Sarawut Buasa, Nitchaya Namthong, Achiraya Korhong, dan Wichapohn Suppajindakorn dari Kasertsart University, Thailand; serta Nur Shakira binti Mohd Mostajab, Nur Amalina binti Muhammad Fadlullah Ng, Hairie Amrie bin Amran, Iqbal Amzar bin Bukhory, Nur Farhah Syahirah binti Hamdan, dan Noor Husnina binti Noor Azam dari Universiti Teknologi Mara, Malaysia.

Ke-sepuluh mahasiswa tersebut akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti belajar mengenai biodiesel, pembuatan tulang daun, serta pengenalan budaya Indonesia.

(Cesar Abdul, Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 351 kali

Sikap Menghormati Pimpinan Terus Tertanam di Hati Mahasiswa UNNES

Jumat, 11 Agustus 2017 | 14:52 WIB


Sikap Menghormati Pimpinan Terus Tertanam di Hati Mahasiswa UNNES

Sikap menghormati pimpinan masih tertanam dengan baik di hati sanubari mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Hanya untuk sekedar bertemu, bersalaman lalu kalau bisa berswafoto bersama dengan seorang pejabat dikampus berwawasan konservasi bereputasi internasional ini menjadi suatu kebanggaan yang tiada banding, yang terus jadi kenangan sepanjang masa.

Hal itu lah yang sering terjadi setiap mahasiswa ketemu Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman. Mereka selalu menyalami dan meminta foto bersama.

Prof Fathur juga nampak bersemangat setiap kali bertemu mahasiswa. Bahkan suatu kali, Rektor pernah mengatakan bahwa sambutan yang hangat, yang diberikan mahasiswa  menjadi motivasi untuk terus berbuat yang terbaik pada mahasiswa.

Diera saat ini, menurut Prof Fathur sudah seharusnya begitu, tidak perlu ada jarak antara rektor dan mahasiswa, agar pimpinan UNNES bisa menyelami setiap denyut nadi aspirasi dari siapapun, utamanya mahasiswa sebagai generasi rumah ilmu.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 599 kali

FIS UNNES Lepas Tiga Dosen Calon Haji dan Satu Dosen Purnatugas

Jumat, 11 Agustus 2017 | 14:17 WIB


FIS UNNES Lepas Tiga Dosen Calon Haji dan Satu Dosen Purnatugas

Haji itu persoalan niat. Banyak orang kaya yang sebenarnya mampu secara finansial melaksanakan ibadah haji, namun menunda-nunda dan bahkan tak memiliki keinganan untuk memenuhi rukun islam yang satu ini.

Hal tersebutlah yang disampaikan oleh Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Dr H Fahrudin Azis Lc saat tengah memberikan tausyiah dihadapan Pimpinan, Dosen, dan Tenaga Kependidikan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNNES pada Jumat pagi (11/8), bertempat di Gedung C7 FIS UNNES.

Tausyiah ini diberikan dalam rangka melepas tiga Dosen FIS yakni Drs Moh Solehatul Mustofa MA beserta Ibu, Drs Sriyono MSi beserta Ibu, dan Drs Setiajid MSi beserta Ibu yang akan bertolak ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Selain itu, acara ini juga diselenggarakan untuk melepas Dosen Jurusan Geografi Drs Sunarko MPd yang akan segera memasuki masa purnatugas.

“Untuk menjadi haji mabrur, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan sekali-kali menggunakan uang yang tidak halal untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Kedua, niatkan dalam hati, bahwa haji itu ibadah dan cara kita menunjukkan bakti kepada Allah, bukan untuk bertamasya ataupun bersenang-senang” jelas Dr Fahrudin.

Sejatinya, tambah Dr Fahrudin, ibadah haji dan bekerja itu sama-sama memerlukan keikhlasan. Keikhlasan untuk menahan diri dari segala hal yang tidak halal, termasuk gaji. Bagi seorang pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) memperoleh gaji ataupun rezeki yang halal merupakan hal yang penting.

“Barangsiapa selama bekerja hingga masa pensiunnya tiba dengan penuh keikhlasan dan selalu menggunakan rezeki yang halal, maka hidupnya pasti akan lebih berkah. Rezeki yang kita dapat selama bekerja akan kita pertanggung jawabkan di akhirat kelak. Ketika dimintai pertanggungjawaban, orang yang berangkat dengan rezeki yang halal, pasti akan Allah permudah segala urusannya, termasuk di akhiratnya nanti” tandasnya.

Pelepasan ditutup dengan sesi salam-salaman, berfoto bersama, dan makan bersama. Hingga Agustus 2017, tercatat sebanyak 23 warga UNNES akan bertolak ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji.

(Dwi Hermawan, Student Staff)


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 898 kali

Teguhkan Muruah Konservasi, UNNES Cabut Laporan Kepolisian

Kamis, 10 Agustus 2017 | 17:51 WIB


Teguhkan Muruah Konservasi, UNNES Cabut Laporan Kepolisian

Dalam rangka penguatan muruah konservasi, Rektor Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum, menerbitkan rekomendasi kepada koordinator satuan pengmanan untuk mencabut laporan ke Polrestabes Semarang. Laporan tersebut terkait adanya dugaan pelanggaran UU ITE (UU No 11 Tahun 2008) yang dilakukan oleh dua orang mahasiswa JBH dari fakultas hukum dan HAM dari fakultas. Surat rekomendasi tersebut diterbitkan Rektor terkait dengan iktikad baik kedua mahasiswa tersebut yang telah siap meminta maaf kepada UNNES atas unggahan mereka yang berpotensi mencemarkan nama baik UNNES dan Menristekdikti.

Sebelumnya, Rektor UNNES menyampaikan bahwa laporan kepada polrestabes adalah usaha pembinaan karakter mahasiswa untuk menggunakan media sosial secara lebih bijak. Rektor sangat mengapresiasi kritik dan saran mahasiswa yang disampaikan kepada UNNES maupun lembaga lain di Pemerintahan tapi mahasiswa tidak boleh melanggar norma dan etika kemahasiswaan pada proses penyampaian kritik tersebut.

Orang tua mahasiswa HAM, Bapak S, menyambut baik rekomendasi pencabutan tuntutan tersebut karena Bapak S berharap putranya segera menyelesaikan studinya di UNNES. Bapak S juga menyadari unggahan tersebut telah berpotensi mencemarkan nama baik UNNES dan karena itu Bapak S turut memohon maaf atas apa yang telah dilakukan putranya.

Sebelumnya, UNNES mengkonfirmasi adanya dugaan pelanggaran UU ITE (UU No 11 Tahun 2008) yang dilakukan oleh dua orang mahasiswa JBH dan HAM. JBH diduga mencemarkan nama baik UNNES dan Menristekdikti pada platform facebook sedangkan HAM diduga mencemarkan nama baik UNNES dan Menristekdikti pada platform instagram. Dua kejadian tersebut diduga terjadi pada tanggal 7 Mei 2017. Koordinator satuan pengamanan UNNES melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Semarang tanggal 9 Mei 2017. JBH dan HAM sebelumnya mengunggah sebuah piagam penghargaan berisi ‘piagam penghargaan dianugerahkan kepada Mohamad Nasir Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi atas capaian telah mencederai semangat asas ketunggalan UKT di perguruan tinggi’ yang ditandatangani oleh presiden BEM KM UNNES.


Penulis: Hendi Pratama Dibaca : 1.695 kali

Perkuat Internasionalisasi, FE UNNES Hadirkan Visiting Profesor dari UteM Malaysia

Kamis, 10 Agustus 2017 | 13:27 WIB


Perkuat Internasionalisasi, FE UNNES Hadirkan Visiting Profesor dari UteM Malaysia

Tahun 2017 merupakan tahun reputasi untuk terus melejit di tingkat internasional, oleh karena itu Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (FE UNNES) menghadirkan pakar dari Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UteM) Malaysia Dr Sentot Imam Wahjono dalam acara Visiting Profesor di Aula FE kampus Sekaran Gunungpati.

Kegiatan tersebut mengusung tema “ International Initiatives Strategic for Higher Education “ dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai strategi-strategi dalam rangka internasionalisasi yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi.

Dekan FE Dr Wahyono MM saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa FE telah melakukan berbagai upaya dalam rangka internasionalisasi diantaranya keikutsertaan dosen dalam konferensi internasional dengan output jurnal bereputasi yang terindeks scopus, jalinan kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri salah satunya dengan UteM, penyelenggaraan guest lecturer, program student exchange, PKL dan KKN antar bangsa, serta kegiatan-kegiatan internasionalisasi lainnya. Dengan kehadiran Dr Sentot, diharapkan kerjasama antara Utem dan FE UNNES semakin ditingkatkan.

Dr Sentot dalam pemaparannya menyampaikan terlebih dahulu mengenai latar belakang internasionalisasi perguruan tinggi yang mencakup aspek sosial & budaya, ekonomi, akademik, dan kompetisi.

Selain itu, juga menyampaikan arti pentingnya meningkatkan rangking perguruan tinggi seperti webometrics, UI Green Matric, dan lain-lain. UteM membuka jalinan kerjasama seluas-luasnya dengan peguruan tinggi di Indonesia seperti dalam kolaborasi atau kerjasama pendanaan penelitian.

Kemudian, menyampaikan mengenai pengalaman-pengalaman UteM dalam kegiatan internasional. UteM juga menawarkan program menulis skripsi bagi mahasiswa terakhir untuk dapat menulis skripsi bantuan dari dosen-dosen dari UteM.


Penulis: Sihono Dibaca : 178 kali

Lima Anggota Baru Mahapala UNNES Peroleh Seragam Lapangan di Puncak Sindoro

Kamis, 10 Agustus 2017 | 10:03 WIB


Lima Anggota Baru Mahapala UNNES Peroleh Seragam Lapangan di Puncak Sindoro

Lima orang angota baru angkatan XXXVII Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapala) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan pengambilan kaos lapangan berwarna biru di Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tegah. Kamis-Minggu (27-30/7) yang lalu.

Ketua panitia Hardiyanto menyampaikan, pendakian dimulai dari Desa Bansari yang dikenal mempunyai jalur tertutup dan panjang, kemudian turun melalui Desa Kledung.

Untuk mencapai puncak Gunung Sindoro, lanjut Hardiyanto, melalui jalur Bansari dibutuhkan waktu selama 9 jam. Selama kegiatan mereka juga di dampingi oleh 7 orang anggota aktif.

Hardiyanto menjelaskan, selain pemenuhan atribut Kaos Lapangan kegiatan ini juga merupakan pendewasaan bagi anggota baru dengan mengkonsep kegiatan sendiri dari pra kegiatan sampai pasca kegiatan.

Tidak hanya pendakian saja, peserta juga dilatih untuk belajar navigasi dan observasi di basecamp Bansari dan Kledung untuk mengetahui pengelolaan pelayanan pendaki yang meliputi perizinan, fasilitas yang ada, rescue dan pengelolaan sampah. Melalui kegiatan ini diharapkan jiwa kepemimpinan tumbuh dalam diri mereka.

Kelima anggota baru itu yakni Mia Nur Mufida, Umi Rodliyah (Akuntansi), Yulvah Sadiyah (Geografi), Mila Santika (Bahasa Indonesia), dan Edelwis Hilda Safira (PGPAUD).


Penulis: Sihono Dibaca : 228 kali

Mahasiswa Unnes Siap Berlayar Dan Mengabdi Dalam Ekspedisi Nusantara Jaya 2017

Rabu, 9 Agustus 2017 | 11:57 WIB


Mahasiswa Unnes Siap Berlayar Dan Mengabdi Dalam Ekspedisi Nusantara Jaya 2017

Sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) dilepas secara resmi oleh Rektor didampingi oleh wakil rektor bidang kemahasiswaan untuk mengikuti program Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 dari Kementerian Koordinator Maritim RI, Rabu (9/8).

Kegiatan yang melibatkan 68 siswa, 1000 mahasiswa, dan 2000 pemuda ini akan diselenggarakan dalam rentang waktu Agustus—Oktober 2017. Tercatat 11 mahasiswa UNNES, Eri Pradiptya (FIP), Ana Fatwatush (FIP), Rizky Yanuar (FIP), Iqbal Ibnu Jamil (FE), Erik Prasetyo (FMIPA), Umniyyatuz Zulfa (FMIPA), Rizky Zulfa (FMIPA), Fitriana Puspitarani (FIK), Tri Septa Anggraini (FIK), Maskuniawan (FIK), dan Adit (FIP) akan melaksanakan pengabdian di sejumlah wilayah di Indonesia di antaranya Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Kepulauan Bangka Belitung selama maksimal 10 hari.

Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman MHum berpesan, jaga nama baik UNNES dan sebarkan kebaikan lewat dunia nyata dan dunia maya dalam mengikuti pengabdian Ekspedisi Nusantara Jaya.

Ditambahkan, Wakil Rektor bidang kemahasiswaan Dr Bambang BR menyampaikan, UNNES selalu mendorong mahasiswa yang berprestasi, tunjukkan prestasi kalian. Setelah kembali ke kampus dan membawa ilmu dan pengetahuan yang diperoleh selama berkegiatan, sebarkan pengalaman, inspirasi agar menjadi mahasiswa lainnya yang ada di UNNES untuk turut terpacu melakukan kegiatan-kegiatan yang bermutu.

Ke-11 mahasiswa UNNES ini juga menginisiasi terbentuknya kelompok ENJ UNNES sebagai cikal bakal kelompok mahasiswa yang akan membantu peserta ENJ dari UNNES di tahun berikutnya. Dalam pelaksanaannya, peserta ENJ dituntut kreatif dalam mengembangkan potensi masyarakat di daerah-daerah terutama untuk percepatan pembangunan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Seperti yang dikemukan oleh Erik Prasetyo, mahasiswa Biologi FMIPA Unnes, bahwa dalam waktu yang sangat singkat, ia beserta timnya akan melaksanakaan serangkaian kegiatan yang membantu masyarakat pesisir di Pulau Bontu-Bontu Provinsi Sulawesi Tenggara, salah satunya adalah transplantasi karang di laut Pulau Bontu-Bontu.

Eri Pradiptya yang dipilih sebagai koordinator ENJ Unnes berharap melalui program ENJ ini dapat menjadi salah satu pengalaman berharga dalam mengimplementasikan salah satu dari tri dharma perguruan tinggi.

Melalui ENJ, Pemerintah mengharapkan adanya perpanjangan tangan Negara melalui pemuda-pemuda terbaik nusantara dengan ikut terjun langsung membangun masyarakat di daerah-daerah terpencil, terluar, perbatasan, dan wilayah timur Indonesia. Dengan mengusung tema “Bersama Membangun Negeri” sejumlah 2000 pemuda pemudi terbaik bangsa akan diberangkatkan menggunakan Kapal Perintis untuk menjangkau pulau-pulau kecil dan terluar Indonesia.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 587 kali

Ombudsman Jateng Apresiasi Positif Tata Kelola UNNES

Rabu, 9 Agustus 2017 | 11:04 WIB


Ombudsman Jateng Apresiasi Positif Tata Kelola UNNES

Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, mengapresiasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) atas informasi yang transparan dan akuntabel pada pengelolaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) dan upaya edukasi UNNES terhadap mahasiswa yang sedang belajar berdemokrasi dengan menjunjung etika akademis.

Kepala Perwakilan Ombudsmen Jawa Tengah Sabarudin Hulu mengatakan, Apresiasi ini diberikan atas kesungguhan dan keberhasilan pihak UNNES dalam membangun kapasitas perguruan tinggi bereputasi, yaitu kebersamaan, integritas yang juga mencakup ketulusan dan kejujuran, serta kerja nyata yang cerdas.

Sabarudin, yang hadir didampingi Achmad Ben Bella, Elyna Noor Dina, Dewi Ayu Wulandari, dan budiyanto juga mengapresasi positif atas tata kelola UNNES yang sehat (GGU) dan berintegirtas mendidik mahasiswa dengan tradisi prestasi dan karakter.

Menurut Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman, adalah sebuah kecerdasan mutlidimensi dari insan di Rumah Ilmu mengambil hikmah dalam setiap masalah, mengubah masalah menjadi berkah, mengubah tantangan menjadi peluang, mengubah loyang menjadi emas.

Prof Fathur juga berharap, semoga dengan kebersamaan kita semua dalam menjalankan amanah akan mampu membawa UNNES bereputasi dunia.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 367 kali

Rektor UNNES Ingatkan untuk Menjaga Mutu dan Tradisi UNNES Berprestasi

Selasa, 8 Agustus 2017 | 12:29 WIB


Rektor UNNES Ingatkan untuk Menjaga Mutu dan Tradisi UNNES Berprestasi

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan anggota senat, Ketua Jurusan, Ketua Laboratorium, Ketua Program Studi, Kabag, dan Kasubbag Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Selasa (8/8) di Dekanat Kampus Sekaran Gunungpati.

Dalam kunjungan kali ini yang dipandu oleh Dekan FBS Prof Agus Nuryatin, Fathur Rokhman menekankan pada dua hal, yakni kunci sukses peningkatan kualitas serta tradisi UNNES berprestasi dan berkarakter.

UNNES yang saat ini berubah menjadi institusi kependidikan dengan akreditasi A, mahasiswa berprestasi dan berkarakter yakni lulus tepat waktu, IPK tinggi, bela negara, berjiwa kewirausahaan, dan berkarakter konservasi.

UNNES 2017 merupakan tahun reputasi, yakni unggul dalam tridarma di atas standart Dikti. Demi mempertahankan dan meningkatkan mutu dan layanan lembaga terdapat beberapa cara yakni meningkatkan kedisiplinan, menjaga koordinasi, mematuhi pakta integritas, melampaui standar nasional, memberikan layanan prima, dan mengambil keputusan berbasis data.

Mempertahankan usaha – usaha tersebut akan membuat UNNES lebih berprestasi. Hal ini terbukti dengan prestasi yang telah diraih oleh universitas ini. Pada tahun ini, UNNES telah berhasil mendapatkan Akreditasi A, memiliki pakta integritas, dan merumuskan naskah deklarasi dari Semarang untuk Indonesia guna menjaga keutuhan negara.

Prof Fathur juga menyampaikan prestasi FBS diantaranya, Capaian kinerja, peringkat akademik, peringkat sumber daya manusia, peringkat kerja sama, dan perinkat prestasi mahasiswa.

Kegiatan diakhiri sesi tanya jawab, diharapkan dari acara koordinasi ini budaya mutu dan berprestasi dapat terjaga demi meraih visi UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.


Penulis: Sihono Dibaca : 443 kali

Mahasiswa Jangan Minder UNNES Peringkat 1O PTN Indonesia

Selasa, 8 Agustus 2017 | 8:57 WIB


Mahasiswa Jangan Minder UNNES Peringkat 1O PTN Indonesia

Sebanyak 13 kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Semarang (UNNES) siap berlaga dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Universitas Muslim Indonesia Makasar 22-29 Agustus mendatang.

Saat membuka acara karantina, Senin (7/8), Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan  Dr Bambang Budi Raharjo MSi berharap banyak medali emas yang diperoleh dari kelompok dengan nama Tim Garuda UNNES 2017 ini.

Dr Bambang juga berpesan, tim Garuda UNNES 2017 tidak boleh minder di ajang bergengsi bagi semua lapisan mahasiswa yang di adakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI). Sebab UNNES sudah diperingkat 10 besar PTN di Indonesia.

Menurut koordinator tim Garuda UNNES 2017, Tommy Yuniawan MHum, saat ini ketigabelas tim tersebut sudah masuk karantina selama 3 hari (7-10/8). Masa karantina difokuskan pada review laporan akhir PKM, Artikel , Poster dan Presentasi PKM.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 983 kali

Tingkatkan Publikasi Internasional, UNNES – UPSI Malaysia adakan Workshop Joint Manuscript Clinic

Senin, 7 Agustus 2017 | 12:45 WIB


Tingkatkan Publikasi Internasional, UNNES – UPSI Malaysia adakan Workshop Joint Manuscript Clinic

Bekerjasama dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Universitas Negeri Semarang (UNNES) adakan workshop joint manuscript pada Senin (07/8) di gedung LP2M, Kampus Sekaran, Gunungpati. Acara ini menghadirkan Prof Dr Totok Sumaryanto F MPd, selaku pembuka acara dan Prof Dr Mohamed Nor Azhari Azman, sebagai pembicara utama.

Dalam workshop ini, Prof Azman memberikan tips mengenai publikasih jurnal ilmiah berindeks ISI/Scopus. Ia menyatakan bahwa akademisi perlu meningkatkan h-index untuk bisa membuat jurnal yang mereka buat semakin valid.

Selain itu, ia menambahkan bahwa meningkatkan penggunaan jurnal secara online juga dapat dilakukan dengan mengunggah jurnal pada situs akademik. Beberapa situs yang ia rekomendasikan adalah google scholar, academia, dan lainnya.

Lebih lanjut, pengunggahan dan publikasi jurnal secara online akan berguna bagi kalangan akademisi, baik untuk perkembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas akademik, ataupun meningkatkan penilaian akreditas kampus atau jurusan.
(Cecar, Magang)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 550 kali

18 Mahasiswa PPG SM3T UNNES PPL di SMAN 13 Semarang

Senin, 7 Agustus 2017 | 10:32 WIB


18 Mahasiswa PPG SM3T UNNES PPL di SMAN 13 Semarang

Sebanyak 18 mahasiswa Program Profesi Guru Sarjana Mendidik di daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal (PPG SM3T) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA N 13 Semarang.

Dosen Koordinator Sony Zulfikri MPd saat menyerahkan mahasiswa PPL menyampaikan, UNNES saat ini menerjunkan sebanyak 18 mahasiswa untuk ber PPL di SMAN 13 Semarang. Untuk itu mohon bimbingan dan arahan kepada Bapak/Ibu guru SMAN 13 ini meskipun mereka sudah memiliki pengalaman di daerah 3T.
Harapannya, mahasiswa yang ber PPL di SMAN 13 ini sampai selasai kembali ke kampus lagi tetap utuh sejumlah 18 mahasiswa.

Kepala Sekolah Dra Endah Dyah Wardani MPd yang diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Suparliyanto SPd saat menerima mahasiswa PPL menyampaikan, kami sangat berterima kasih kepada UNNES yang telah mempercayakan SMAN 13 Semarang sebagai sekolah mitra. Kedatangan mahasiswa PPL PPG dari UNNES ini pihak sekolah sangat terbantu dibuktikan bahwa dengan adanya kehadiran dua angkatan sebelumnya.

Suparliyanto juga menjelaskan bahwa banyak guru SMAN 13 Semarang ini lulusan dari PPG SM3T UNNES. Untuk itu jagalah hubungan baik antara mahasiswa PPL PPG UNNES dengan warga sekolah, serta mahasiswa PPL dari Universitas Islam Negeri (UIN) Semarang.


Penulis: Sihono Dibaca : 336 kali

Pomprov Jateng, UNNES Peroleh 3 Emas 4 Perak dan 3 Perunggu

Minggu, 6 Agustus 2017 | 21:32 WIB


Pomprov Jateng, UNNES Peroleh 3 Emas 4 Perak dan 3 Perunggu

Perjuangan tim pencak silat Univeritas Negeri Semarang (UNNES) tidak sia-sia, bahkan berbuah gemilang. Tak tanggung-tanggung, pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Tengah berhasil didulang emas, yaitu Wahyu Abaskoro, Danang Faizal, dan Qoriatu L.

Selain emas, mahasiswa binaan Dra MM Endang Sri Retno MKes itu menyumbangkan perak dan perunggu. Feni Nurdiyanto, Ridho Dwi R, Muh Suprayitno, dan Nur Rahmah meraih Perak. Adapun Naldini M, Pradesta Ayu K, dan Akhuniyatun meraih perunggu. Dengan demikian, UNNES memperoleh 3 emas 4 perak, dan 3 perunggu.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang Budi Raharjo MSi, sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas keberhasilan para atlit unnes pada Kejuaraan yang dilangsungkan di Universitas Sultan Agung Semarang, Sabtu – Munggu (5-6/8).

Dr Bambang juga berharap prestasi gemilang ini menjadi motivasi bagi atlet dan mahasiswa universitas berwawasan konservasi bereputasi internasional ini.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 417 kali

Pemberdayaan Ibu Tangguh untuk Mencegah DBD dengan Modifikasi Suna Traps

Jumat, 4 Agustus 2017 | 12:56 WIB


Pemberdayaan Ibu Tangguh untuk Mencegah DBD dengan Modifikasi Suna Traps

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang mengancam masyarakat di Indonesia, termasuk Kota Semarang.

Upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dilakukan untuk mencegah penularan DBD dengan menurunkan populasi nyamuk Aedesaegypti. Seperti yang dilakukan oleh kelompok Dasa Wisma Kelurahan Patemon RW 7 yang sudah aktif melaksanakan kegiatan PSN melalui pemeriksaan jentik berkala dan menggunakan obat nyamuk bakar atau oles untuk pencegahan.

Namun demikian, dalam melakukan pengendalian vektor nyamuk Aedesaegypti diperlukan penanganan yang ramah lingkungan agar tidak menimbulkan resistensi serangga seperti jika dilakukan menggunakan obat nyamuk bakar atau oles.

Hal tersebutlah yang mendorong dosen dan mahasiswa UNNES yang tergabung dalam program Pengabdian kepada Masyarakat bagi Dosen untuk melakukan pemberdayaan dan pelatihan Kader Jumantik dan pembuatan Suna Traps untuk menurunkan populasi Vektor DBD, Rabu (26/7).

“Kasus DBD didominasi oleh balita dan anak-anak, sehingga perlu adanya upaya dari ibu untuk ikut aktif melakukan pencegahan” ungkap Ketua pelaksana sekaligus dosen jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat FIK UNNES drh Dyah Mahendrasari Sukendra MSc.

Suna Traps merupakan metode pengendalian vektor yang tergolong baru dan dikembangkan pertama kali di Belanda. Menggunakan barang-barang bekas tak terpakai di rumah tangga, dan melatih ibu-ibu muda untuk membuat modifikasi Suna Traps.

Menurut peserta, Suna Traps modifikasi ini mudah dibuat dan mudah diaplikasikan. Hanya dengan menghubungkannya pada arus listrik, putaran kipas akan menyedot nyamuk dan memerangkapnya kedalam kandang nyamuk.

Kegiatan pengabdian masyarakat bagi dosen yang diprakarsai oleh tiga dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat UNNES ini, yakni drh Dyah Mahendrasari Sukendra MSc, dr Fitri Indrawati MPH, dan Bertakalsa Hermawati SPsi MSi merupakan perwujudan nyata salah satu tri dharma perguruan tinggi dan memberikan kebermanfaatan UNNES untuk masyarakat di sekitar lingkungan kampus.

(Dwi Hermawan, Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 364 kali

Rektor Tegaskan Mahasiswa UNNES Adalah Generasi Rumah Ilmu

Jumat, 4 Agustus 2017 | 12:43 WIB


Rektor Tegaskan Mahasiswa UNNES Adalah Generasi Rumah Ilmu

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum menegaskan, kampusnya akan terus menyiapkan profesionalisme calon guru. Kebijakan ini ditempuh agar kompetensi guru meningkat, sehingga berimbas pada mutu pendidikan.

Kepada peserta orientasi perkuliahan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Tahun 2017, profesor ilmu sosiolinguistik itu mengingatkan bahwa peserta PPG adalah warga kampus yang akan menambah khazanah etalase rumah ilmu sebagai pengemban peradaban.

Karena semua mahasiswa UNNES ini laksana generasi rumah ilmu yang selalu bersinar terang menghadirkan inovasi dan inspirasi dengan ilmu, pengetahuan dan ketrampilan serta bekal hidup yang memadai yang dididik dan ditempa penuh rasa asah, asih, asuh.

Menurut Prof Fathur, hidup bukanlah untuk mengeluh dan mengaduh, hidup untuk mengukir cinta memberi makna bagi semesta. Dan adalah kecerdasan saat  kita menjadikan peristiwa apapun menjadi hikmah.

Karena Allah telah melimpahkan akal budi agar kita menjadi  mulia. Mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Mengubah loyang menjadi  emas. Mengubah musibah menjadi berkah.

Kepada para peserta Prof Fathur juga memberikan pesan, teruslah berjuang anak-anakku, anak Indonesia, insan cendekia. Rentangkan silaturahmimu, ukirlah  preatasi di rilis waktu pengabdianmu untuk kibarkan UNNES bereputasii menjulang setinggi angkasa. Untuk teguhkan Indonesia yang damai dan jaya.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 77 kali

Mahasiswa UNNES Juara Lomba Debat Dan Argumen Parade Cinta Tanah Air

Jumat, 4 Agustus 2017 | 12:16 WIB


Mahasiswa UNNES Juara Lomba Debat Dan Argumen Parade Cinta Tanah Air

Dua tim Debat dan Argumentasi Universitas Negeri Semarang (UNNES), menjadi juara Lomba Debat dan Argumen Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat Jawa Tengah. Lomba ini kerjasama antara Kementrian Pertahanan RI dengan Kementrian Pendidikan Nasional yang digelar di Gedung Juang 1945 Semarang, Kamis (3/8).

Dua Tim UNNES awalnya masuk 8 besar dan pada giliran final menempati Juara I dan II. Selanjutnya disusul Juara III dari Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Juara III Universitas Wahid Hasyim Semarang. Sebelumnya di kategori pelajar SMA, Juara I diraih SMA Negeri 2 Semarang, Juara II SMA Negeri 1 Boyolali dan Juara III SMA taruna Nusantara Magelang.

Lomba Debat dan Argumentasi pada pelaksanaan tahun ini cukup mendapat perhatian para pelajar dan mahasiswa, khususnya keikutsertaan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Jawa Tengah cukup tinggi.

Dengan lomba ini diharapkan, perserta dapat melihat  permasalahan bangsa dan berani memberikan argumen berupa solusi menurut cara pandangnya sebagai pelajar dan mahasiswa. Dari sinilah menurut Kristijarso akan membiasakan para generasi muda berpikir kritis untuk memberikan kontribusi bagi masa depan bangsa Indonesia.

Saat menerima pemenang  Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNNES Dr Bambang BR yang didampingi pembimbing mahasiswa Rudi Salam MPd menjelaskan, mahasiswa harus mampu menangkis faham radikalisme yang kini sudah masuk ke kampus.  Jangan lupa, selain radikalisme mahasiswa juga tidak boleh melakukan  ujaran kebencian di media sosial , menyebar hoax, praktik pembulian dan sejenisnya .

Peserta PCTA itu adalah,  Erina Fionita Nurfajila, Ilmu Politik. jurusannya PKn(Politik dan Kewarganegaraan), Sodikun ( Akuntansi), Nurul Hidayah (PKn,Politik dan Kewarganegaraan),  Kresna Bayu Perdana  (Politik dan Kewarganegaraan)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 319 kali

Langkah Prof Subyantoro Kembangkan Linguistik Forensik di Indonesia

Jumat, 4 Agustus 2017 | 10:57 WIB


Langkah Prof Subyantoro Kembangkan Linguistik Forensik di Indonesia

Peran ilmu bahasa semakin besar dalam pemecahan masalah hukum di Indonesia. Kondisi itulah yang mendorong profesor ilmu psikolinguistik Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Subyantoro MHum mengembangkan subdisiplin baru bernama Linguistik Forensik.

Untuk menunjang hal itu, ia baru saja menerbitkan buku dengan judul sama: Linguistik Forensik. Buku itu bisa dinikmati masyarakat dalamw aktu dekat ini.

Selain kondisi itu, dorongan untuk mengembangkan Linguistik Forensik juga tumbuh karena ia banyak terlibat dalam penanganan berbagai kasus, baik pidana maupun perdata.

Menurut Subyantoro, di Inggris disiplin ilmu telah berkembang sejak tahun 1980-an. Di sana, publikasi mengenai subdisiplin itu juga sudah cukup banyak. Namun di Indonesia, kajian mengenai Linguistik Forensi masih relatif baru.

Padahal, “Setelah media sosial muncul, semakin banyak kasus-kasus hukum yang memerlukan peran linguistik. Seperti penghinaan, ujaran kebencian, dan pencemaran nama baik,” katanya.

Sebagai subdisiplin ilmu, menurutnya, Linguistik Forensik adalah cabang linguistik terapan yang paling baru. Linguistik Forensik memanfaatkan berbagai subdsiplin lain yang telah ada seperti fonologi, semantik, pragmatik, wacana, dan psikolinguistik.

Menurutnya, pengembangan Linguistik Forensik harus harus dilakukan secara komprehensif dengan memanfatakan aneka subdisiplin yang sudah ada. Dengan begitu, hasilnya pun bersifat komprehensif dan lebih akurat.

Dalam banyak kasus selama ini, ahli bahasa kerap memiliki pendapat yang berbeda saat menghadapi kasus. Hal itu terjadi karena simpulan ditarik berdasarkan kepakaran masing-masing. Ahli pragmatikhanya berdasarkan pragmatik, ahli wacana hanya menganalisis berdasarkan wacana, dan sebagainya.

Karena itulah, agar Linguistik Forensi semakin berkembang, diperlukan kajian intas disiplin.

Profesor yang akrab disapa Prof Bi ini yakin kajian ini semakin diperlukan. Oleh penegak hukum, misalnya, linguistik forensik diperlukan penyidik untuk menggali data yang akurat dalam wawancara dengan terduga atau tersangka pelaku tindak pidana. Di pengadilan, subdisiplin ilmu berguna untuk menilai apakah kesaksian saksi dapat dipercaya atau tidak.

Berdasarkan pengalamannya terlibat dalam berbagai kasus, Subyantoro berpendapat lingustik forensik diperlukan dalam kasus perdata dan pidana.

“Kalau perdata itu lebih banyak ke bahasa tulis. Kalau pidana lebih banyak ke bahasa lisan,” katanya.

Jika ilmu itu diterapkan, subdisiplin ilmu ini juga akan berguna untuk mengidentifikasi keaslian barang bukti. Selama ini, pengujian kesahihan barang bukti dilakukan dengan teknologi informasi. Linguistik Forensik memungkinkan fitur-fitur linguistik seperti warna suara atau timbre dikaji untuk menguji kesahihan barang bukti. Dari aspek fonologi, bisa dikaji bahwa penciri vokal seseorang dengan orang lainnya juga berbeda.

Agar memperoleh kajian yang baik, lanjutnya, Linguistik Forensik harus terbuka mengembangkan diri dengan menggandeng disiplin ilmu lain. Baik dalam internaal linguistik maupun dengan displin ilmu lain.

Oleh karena itu, ke depan ia berencana melakukan penelitian bersama, salah satunya dengan skema penelitian payung.

“Harus dilakukan kajian bersama. Ilmu ini akan semakin berkembang jika ada kerja sama lintas disiplin,” katanya.


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 488 kali

Siapkan Guru Profesional, UNNES Tingkatkan Revitalisasi LPTK

Kamis, 3 Agustus 2017 | 14:48 WIB


Siapkan Guru Profesional, UNNES Tingkatkan Revitalisasi LPTK

Universitas Negeri Semarang (UNNES) sekarang atas arahan dari Kemenristekdikti akan membuka program studi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Ini sebagai bagian dari revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk penyiapan guru Indonesia yang profesional.

Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyampaikan itu saat membuka Orientasi Perkuliahan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Tahun 2017, Kamis (3/8) di LP3 UNNES kampus Sekaran Gunungpati.

Hadir sebagi nara sumber Dr Totok Bintoro MPd dan Dr Dwi Wijanarko dari Kemristekdikti.

Jumlah LPTK di Indonesi ada 400 lebih yang negeri eks IKIP ada 12 ada dalam bentuk asosiasi LPTK terus melakukan pertemuan untuk mengembangkan berbagai upaya dalam revitalisasi LPTK. Dimana LPTK itu harus kuat yakni dalam standar. Standar program LPTK itu ada dalam standar nasional Dikti, UNNES sudah menjadi perguruan tinggi unggul dengan akreditas A maka memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu secara berkelanjutan agar mutu UNNES dalam pelaksanaan program studi di atas standar nasional atau melampaui standar nasional.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pengembangan PPG dan Sertifikasi Drs Agus Yuwono MSi MPd melaporkan, jumlah peserta yang dinyatakan lolos tes on line dan penempatan PPG di LPTK UNNES sejumlah 50 orang, namun 3 orang tidak melakukan lapor diri sehingga yang mengikuti kegiatan ini 47 orang.

Perkuliahan dilaksanakan selama 4 bulan akan menempuh 36 SKS terdiri atas 24 SKS di perkuliahan dan 12 SKS berdasarkan penghitungan RPL melalui portofolio.

 

 


Penulis: Sihono Dibaca : 486 kali

Tingkatkan Publikasi, UNNES Selenggarakan Pelatihan Layout bagi Mahasiswa Pengelola Jurnal

Kamis, 3 Agustus 2017 | 13:43 WIB


Tingkatkan Publikasi, UNNES Selenggarakan Pelatihan <em>Layout </em>bagi Mahasiswa Pengelola Jurnal

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini berlangsung dengan pesat. Publikasi IPTEK menjadi bagian tak terpisahkan dari sebuah hasil penelitian.

Hal tersebutlah yang mendorong 20 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) mengikuti pelatihan penyusunan layout jurnal mahasiswa pada Rabu (2/8) bertempat di gedung G Lantai 1 Perpustakaan Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Pelatihan yang didampingi oleh Staf Pengembang Jurnal Yoris Adi Marreta SPd ini diselenggarakan selama dua hari.
Sebelumnya pelatihan telah diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

“Dalam layout sebuah jurnal banyak hal yang perlu diperhatikan, diantaranya volume, nomor, dan tahun publikasi. Harus teliti dan berhati-hati” jelas Yoris.

Ia menambahkan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah nomor ISSN dan penempatan diagram ataupun tabel.
“Kalau tabel keterangannya berada diatas, sedangkan untuk diagram, keterangannya ada di bagian bawah gambar” tambah Yoris.

Untuk tahap ini, peserta akan diarahkan pada cara menyusun tata letak sebuah artikel. Tahap selanjutnya, peserta akan diajarkan bagaimana cara mengunggahnya.

Diagendakan pelatihan selanjutnya akan diikuti oleh mahasiswa Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Ekonomi (FE), dan Fakultas Hukum (FH).

(Dwi Hermawan, Student Staff)


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 371 kali

UNNES Dorong Wirausahawan Muda Yang Berprestasi Dan Berkarakter

Kamis, 3 Agustus 2017 | 12:24 WIB


UNNES Dorong Wirausahawan Muda Yang Berprestasi Dan Berkarakter

Sebanyak 7 Proposal dari 11 Proposal Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI)  mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) didanai Kemenristekdikti dengan besaran dana setiap proposal antara 27 sampai dengan 35 juta rupiah.

KBMI bertujuan untuk menumbuh kembangkan wirausaha muda baru dengan luaran meningkatkan unit bisnis mahasiswa yang berhasil dikembangkan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Bambang BR menjelaskan, UNNES selalu  apresiasi dan terus mendorong mahasiswa UNNES yang berprestasi  secara akademik maupun non akademik. Itu dibuktikan dengan 7 proposal KBMI di danai Kemristekdikti yang nilainya hingga 35 juta.

Ia menambahkan, pembinaan kemahasiswaan pun dilakukan hingga mahasiswa dapat mengembangkan bakat dan minat hingga mereka  menjadi  pengusaha-pengusaha muda yang tangguh, inovatif, peduli, dan berkarakter.

Misalnya, Ulfa Nurjanah mahasiswa UNNES yang telah berhasil menjadi pengusaha sukses dengan Mr Cuki nya yang mempunyai omset 90 juta per bulan yang mampu mengangkat martabat keluarganya.

Proposal yang didanai adalah Anindya (FE) 3 proposal, Parmin (FMIPA) 2 proposal, Tsabit (FIS) dan Said (FT) masing-masing membimbing 1 proposal.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 551 kali

Lomba Karawitan oleh UI, Mahasiswa UNNES Juara Lagi

Kamis, 3 Agustus 2017 | 11:50 WIB


Lomba Karawitan oleh UI, Mahasiswa UNNES Juara Lagi

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan Puspa Candra, meraih juara I dalam lomba karawitan bertajuk Tobacco International Karawitan Festival di Desa Senden, Selo, Boyolali, Rabu (2/8). Lomba yang diselenggarakan Universitas Indonesia itu diikuti sebanyak 10 kelompok dari perguruan tinggi nonseni di Indonesia.

Sebelumnya, dalam lomba karawitan yang diselenggarakan pula oleh UI, 2015 lalu, mahasiswa UNNES juga meraih juara I. Tahun ini, juara II diraih oleh Universitas Brawijaya, juara III oleh Universitas Gadjah Mada.

Lomba diselenggarakan sebagai rangkaian Festival Tumbuk Tembakau yang diselenggarakan sebagai Program Pengabdian kepada Masyarakat UI di desa tersebut. Panitia memberikan pilihan materi gending wajib Ladrang Wilujeng Pelog Barang atau Ketawang Sri Narendra Pelog Barang. Selain itu, peserta diminta menyajikan satu buah garapan gending kontemporer.

Untuk pilihan gending tersebut, tim UNNES memilih menyajikan Ladrang Wilujeng Pelog Barang dan Santi Swaran Mampir Ngombe Slendro Manyura. Gending kedua diciptakan oleh dosen Jurusan Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik) UNNES, Widodo.

Juri terdiri atas Darmoko (dosen UI), Yeni Arama (praktisi, Solo), dan Tulus (praktisi, Yogyakarta). Aspek yang dinilai antara lain meliputi leres (benar atau tidaknya permainan), laras (keselarasan permainan antar-instrumen), dan pengucapan cakepan atau syair tembang.

Dari UNNES, hadir dalam kesempatan lomba tersebut, antara lain, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Seni Syahrul Syah Sinaga, pendamping UKM Panembrama Indrawan Nur Cahyono, serta sejumlah dosen FBS. Lomba diselenggaran Rabu mulai pukul 10.00 hingga sore hari. Pengumuman dilakukan sekitar pukul 19.00.

Rektor Prof Fathur Rokhman mengapresiasi capaian mahasiswa yang telah memulai proses secara intensif sejak dua bulan sebelum keberangkatan. Menurutnya, menjadi mahasiswa UNNES harus siap mengukir prestasi.  “Konservasi budaya telah menjadi nafas mahasiswa UNNES. Dari waktu ke waktu, tim karawitan telah juara di berbagai lomba. Hal ini menjadi bukti kampus mendorong untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya kita,” ujarnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Bambang BR juga mengapresiasi capaian ini. Ia berharap hasil ini menjadi pemicu mahasiswa untuk terus berprestasi dan berkarakter. “Meski bukan perguruan tinggi seni, melalui ketekunan dan semangat, kita mampu membuktikan diri menjadi yang terbaik,” katanya.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 301 kali

Prof GoTo School, Generasi Akan Datang Tak Boleh Gagap Teknologi

Rabu, 2 Agustus 2017 | 21:08 WIB


Prof GoTo School, Generasi Akan Datang Tak Boleh Gagap Teknologi

Setelah SMAN 1 Ambarawa giliran SMAN 3 Semarang mendapatkan pendampingan dari Program Prof Go to School dari Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Prof Dr Fathur Rokhman MHum yang kebetulan Rektor UNNES hadir menjadi pembicara. Di SMAN 3 Semarang beliau menjelaskan, kebijakan Pendidikan untuk Menyiapkan SDM Unggul kepada kepala sekolah dan guru dari 65 sekolah SMA negeri maupun swasta di Kota Semarang

Ia menambahkan, sebagai LPTK UNNES berkomitmen untuk mencetak guru yang unggul, berprestasi dan berkarakter, untuk itu kegiatan ini di gelar mulai tahun 2014 sampai dengan sekarang.

Selain itu juga menyampaikan, bahwa pembelajaran harus mampu meningkatkan kompetensi siswa karena itu guru di era ini harus mempunyai kompetensi kepribadian, profesional, pedagogik dan sosial. Tentu saja tidak boleh gagap teknologi agar dapat merespon masa depan dengan baik di era digital ini.

Kegiatan ini dilakukan untuk sebagai wujud pendampingan penguatan kepada sekolah.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 243 kali

Teguhkan Konservasi, Mahasiswa KKN UNNES Wajib Tanam Tiga Pohon Produktif

Rabu, 2 Agustus 2017 | 17:02 WIB


Teguhkan Konservasi, Mahasiswa KKN UNNES Wajib Tanam Tiga Pohon Produktif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahap II tahun 2017 Universitas Negeri Semarang (UNNES) diwajibkan menanam tiga buah pohon produktif ditempat KKN.

Hal tersebutlah, yang disampaikan oleh Wakil Rektor bidang Akademik Prof Dr Rustono MHum saat memberikan arahan kepada 2159 Mahasiswa KKN dan 74 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rabu (2/8) di lapangan Gedung Rektorat Kampus Sekaran Universitas Negeri Semarang (UNNES).

“Setiap mahasiswa diwajibkan menanam tiga pohon produktif di daerah KKN. Keberlangsungan lingkungan bergantung pada upaya manusia untuk melestarikan. Jadi, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk turut melestarikan alam sekitar” jelas Prof Rustono.

Ia mengimbau, saat pelaksanaan KKN, mahasiswa dapat menjaga nama baik UNNES dan membantu memperdayakan masyarakat dengan serius agar masyarakat merasakan nilai dan manfaat dari KKN dan mahasiswa juga dapat belajar banyak dengan masyarakat.

“Melalui KKN, adik-adik dan UNNES diharapkan dapat memberikan andil terhadap pembangunan daerah terutama pedesaan. Adik-adik harus memiliki niat tulus untuk mengabdi dan melaksanakan program dengan baik. Apapun yang diperlukan oleh masyarakat desa, adik-adik harus tanggap dan cekatan untuk mengenali masalah dan upaya penyelesaiannya” tambah Wakil Rektor sekaligus Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni tersebut.

Dalam laporannya, Kepala Pusat Pengembangan KKN UNNES Dr Dwijanto MS menjelaskan KKN tahap II tahun 2017 ini terbagi atas KKN Kebangsaan di Gorontalo, KKN Alternatif II-A, Lokasi Tahap 1, Revolusi Mental (KKN RM), Pengentasan Kemiskinan (KKN PK), dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM).

“Mahasiswa KKN diterjunkan di lima kabupaten/kota yakni Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Wonosobo. Mereka nantinya akan melaksanakan program kerja yang telah disusun ditiap tiap lokasi KKN.” jelas Dr Dwijanto

(Dwi Hermawan, Students Staff)


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 555 kali

Rektor UNNES; Pelaporan Kepolisian Bukan Pembungkaman Demokrasi

Rabu, 2 Agustus 2017 | 14:09 WIB


Rektor UNNES; Pelaporan Kepolisian Bukan Pembungkaman Demokrasi

Pelaporan kepolisian oleh Biro Umum Hukum dan Kepegawaian (BUHK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) terkait dugaan pelanggaran pidana (KUHP) pada oknum mahasiswa berinisial JBH dan HAM, bukan karena pembungkaman demokrasi, larangan menyampaikan pendapat atau kritik, melainkan karena dugaan pelanggaran Hukum UU ITE. Sebab, keduanya telah mengunggah sebuah dokumen tidak patut yang ditujukan pada Menristekdikti saat acara di UNNES.

“Tentu saja, sebelumnya mahasiwa terlapor sudah diingatkan oleh Dekan Fakultas Hukum dan Rektor pada unggahan viral-viral lain”, kata Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum menanggapi kesimpangsiuran berita yang selama ini beredar dikalangan kampus UNNES, Rabu (2/8).

Menurut Prof Fathur, UNNES adalah lembaga besar yang tata kelolanya ada dalam integritas dengan KPK, Irjen dan BPK. Sehingga kebijakan UNNES tentu didasarkan atas integritas pimpinan pada aturan dan hukum. Tidak ada satupun kebijakan yang dirancang untuk merugikan mahasiswa, dosen dan tenaga pendidik. Oleh sebab itu UNNES sangat menyesalkan telah diunggahnya dokumen tersebut oleh mahasiswa, sehingga diduga melakukan pencemaran nama baik lembaga sesuai dengan UU ITE.

“Sebagai institusi negara maka UNNES berkewajiban meminta pada pihak yang memiliki kewenangan negara untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tersebut, yakni kepolisian,” tandasnya.

Prof Fathur juga menegaskan, Rektor UNNES selalu siap membuka dialog dan menerima kritik, apalagi kritik yang didasarkan atas data empirik dan analisis yang sahih.

“Saya selalu mengatakan pada mahasiswa dan dosen. Mari manfaatkan kebebasan akademik di UNNES. Bila kritik benar dan menjadi kebijakan baru UNNES maka biaya pengumpulan data dan analisis akan kami ganti,” jelasnya.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 1.293 kali

Membuka Pintu untuk Studi Lanjut ke Prancis melalui Sosialisasi Campus France di UNNES

Rabu, 2 Agustus 2017 | 13:35 WIB


Membuka Pintu untuk Studi Lanjut ke Prancis melalui Sosialisasi Campus France di UNNES

International Office Universitas Negeri Semarang (UNNES) hadirkan Institut Francais d’Indonesia (IFI) untuk sosialisasi beasiswa dan studi lanjut ke perguruan tinggi di Prancis pada Rabu (02/8) di Lantai 1 Gedung Prof. Satmoko UNNES. Dalam sosialiasi tersebut, turut hadir Intan Permata Hapsari, SPd MPd, selaku kepala International Office UNNES dan Nur Fitria, selaku penanggungjawab Campus France Yogyakarta dan pemateri pada sosialisasi kali ini.

 

Kepada unnes.ac.id, Nur menyatakan bahwa kedatangannya bertujuan untuk menyosialisasikan Campus France, sebuah organisasi yang berfokus pada mobilitas mahasiswa dan kerjasama perguruan tinggi Indonesia dan Prancis. Lebih lanjut, Campus France juga menjadi pusat informasi, pusat orientasi studi, dan pendamping mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke Prancis. Selain itu, kedatangan ini juga merupakan follow-up dari Join Working Group dalam pertemuan perwakilan antara universitas-universitas di Indonesia dan Prancis yang telah dilakukan sebelumnya.

 

Adapun informasi terkait beasiswa ke Prancis, Nur menambahkan bahwa beasiswa ini bukan hanya untuk kalangan mahasiswa jurusan bahasa Prancis saja, namun juga untuk seluruh kalangan mahasiswa yang sudah lulus jenjang S1 dan ingin melanjutkan studi master atau doktor. Kemudian, bagi mahasiswa yang tertarik untuk studi di Prancis, mereka cukup memenuhi syarat masuk ke universitas dan beasiswa yang ada, seperti CV, sertifikat berbahasa (DELF/IELTS/TOEFL), surat rekomendasi, dan motivation letter.

 

Informasi mengenai IFI dan Campus France sendiri dapat diakses melalui

IFI  :  www.ifi-id.com

Campus France    :  www.indonesia.campusfrance.org

 

(Cesar Abdul, Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 198 kali

Kolaborasi Research Konservasi Kehati UNNES dengan Kasetsart University Thailand

Rabu, 2 Agustus 2017 | 6:00 WIB


Kolaborasi Research Konservasi Kehati UNNES dengan Kasetsart University Thailand

Penelitian di bidang konservasi kehati (Keanekaragaman Hayati) kembali dilakukan UNNES dengan menggandeng Departement Forest Biology, Kasetsart University, Thailand.

Penelitian yang didanai DIPA UNNES melalui skim kerjasama Luar Negeri dilakukan oleh 3 dosen jurusan Biologi FMIPA yang diketuai oleh Dr Margareta R, Dr Andreas Priyono, M Abdullah MSc dan 1 mahasiswa Biologi sebagai payung (Firman Heru) mengambil tema In situ Conservation Management of  Wreathed Hornbill (WH).

WH merupakan burung julang emas yang merupakan kelompok burung rangkong yang dapat kita dijumpai di Gunung Ungaran Jawa Tengah. Bekerjasama dengan Dr. Vijak Chimchome, Dr Narong, dan Dr Pittaya ahli satwa liar dari Departement Forest Biology, berusaha melakukan analisis model konservasi in situ bagi julang emas yang juga dapat ditemukan di Thailand. Lokasi penelitian dilakukan di Taman Nasional Khao Yai Thailand dari tanggal 27 Juli – 1 Agustus 2017.

Thailand merupakan salah satu negara di Asia yang telah berhasil melakukan konservasi in situ khususnya kelompok Rangkong. Menurut mereka peran dari jenis burung tersebut sangat penting bagi keberadaan hutan di Thailand. Para peneliti UNNES juga mendapat kesempatan bertemu dengan Dekan Fakultas Kehutanan Kasetsart University Ass Prof Dr.Nikhom Laemsak. Dalam pertemuan tersebut dibahas keberlanjutan dari kerjasama ini sesuai dengan arahan Dekan FMIPA Prof Dr. Zaenuri pada saat melepas Tim Research, yakni tidak hanya dalam penelitian saja tetapi juga kerjasama publikasi, visiting professor/lecture, exchange student (sit in dan transfer kredit).


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 286 kali

Membahas Tren Pendidikan Matematika di Jerman dalam Program Kajian Online Uni Eropa

Rabu, 2 Agustus 2017 | 1:34 WIB


Membahas Tren Pendidikan Matematika di Jerman dalam Program Kajian Online Uni Eropa

Mathematical modeling dan aplikasi matematika menjadi tradisi yang khas dalam pembelajaran matematika sekolah di Jerman. Hal tersebut disampaikan oleh Adi Nur Cahyono, Dosen di Jurusan Matematika UNNES, dalam program PENNA yang disiarkan oleh Radio PPI Dunia (Radio Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia), Sabtu (30/7).

Dalam siarannya, Adi memberikan beberapa contoh mata kuliah yang dapat diikuti oleh mahasiswa calon guru matematika di Institute of Mathematics and Computer Science Education, Goethe-Universität Frankfurt yang berkaitan dengan aplikasi matematika. Misalnya, pada mata kuliah blok di musim panas Alpenseminar – Vermessen in der Geometrie, mahasiswa mendaki beberapa puncak gunung di pegunungan Alpen perbatasan Austria-Jerman, dan mempraktekkan penerapan konsep-konsep geometri untuk memecahkan maasalah yang dihadapi di lapangan.

Dia juga membahas bagaimana Abu ‘r-Raihan Muhammad ibn Ahmad al-Biruni pada tahun 1020 M menggunakan metode exact mathematical computational dalam menentukan arah kiblat. Materi ini menjadi salah satu bagian dari mata kuliah Islamische Mathematics yang membahas tentang matematika selama the Golden Age of Islam.

Tidak hanya perkuliahan, proyek penelitian yang dijalankan di bidang pendidikan metamatika juga terpengaruh oleh tren dan tradisi pendidikan matematika di Jerman, misalnya: Mathe-fussball project, proyek penerapan matematika di dunia sepak bola, dan the MathCityMap-Project, proyek pendidikan matematika luar ruangan yang didukung oleh pemanfaatan mobile technology.

Dalam acara ini, Adi juga membahas penelitiannya, yang menjadi bagian dari the MathCityMap-Project, untuk disertasinya berjudul ‘Learning mathematics in a mobile app-supported math trail environment‘ yang telah berhasil dipertahankan pada tanggal 26 Juni 2017 sehingga dinyatakan layak untuk memperoleh gelar doktor ilmu pengetahuan alam (Dr.rer.nat.) dengan spesialisasi Didactic of Mathematics. Studi doktoralnya di Institute of Mathematics and Computer Science Goethe-Universität Frankfurt am Main, Jerman dilaksanakan dengan beasiswa yang diterima melalui Islamic Development Bank-Universitas Negeri Semarang PhD Fellowship Program.

Siaran program PENNA ini berlangsung selama dua jam, setengah jam lebih lama dari alokasi waktu yang disediakan karena banyak pendengar yang berpartisipasi untuk memberikan pertanyaan dan berdiskusi secara online. Program PENNA (Pengajian Online Uni-Eropa) adalah sebuah program bulanan yang diselenggarakan atas kerjasama antara Pimpinan Cabang Istimewa Muhamadiyah Jerman Raya dan Radio PPI Dunia.

Beberapa pembicara yang pernah mengisi acara ini diantaranya: Dr.ing. Fauzi Bowo (Duta Besar RI untuk Jerman), Ustadz Shamsi Ali (Imam Besar Masjid New York), Ridho Al-Hamdi (Ketua PCIM Jerman Raya), Dr. Rachmat Adhi Wibowo (Peneliti di Austrian Institute of Technology), dan pembicara-pembicara lain yang memberikan kajian sesuai dengan latar belakang bidang atau posisinya).


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 894 kali

UNNES Terjunkan 47 Mahasiswa PPL Antarbangsa ke 9 Negara

Selasa, 1 Agustus 2017 | 12:10 WIB


UNNES Terjunkan 47 Mahasiswa PPL Antarbangsa ke 9 Negara

Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menerjunkan mahasiswanya untuk melakukan program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Antarbangsa. Pada edisi tahun ini, UNNES menerjunkan 47 mahasiswa ke 9 negara: Vietnam (7 orang), Thailand (15 orang), Taiwan (3 orang), India (3 orang), Nepal (2 orang), Prancis (1 orang), Belgia (2 orang), Malaysia (10 orang), dan Singapura (4 orang). Program tersebut dilakukan mulai dari Agustus hingga Oktober 2017.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR I) Prof Rustono saat melepas mahasiswa PPL mengucapkan syukur bahwa tahun ini UNNES dapat kembali mengirim mahasiswa untuk praktik mengajar di luar negeri, Selasa (1/8) di Gedung LP3 UNNES.

Prof Rustono juga menyampaikan bahwa 47 mahasiswa yang akan diterjunkan tersebut sudah dipersiapkan baik secara moral dan kompetensi untuk dapat mengajar dengan baik di tempat tujuan.

Lebih lanjut, Prof Rustono berpesan pada mahasiswa yang diterjunkan untuk menjaga nama harum lembaga dan Indonesia ketika praktik mengajar di luar negeri. Ia berharap bahwa ketika melakukan PPL, mahasiswa tersebut tidak hanya mendapatkan pengalaman dan peningkatan kompetensi kerja dalam hal mengajar, tetapi juga dapat mengerjakan skripsi sembari meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Sehingga, sepulang dari luar negeri, mahasiswa tersebut dapat langsung mendaftar ujian skripsi dan lulus dalam waktu cepat.

(Cesar, Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 920 kali

Enam Putra Terbaik UNNES Pensiun

Senin, 31 Juli 2017 | 14:01 WIB


Enam Putra Terbaik UNNES Pensiun

Sebanyak enam putra terbaik Universitas Negeri Semarang (UNNES) memasuki pensiun atau purna tugas.

Mereka yakni Dra Murwatiningsih MM dari Fakultas Ekonomi (FE), Drs Laurentius Elyas Nugraha MA (FBS), Drs Sunarko MPd (FIS), Drs W Sunarto MSi (FMIPA), Drs Masugino MPd (FT), dan Sarno (FIK).

Pelepasan oleh rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum yang diwakili Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono, Senin (31/7) di rektorat kampus Sekaran Gunungpati.

Dr S Martono menyampaikan, melakukan pengabdian di UNNES selama 36 tahun lebih ini merupakan waktu yang luar biasa, jasa ini merupakan jasa baik sejak dulu saat masih bernama IKIP Semarang. Ini menjadi kekuatan kami untuk pelayanan.

Untuk itu atas nama lembaga dan pribadi kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas keterbatas kami dalam melakukan pelayanan. UNNES selalu terbuka menerima kritik dan saran untuk kemajuan ke depan.

Setelah memasuki purna tugas ini hubungan silaturahmi yang telah terbina selama ini jangan sampai terputus, sebab sudah ada wadahnya para pensiunan UNNES yakni di paguyuban Wredatama.

Ketua Wredatama UNNES Drs Zoedindarto Boedihartono menyampaikan, bahwa jumlah anggota Wredatama sampai saat ini sebanyak 640 orang. Ada berbagai forum yang dapat digunakan anggota wredatama untuk saling sapa, dan silaturahmi.

Selain halal bihalal yang rutin dilaksanakan usai Idul Fitri, anggota wredatama juga memiliki agenda rutin menggelar silaturahmi dalam rangkaian dies natalis UNNES.


Penulis: Sihono Dibaca : 520 kali

Asesor BAN PT Kunjungi Pascasarjana UNNES

Senin, 31 Juli 2017 | 10:45 WIB


Asesor BAN PT Kunjungi Pascasarjana UNNES
Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) kunjungi Universitas Negeri Semarang (UNNES). Kunjungan dalam rangka visitasi pada Program Studi Ilmu Bahasa (S3) Pascasarjana UNNES itu dilakukan di Ruang Rektor Kampus UNNES Sekaran, Senin (31/7).
Tim Asesor yang terdiri Prof Dr Endry Boeriswati MPd dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Dr Pujiharto MHum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) diterima oleh Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman MHum, Wakil Rektor bidang Akademik Prof Rustono MHum, Direktur Pascasarjana, dan Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM).
Rektor berharap Tim Asesor ini dapat meningkatkan akreditasi UNNES dan dapat membawa berkah yang baik bagi UNNES.

Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 296 kali

Ijazah Belum Terdaftar Online, Jangan Khawatir

Senin, 31 Juli 2017 | 8:34 WIB


Ijazah Belum Terdaftar Online, Jangan Khawatir

Pembina apel pagi UNNES hari Senin tanggal 31 Juli 2017 menyampaikan bahwa lulusan UNNES tidak perlu khawatir jika data ijazahnya belum dapat dicek melalui sistem online Kemenristekdikti. Pembina apel pagi UNNES kali ini adalah Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM),Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd. Suwito menyampaikan bahwa data lulusan pada sistem IT UNNES sudah mutakhir namun sinkronisasi antara sistem IT Kemenristekdikti dan sistem IT UNNES membutuhkan waktu. Menurut Ketua BPM, data di Kemenristekdikti diperbarui dua kali setiap semester jadi memang proses tersebut tidak real-time.

Jadi bagi lulusan yang ijazahnya belum terdata di Kemenristekdikti dapat menunggu sampai server pusat dimutakhirkan sesuai dengan data UNNES. Apabila mendapatkan kesulitan mengenai data ijazah, alumni dapat menghubungi kanto Badan Penjaminan Mutu UNNES di Gedung LP2M UNNES lantai 2.

Selain menyampaikan tentang data ijazah online, Suwito juga melaporkan adanya kenaikan jumlah prodi terakreditasi B ke A dan C ke B. UNNES senantiasa selalu menjaga kualitas akademik di atas standar nasional. Seluruh warga UNNES diharapkan turut menopang sistem yang sudah berjalan agar kualitas pelayanan selalu meningkat.


Penulis: Hendi Pratama Dibaca : 738 kali

Desa Kalipakis Dapatkan Bantuan Mesin dari LP2M UNNES

Minggu, 30 Juli 2017 | 14:50 WIB


Desa Kalipakis Dapatkan Bantuan Mesin dari LP2M UNNES

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (UNNES) adakan pendampingan petani Jambu Merah di Desa Kalipakis, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

Tim yang diketuai oleh Dra Margunani MP yang beranggotakan Ir Nana Kariada TM MSi dan Dr Eng Karnowo ST M Eng melakukan pendampingan kepada petani Jambu Merah di Desa Kalipakis.

Keseriusan pendampingan ini dibuktikan dengan pemberian bantuan alat pembuat tepung jambu merah. Mesin yang berupa pencacah, pengering dan penggiling seharga 30 juta ini diharapkan mampu menghasilkan tepung jambu yang dapat menjadi bahan dasar Roti, Juice dan produk olahan makanan lainnya.

Kelompok Usaha Bersama Sarjono Jambu dan Djarot Guava yang ketuai Sarjono ini berharap, ketika harga jambu anjlok kita bisa mempertahankan harga dengan bentuk produk berupa tepung jambu.

Ia menjelaskan, harga BEP (Break Event Point) jambu saat ini sebesar 1.250 jadi jika harga pasar di bawah BEP alat ini sangat bermanfaat, guna mempertahankan pendapatan petani dan juga kita bisa mempertahankan harga pasar yang selalu diatasi BEP.

Dengan panen jambu sebanyak 20 ton per minggu dan hanya bertahan 4 hari petani hanya bisa pasrah ketika harga pasar di bawah BEP.

Margunani ketua Program IPTEK Bagi Produk Unggulan Daerah ini menyampaikan, dengan pendampingan bantuan mesin ini diharap daerah Kalipakis menyelamatkan harga jual ketika panen raya yang biasa dengan harga di bawah BEP bahkan sampai dengan 250 per kg nya.

Diharapkan, setelah dilakukan pendampingan dan bantuan alat taraf hidup warga desa Kalipakis bisa meningkat. Dan Kalipakis menjadi sentral jambu yang mampu mandiri hingga dapat mengendalikan pasar.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 274 kali

Siswa Berprestasi Masuk UNNES Tanpa SPI, Tanpa UKT

Sabtu, 29 Juli 2017 | 9:29 WIB


Siswa Berprestasi Masuk UNNES Tanpa SPI, Tanpa UKT

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum meminta agar tidak ada siswa berprestasi yang tidak kuliah karena tidak mampu membayar perkuliahan. Asal berprestasi dan lolos seleksi UNNES akan menerima tanpa
sumbangan pengembangan institusi (SPI) dan uang kuliah tunggal UKT.

Prof Fathur menambahkan, sebagai rumah ilmu pengembang peradaban unggul, UNNES menghargai siapa pun yang memiliki komitmen mengembangkan ilmu pengetahuan.

Bukan hanya ilmu pengetahuan modern, kampusnya sangat menghargai siswa yang memiliki ilmu dalam bidang agama. Salah satunya siswa penghafal Al-Quran atau hafiz.

Melalui jalur prestasi, siswa yang hafiz dapat diterima tanpa tes, tanpa SPI, dan tanpa UKT. Hal ini juga berlaku bagi siswa yang memiliki bakat dalam bidang seni, olahraga, atau sains.

Prof Fathur akan terus berkomitmen menjaga marwah UNNES sebagai kampus mahasiswa berprestasi dan berkarakter yang peduli orang miskin.

UNNES juga akan terus menjulang setinggi angkasa, mencetak insan yang akademis berkarakter dan berdaya guna berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 823 kali

Koperasi Harus Berikan Pelayanan yang Berorientasi kepada Anggota

Jumat, 28 Juli 2017 | 20:25 WIB


Koperasi Harus Berikan Pelayanan yang Berorientasi kepada Anggota

Koperasi Handayani Universitas Negeri Semarang menyelenggarakan Sarasehan dan Workshop “Peningkatan Peran Serta Anggota dalam Pengembangan KPRI Handayani UNNES” di Hotel Kusma Bandungan, Semarang. Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Koperasi ke-70 ini, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Litani Setyawati, dan Kabid Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi Dinas Koperasi dan UM Kota Semarang Bambang Sugeng, menjadi pemateri dalam acara ini.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Litani Setyawati memberikan apresiasi kepada KPRI Handayani yang telah berkembang dengan baik. Ia berharap koperasi handayani bisa mempertahankan prestasi dan meningkatkan koperasi dari tahun ke tahun. Menurutnya, koperasi yang dikelola oleh pegawai instansi pemerintah biasanya dikelola dengan biasa, tetapi Koperasi Handayani sangat berbeda dan lebih baik dari lainnya.

Selain itu, Kabid Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi Dinas Koperasi dan UM Kota Semarang Bambang Sugeng menyampaikan, Modal terbesar dalam koperasi agar dapat dikelola dengan baik, idealnya 60% adalah modal milik sendiri.
Ia juga mengatakan, anggota harus paham betul tentang hak dan kewajiban, seperti wajib mematuhi ADART, berpartisipasi kegiatan koperasi, ikut mengembangkan dan memelihara kebersamaan atas asas kekeluargaan. Anggota juga perlu mengetahui haknya sebagai anggota koperasi, seperti memberikan saran, memilih atau dipilih menjadi anggota atau pengurus koperasi. Bambang Sugeng juga menambahkan, koperasi harus memberikan pelayanan yang terbaik buat anggota dan memberikan pelayanan yang berorientasi pada anggota.

Sementara itu, Ketua KPRI Handayani UNNES Drs Sutikno MSi mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka untuk meningkatkan peran anggota dalam mengembangkan Koperasi. Sutikno berharap, dengan adanya workshop ini, dapat menambah pemahaman anggota terhadap koperasi. Dengan begitu anggota koperasi semakin sejahtera.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Umum dan Keuangan UNNES, Kasubag umum dan kepegawaian, perwakilan dosen dari fakultas, dan juga pengurus koperasi di UNNES selama dua hari.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 231 kali

Rektor Ajak Siswa SD Labschool UNNES Cinta Tanah Air dan Lingkungan

Jumat, 28 Juli 2017 | 20:03 WIB


Rektor Ajak Siswa SD Labschool UNNES Cinta Tanah Air dan Lingkungan

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman MHum melakukan kunjungan ke SD Labschool UNNES dalam rangka senam pagi bersama siswa dan Diskusi Terfokus Pengembangan Labschool Unnes bersama guru-guru dan komite sekolah, Jumat (28/7).

Didampingi Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) Drs Abdurrahman MPd, Sekretaris LP3 Dr Sugianto MSi, dan Kepala Pusat Pengembangan PPL dan Sekolah Laboratorium Bambang Priono, serta tim peneliti pengembang Labschool UNNES, Rektor mengikuti senam pagi bersama dan selanjutnya memberikan beberapa nasehat kepada ratusan siswa di sana.

Prof Fathur memberikan pesan kepada siswa untuk selalu mencintai Indonesia, dengan memperkuat nasionalisme dan cinta tanah air. Selain itu, Rektor juga mengajak siswa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, dengan mulai dari hal-hal kecil seperti mencintai kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Tingkatkan Mutu dan Layanan

Sementara itu, Rektor mengajak segenap warga sekolah untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan, baik mutu SDM guru dan sarana yang memadai. Sehingga mampu bersaing dan berstandar nasional bahkan internasional. Guru-guru juga diharapkan secara konsisten dapat mendampingi siswa dengan menanamkan nilai-nilai positif yang sesuai dengan visi misi sekolah: konservasi, nasionalisme, budaya literasi dan religius


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 213 kali

Festival Paduan Suara di Bali, UNNES Raih Dua Emas

Jumat, 28 Juli 2017 | 13:58 WIB


Festival Paduan Suara di Bali, UNNES Raih Dua Emas

Mahasiswa Universitas  Negeri Semarang (UNNES) yang tergabung dalam UKM Paduan Suara Voice of Conservation meraih dua medali emas dalam 6th Bali International Choir Festival di Bali, 14-20 Juli 2017.

Sejumlah perwakilan mahasiswa didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Seni yang juga Koordinator Pendamping UKM Bidang Seni, Syahrul Syah Sinaga, memberikan laporan tersebut kepada Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman di Rektorat  kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jumat (28/7).

Dua emas diraih untuk kategori folklore dan scenic folklore. Adapun kategori lain yang dilombakan di antaranya pop, jazz, musica religi, musica sacra, dan mix choire. Secara keseluruhan, mahasiswa yang tergabung dalam delegasi ini sebanyak 45 orang dari berbagai program studi.

Sementara itu, 15 mahasiswa UNNES yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan bakal mengikuti lomba karawitan internasional yang diselenggarakan di Selo, Kabupaten Boyolali, Rabu (2/8). Mereka berpamitan kepada Rektor, Jumat (28/7).

Pendamping UKM, Indrawan Nur Cahyono, mengatakan lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia itu akan diikuti belasan perguruan tinggi nonseni. Ia mengatakan, pada lomba yang sama dua tahun yang lalu, UNNES meraih juara pertama.

Rektor berpesan agar mahasiswa membawa nama baik universitas di hadapan institusi lain. Ia juga optimistis delegasi akan menyuguhkan yang terbaik. Ia menyatakan jika setiap mahasiswa UNNES harus memiliki prestasi dan karakter. “Kuliah di UNNES harus siap berprestasi dan berkarakter. Jika punya keterampilan yang bagus, kampus memfasilitasi dan terus mendorong untuk mendukung reputasi,” ujar Prof Fathur.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Bambang BR menyatakan, keikutsertaan mahasiswa dalam berbagai lomba menjadi tolok ukur keaktifan kampus. Ia juga optimistis jika setiap mahasiswa yang menjadi delegasi kampus selalu menyuguhkan yang terbaik.


Penulis: Sihono Dibaca : 357 kali

Pergantian Kalab, Pejabat UNNES Harus Berintegritas

Kamis, 27 Juli 2017 | 19:55 WIB


Pergantian Kalab, Pejabat UNNES Harus Berintegritas

Hari Kamis, 27 Juli 2017, Universitas Negeri Semarang menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan Kepala Laboratorium Bahasa dan Sastra Jawa antarwaktu kepada pejabat baru. Pejabat yang diangkat menjadi Kalab yang baru adalah Mujimin, S.Pd., M.Pd dan pejabat yang dilepas adalah Sucipto Hadi Purnomo, S.Pd., M.Pd. Penyerahan SK diselenggarakan di Ruang Rapat Rektor Gedung H Lantai 2 UNNES Semarang.

Terkait dengan pengangkatan tersebut, Rektor menyampaikan bahwa laboratorium UNNES memiliki fungsi strategis untuk mendukung fungsi pembelajaran, penelitian dan layanan publik. Pejabat yang mengelola laboratorium harus memahami fungsi tersebut dan harus berintegritas menjalankan tugasnya. Integritas dapat dilihat dari kesungguhan menjalankan tugas, ketaatan administrasi dan kemampuan inovasi. Pejabat kepala lab yang baru diharapkan untuk senantiasa menjaga kinerja dan menjaga nama baik universitas. Rektor menutup acara tersebut dengan mengingatkan bahwa di tahun reputasi ini UNNES harus mengedepankan Good University Governance. Hal tersebut harus selalu diingat oleh pejabat UNNES di seluruh lini.

 


Penulis: Hendi Pratama Dibaca : 598 kali

SMAN 1 Ambarawa Mendapat Giliran Pertama Profesor Goes To School

Kamis, 27 Juli 2017 | 18:19 WIB


SMAN 1 Ambarawa Mendapat Giliran Pertama Profesor Goes To School

Profesor oes to school Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang dimulai tahun 2014 kembali diluncurkan. SMAN 1 Ambarawa Kabupaten Semarang mendapatkan pendampingan penguatan yang di butuhkan oleh sekolah melalui program ini.

Saat memberi sambutan pada kegiatan Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP3) UNNES Dr Abdurahman MPd menyampaikan, program profesor go to school melibatkan 47 profesor UNNES dari berbagai latar belakang keilmuan. Mereka akan memberikan penguatan program-program yang ada disekolah baik itu guru atau siswa.

Prof Dr Mungin Edi Wibowo MPd saat memberikan pendampingan menyampaikan, bahwa guru merupakan figur sentral dalam mengantarkan manusia kepada tujuan yang mulia, dan merupakan ujung tombak sekaligus kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Profesor pada bidang Bimbingan dan Konseling itu menambahkan, semua anggota baik guru bimbingan konseling di sekolah diharapkan dapat menjadi guru pembimbing atau konselor yang bermartabat.

Selain Prof Mungin hadir juga Prof Dr Muhammad Jazuli MHum. Pada kesempatan ini Prof Jazuli menyampaikan, bagaimana menulis karya ilmiah harus di susun berdasarkan prinsip-prinsip atau pendekatan keilmuan.

Ketika mengikuti kegiatan ini guru-guru di SMAN 1 Ambarawa merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini dan berharap terus berkelanjutan.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 333 kali

Rektor Lepas 23 Calon Haji UNNES

Kamis, 27 Juli 2017 | 14:01 WIB


Rektor Lepas 23 Calon Haji UNNES

Sebanya 23 calon haji Universitas negeri Semarang (UNNES) dilepas oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum, Kamis (27/7), di rektorat kampus Sekaran. Mereka terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan.

Dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) yang akan berangkat ke Tanah Suci yakni Prof Dr DYP Sugiharto MPd Kons, dan Dr Titi Prihatin MPd. Dari FBS Drs Sudarwoto MPd. Dari FIS Drs Moh Solehatul Mustofa MA, Drs Sriyono MSi, dan Drs Setiajid.

Kemudian, Prof Dr Sudarmin MSi, Dr Sugianto MSi, Drs Ngurah Made Darma Putra MSi PhD, Nur Istikomah SPd MM, Dra Patmini SPd, dan Martin Sulistyani SPd (FMIPA). Drs Supraptono MPd, Drs Djoko Adi Widodo MT, dan Sunarti (FT). Dr Rumini (FIK), Dhini Suryandari MSi Ak CA QIA (FE), Enny Puji Astuti SPd (FH), Drs Heri Kismaryono MM Biro Perencanaan dan Keuangan, Putri Riana Dewi SE (LP2M), Imam Haris Fatwa SE (LP3), Dra Dedeh Mulyati UPT Perpustakaan, dan Moh Mukti SSos Pascasarjana.

Drs Moh Solehatul Mustofa MA mewakili calon jamaah haji menyampaikan terima kasih kepada UNNES yang telah memberi izin untuk melaksanakan ibadah haji. Sebelum berangkat mudah-mudahan kami bisa menyelesaikan pekerjaan. Mohon doa restu semoga serombongan ini bisa menjalankan haji dengan lancar.

Rektor Prof Fathur Rokhman saat melepas menyampaikan, saya izinkan Bapak/Ibu menunaikan ibadah haji, jangan pikirkan masalah perkuliahan dulu fokuslah pada rukun dan sunah haji. Ini adalah panggilah Allah khusukkan segala urusan Allah.

Rektor juga mengemukakan, keberangkatan ke tanah suci merupakan keberangkatan kesucian mudah-mudahan sampai di sana mendapatkan keberkahan dari Allah dan pulang menjadi haji yang mabrur. Nabi Muhammad bersabda: Haji mambur tidak ada baginya balasan kecuali surga.

Anwar Haryono MPd Kepala BAKK saat memberi tausyiah menyampaikan selama menjalankan ibadah haji kuatkanlah niat, sabar dalam segala hal, perbanyak berdoa, berdzikir, dan membaca Alquran, karena mengerjakan haji merupakan kewajiban bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Selain itu, supaya selamat dunia akhirat kita harus menjadi orang yang baik, menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah dan rasulullah.


Penulis: Sihono Dibaca : 407 kali

Rayakan Hari Anak Nasional, Siswa SD Labschool UNNES Ikuti Lomba Olahraga dan Permainan Tradisional

Kamis, 27 Juli 2017 | 9:35 WIB


Rayakan Hari Anak Nasional, Siswa SD Labschool UNNES Ikuti Lomba Olahraga dan Permainan Tradisional

Puluhan Siswa-siswi SD Labschool Universitas Negeri Semarang (UNNES) mulai kelas 1 sampai kelas 6 mengikuti berbagai lomba olahraga dan permainan tradisional, Selasa (25/7) di halaman SD Labschool UNNES Sampangan Semarang.

Koordinator kegiatan Saeful Rohman menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2017. Adapun lomba tersebut antara lain permainan dakon, glindingan ban, dan gobak sodor.

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Menumbuhkembangkan Karakter Anak melalui Permainan Tradisional”. Tema ini diangkat karena melihat perkembangan sekarang yang sudah semakin digital. Banyak anak yang lebih asyik duduk berlama-lama untuk bermain gadget dari pada berlari atau berkejaran seperti dalam permainan glindingan ataupun gobak sodor. Tentu hal ini kurang baik untuk perkembangan mental dan psikologi anak.

“SD Labschool ingin mengembalikan dunia anak ke dunia sebenarnya yaitu dunia bermain, bermain yang melibatkan aktivitas psikomotorik anak bukan bermain gadget,” kata Saeful.

Saeful menerangkan, pada awalnya permainan-permainan seperti dakon, gelindingan ban, dan gobak sodor masih terasa asing bagi sebagian siswa. Namun, setelah dijelaskan cara permainannya mereka menyukainya.

Diharapkan dari kegiatan permainan tradisional ini dapat membentuk karakter anak yaitu karakter pantang menyerah, disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama.

Selain itu, anak-anak juga diajak untuk mengenal permainan warisan bangsa Indonesia, khususnya di tanah Jawa ini, yang sudah ada sejak dulu. Supaya permaian seperti ini tetap lestari.


Penulis: Sihono Dibaca : 191 kali

Anak Kuli Bangunan Itu Akhirnya Bisa Kuliah

Rabu, 26 Juli 2017 | 10:40 WIB


Anak Kuli Bangunan Itu Akhirnya Bisa Kuliah

Bangga dan terharu terlihat di wajah Fenti Retno Dewi, mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) asal Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ia lolos dan berhak memperoleh dana bantuan pendidikan Bidikmisi.

Fenti merupakan salah seorang dari 1.200 mahasiswa beruntung yang memperoleh Bidikmisi setelah melalui serangkaian seleksi dan survei lapangan ditempat tinggalnya Jl Hayam Wuruk 56 RT 001, RW 005  Desa Tanggung, Kecamatan Wlingi Blitar.

Fenti mengaku, Sebelum memperoleh beasiswa, dirinya ragu dan hampir putus asa untuk melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Belum lagi, biaya hidup yang harus dikeluarkan selama kuliah.

Ia menambahkan, Diterima di UNNES saja saya senang sekali, dan saya tahu bahwa UNNES sangat memperhatikan mereka yang kurang beruntung secara ekonomi.

Itu dibuktikan salah satunya dengan kuota Bidikmisi sebanyak 1.200. Tidak terbayangkan orang tua saya hanya seorang kuli bangunan dengan pendapatan 50 ribu per hari dan saya bisa kuliah.

Fenti juga menyampaikan, Impian saya ingin menjadi guru semoga bisa cepat terwujud, terimakasih Bidikmisi, terima kasih UNNES, dan saya berjanji akan bersungguh-sungguh belajar untuk berprestasi.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 780 kali

Mengetahui Tata Kelola Arsip di UNNES melalui Pelatihan UPT Kearsipan

Rabu, 26 Juli 2017 | 10:31 WIB


Mengetahui Tata Kelola Arsip di UNNES melalui Pelatihan UPT Kearsipan

UPT Kearsipan UNNES adakan bimbingan teknis kearsipan bertajuk “Pelatihan Model Manajemen Arsip Dinamis di Unit Kerja Universitas Negeri Semarang” pada Rabu (26/7) di Ruang 404, Rektorat UNNES. Acara tersebut mengundang 50 peserta dari kalangan staf dan kepegawaian UNNES. Selaku pembicara dalam acara tersebut adalah Agung Kuswantoro, SPd, MPd, staf UPT Kearsipan UNNES.

Materi yang Agung berikan berkaitan dengan model pengelolaan arsip dinamis di lingkungan UNNES. Ia menyatakan bahwa arsip yang ada di UNNES baiknya disimpan dengan model tempat kearsipan seperti yang telah di terapkan di bidang II (administrasi dan keuangan) Rektorat UNNES dengan harapan tidak ada arsip yang menumpuk. Lebih lanjut, setipa lemari arsip tersebut sudah diberi pola klasifikasi berdasarkan penomorannya.

Selain mengenai pentingnya pengelolaan bentuk hardcopy dari arsip, Agung juga menyatakan mengenai pentingnya pencatatan arsip pada sistem yang disebut SIARDI (Sistem Arsip Dinamis). Adanya sistem tersebut menjadi sarana pencatatan arsip secara online yang bisa diinput dan dicari dengan mudah berdasarkan kodenya. Nantinya, sistem tersebut akan dapat digabungkan dengan sistem lainnya seperti SIRADI atau bagian surat-menyurat.

Dari acara sosialisasi ini, Agung berharap bahwa model yang ia sampaikan dapat diterapkan pada seluruh bagian di UNNES. Sehingga, pengarsipan di seluruh bagian di UNNES dapat diatur dalam sistem yang dinamis dan terhubung. (Cesar, Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 283 kali

Stroke Penyakit Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Rabu, 26 Juli 2017 | 10:30 WIB


Stroke Penyakit Pembunuh Nomor Satu di Indonesia

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, terdapat sekitar 12 penderita stroke per 1000 penduduk Indonesia. Stroke juga merupakan penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia.

Selain itu, stroke juga bisa menyerang siapa saja baik tua mapun muda. Orang-orang yang usianya lebih dari 65 tahun paling berisiko terkena stroke. Namun 25 persen stroke terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun, termasuk anak-anak.

dr Trianggoro Budisulistyo dosen Fakultas Kedokteran Undip menyampaikan itu saat Halal Bihalal antara Pimpinan dan warga purna karya (Wredatama) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Senin (24/7) di auditorium (Gedung Prof Wuryanto) kampus Sekaran Gunungpati. Halal Bihalal dihadiri oleh 450 purna tugas.

dr Trianggoro menjelaskan, jenis stroke jika dilihat dari penyebabnya dibagi menjadi dua yakni stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat gumpalan darah dan stroke hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.

Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Karena itu semakin cepat penderita ditangani, kerusakan yang terjadi pun semakin kecil bahkan kematian bisa dihindari.
Orang-orang yang merokok, kurang olah raga, dan memiliki pola makan yang buruk juga rentan terhadap stoke. Selain itu orang-orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, detak jantung tidak teratur, diabetes, kegemukan, alkohol, dan genetika juga lebih rentan terhadap stroke.

Untuk itu perlu dikenali gejalanya diantaranya kesemutan, kelumpuhan, kebingungan/lupa, kebutaan, ketulian, kepala muter-muter, kesulitan menelan, dan kesulitan kencing.

Sebelumnya, Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum mengucapkan terima kasih kepada warga purna tugas UNNES yang telah hadir untuk saling bersilaturahmi.

Pada Idul Fitri ke-2 yang lalu Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Dr Sri Mulyani Indrawati MEc, juga melakukan napak tilas di Gedung Prof Satmoko dan Gedung Prof Dr Retno Sriningsih. Kedua gedung laboratorium tersebut diketahui merupakan nama kedua orang tuanya.

Prof Fathur juga mengatakan, kedua tokoh itu memiliki sumbangsih besar dalam membangun tradisi keilmuan di kampus IKIP Semarang, yang saat ini bernama kampus UNNES, Universitas berwawasan konservasi bereputasi internasional.
Napak tilas ini juga diikuti 12 saudara kandung Sri Mulyani beserta anak, menantu dan seluruh keponakan serta cucu-cucunya.

Prof Fathur juga menyampaikan bahwa UNNES sudah menerima mahasiswa baru lewat tiga jalur yakni jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri total yang akan diterima 6.788 mahasiswa.

Ketua perkumpulan Wredatama Drs Zoedhindarta Budi Hartono melaporkan sampai saat ini jumlah anggota Wredatama sebanyak 640. Selain itu juga melaporkan kegiatan pengurus diantaranya silaturahmi ke beberapa anggota yang sedang sakit.


Penulis: Sihono Dibaca : 260 kali

Rektor Pastikan UNNES Bebas Dari Paham Radikalisme

Rabu, 26 Juli 2017 | 8:39 WIB


Rektor Pastikan UNNES Bebas Dari Paham Radikalisme

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman Mhum memastikan universitasnya antinarkoba, antiradikalisme, antiterorisme, serta menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi, UNNES telah mendeklarasikan diri sebagai Universitas yang menjunung tinggi NKRI, beberapa waktu yang lalu.

Lantaran itulah, Rektor mengajak peran aktif seluruh keluarga besar universitas berwawasan konservasi berreputasi internasional ini untuk tetap menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan dengan saling menghargai, menghormati, dan gotong royong.

“ Jadi, mari bersama-sama kita tangkal paham yang bisa merusak generasi bangsa di masa depan,” tandas Rektor di kampus Sekaran, Rabu (26/7).


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 1.858 kali

FMIPA UNNES Selenggarakan Seminar Kewirausahaan Lintas Disiplin Ilmu

Selasa, 25 Juli 2017 | 10:04 WIB


FMIPA UNNES Selenggarakan Seminar Kewirausahaan Lintas Disiplin Ilmu

Menjadi wirausahawan merupakan cita cita sebagian orang. Karena profesi ini memungkinkan seseorang mendapatkan pendapatan yang lebih banyak dan cepat. Namun, seorang wirausahawan juga harus menghadapi banyak tantangan dari awal mendirikan sebuah bisnis.

Oleh karena itu, diperlukan beragam ilmu dari berbagai disiplin ilmu karena beragamnya tantangan dan kebutuhan kreatifitas dan inovasi dalam pengelolaan usaha.

Dekan FMIPA Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt menyampaikan itu saat membuka Semainar Nasional The 1st SCSIEE (Seminar of Cross Sciences in Economics Entrepreneurship) yang bertajuk “Building Our Nation through Entrepreneurship Movements”, Kamis (20/7) di Aula FMIPA lantai 3 kampus UNNES Sekaran Gunungpat.

Prof Zaenuri menyambut baik inisiasi kegiatan ini dan mendukung kewirausahaan sebagai salah satu pintu rejeki yang menjanjikan yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

Ketua Panitia Dante Alighiri SSi MSc melaporkan, kegiatan ini sejalan dengan program dari Kemristekdikti yaitu mahasiswa menjadi agents of change dengan menciptakan lapangan perkerjaan bagi masyarakat melalui berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja ketika mereka lulus.

Seminar diikuti 270 peserta dari 5 Universitas yaitu UNNES, ISI Surakarta, UGM, dan STIE Bank BPD. Menghadirkan 10 nara sumber yakni Theresia Agustina Sitompul SSn MSn dari ISI Surakarta, Tusyanah SPd MPd (UNNES), Sukma Adi Galuh A SPsi MPsi (UNNES), dr DiannisaIkarumi Enisar Sangun Sp OG (UGM), Chico Hermanu BA ST MEng (UNS).

Kemudian, Ika Mustikaningtias SFarm Apt MSc (UNSOED), Dante Alighiri SSi MSc (Fragnance Industries UNNES), dr Eny Widhia Agustin, Aditya Asyar SFarm Apt (PT Indesso Aroma), dan Sukarno (Owner King Sabun).

Harapannya kegiatan ini mampu memberikan gambaran dan pengetahuan kepada peserta karena beragamnya lintas disiplin ilmu. Bahwa kewirausahaan adalah hal yang patut dicoba, ditekuni dan dilaksanakan sampai tuntas.


Penulis: Sihono Dibaca : 276 kali

Lepas Delegasi MTQ Nasional 2017, Rektor UNNES Beri Pesan dan Motivasi

Senin, 24 Juli 2017 | 20:19 WIB


Lepas Delegasi MTQ Nasional 2017, Rektor UNNES Beri Pesan dan Motivasi

Rektor UNNES, Prof Dr Fathur Rokhman MHum, lepas mahasiswa peserta MTQ Nasional pada Senin (24/7) di Gedung Rektorat UNNES, Semarang. Dalam Lomba MTQ Nasional yang diadakan di Malang tersebut, UNNES berkesempatan mengirim 24 mahasiswa sebagai delegasi. Ke-24 delegasi tersebut akan mengikuti 12 cabang lomba, antara lain: Tilawah, Tartil, Hifzil, Syarhil, Fahmil, Kaligrafi, Debat Bahasa Arab, Debat Bahasa Inggris, Desain Aplikasi Al-Quran, serta Qiro’ah Sab’ah. Serangkaian lomba tersebut akan diadakan pada tanggal 27-Juli-2 Agustus 2017 nantinya.

Dalam pelepasan kali ini, Prof Fathur Rokhman berpesan pada para delegasi untuk ikhlas dan bersungguh-sungguh dalam berlomba. Kesungguhan itu nantinya akan menjadi berkah bagi kita semua.

Selain itu, ia juga berpesan pada para delegasi untuk terus mendalami dan mengkaji Al-Quran. Karena, ilmu dari Al-Quran tersebut nantinya harus diamalkan sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki peserta kelak.

Perlu diketahui, UNNES selalu rutin mengadakan seleksi delegasi MTQ tingkat Universitas untuk dipersiapkan menuju lomba di tingkat Nasional tiap tahunnya. Pada edisi sebelumnya, UNNES berhasil menyabet 2 gelar, yakni Juara II bidang Qira’ah Sabah dan Juara Harapan III Cabang Tilawah Putri.
(Cesar, Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 660 kali

Jalur Seleksi Mandiri Unnes, Tidak Semua Bayar SPI

Senin, 24 Juli 2017 | 13:55 WIB


Jalur Seleksi Mandiri Unnes, Tidak Semua Bayar SPI

Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) diberlakukan bagi mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diterima melalui jalur Seleksi Mandiri. Penerapan sistem SPI ini berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 39 Tahun 2017 khususnya pasal 8 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal pada PTN di Lingkungan Kemenristekdikti.

Kepala Pusat Humas UNNES Hendi Pratama MA mengungkapkan, SPI bukanlah kewajiban, dalam formulir isian, calon mahasiswa baru diberi kebebasan untuk menentukan jumlah SPI. Bahkan ada beberapa calon mahasiswa baru yang berprestasi namun kurang beruntung dalam bidang ekonomi tidak bayar.

Jadi, SPI tidak wajib. Sifatnya sukarela. Kalau memang ada orang yang memiliki harta berlebih dan berniat menyumbang untuk UNNES, kenapa kita tidak terima?

Hendi menambahkan, animo masyarakat sangat tinggi jika dibanding tahun lalu. Kali ini terjadi peningkatan signifikan, dari sejumlah 13.532 peserta yang mengikuti ujian, hanya 2.215 orang yang diterima melalui jalur Seleksi Mandiri.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 2.271 kali

Talkshow “Around the Career”, Membangun Road Map Karir Sejak Awal Perkuliahan

Minggu, 23 Juli 2017 | 12:58 WIB


Talkshow “Around the Career”, Membangun Road Map Karir Sejak Awal Perkuliahan

Persoalan menggapai karir acapkali menjadi kegelisahan para mahasiswa, kemana dan bagaimana karir setelah lulus dari bangku kuliah nantinya. Terlebih-lebih di tengah-tengah kompetisi yang ketat dari para job seeker dari pelbagai lulusan perguruan tinggi negeri dan swasta di negeri ini. Apa yang harus dipersiapkan, strategi dan kiat-kiat bagaimana yang harus ditempuh agar karir yang diinginkan dapat diraih. Demikian topik diskusi yang mengemuka yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Jurusan Psikologi Industri dan Organisasi (Forpio) UNNES yang berlangsung pada hari Sabtu (22/7) di Ruang GSG FIK, UNNES.
Turut hadir dua narasumber dalam acara ini, Dr Eko Supraptono, MPd, selalu Kepala Pusat Pengembangan Karir dan Bimbingan Konseling UNNES dan Anantyo Seto Pambudi, wirausahwan muda alumni Jurusan Psikologi.
Menurut Eko Supraptono, mahasiswa sudah harus memiliki perencanaan karir yang jelas sejak dini atau mulai memasuki semester awal. Mahasiswa perlu menetapkan cita-cita karir yang hendak dituju, sehingga road map titian karir mereka menjadi jelas. Lebih lanjut, Eko menyatakan, mahasiswa harus peka terhadap potensi dirinya sehingga treatment proses self-developing maupun multy tasking skill developing yang diberikan akan lebih tepat sasaran dan efektif. Ia berharap para mahasiswa/ alumni memanfaatkan pusat yang dipimpinnya, karena program-programnya memang diperuntukkan dalam rangka pengembangan karir civitas akademika.
Sementara itu, menurut Seto Anantyo satu kunci suskses berwirausaha adalah keberanian, modal, passion, dan religiusitas. Menjadi wirausahawan harus didasari oleh passion yang benar-benar sesuai dengan diri sendiri dan perlu keberanian. Berwirausaha juga merupakan pilihan karir yang menantang dan menggairahkan. Faktor sukses menjalani wirausaha, dikatakannya cukup banyak tetapi hal yang paling penting adalah kejujuran, semangat berbagi dan berani berinovasi.
Acara Talk Show diikuti oleh para aktivis dan mahasiswa jurusan Psikologi dengan sangat antausias hingga selesai, dengan berbagai pertanyaan dari yang ringan-ringan hingga sangat serius. Acara diakhiri dengan penyerahan cindera mata kepada para nara sumber dan ramah tamah. (Cesar, Student Staff)


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 500 kali

Ade Rai Sosialisasikan BPJS Kesehatan Kepada Mahasiswa Bidikmisi UNNES

Sabtu, 22 Juli 2017 | 22:58 WIB


Ade Rai Sosialisasikan BPJS Kesehatan Kepada Mahasiswa Bidikmisi UNNES

Brand Ambasador BPJS Ade Rai mengingatkan mahasiswa Universitas Negeri Semarang agar menyadari pentingnya kualitas hidup dengan menjaga gaya hidup sehat, dalam Sarehan Mahasiswa Bidikmisi dengan BPJS, Sabtu (22/7) di Auditorium Prof Wuryanto.

Menurut Ade, kebutuhan hidup sehat saat ini bagi masyarakat Indonesia adalah sebuah hal yang sangat penting. Ia mencontohkan, banyak anak-anak kecil yang sudah harus bersentuhan dengan dokter dan obat-obatan lantaran menderita berbagai macam penyakit.

Dalam kesempatan tersebut Ade Rai juga mengajak mahasiswa UNNES aktif dalam program BPJS Kesehatan. Menurut Ade, program ini selain memiliki keunggulan di bidang proteksi kesehatan, juga membawa semangat gotong royong.

Saat membuka acara ini Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Prof Tandiyo Rahayu menjelaskan, Kerjasama yang baik ini harus terus dijalankan guna. Biaya kesehatan yang setiap tahun semakin tinggi membuat kesehatan menjadi suatu hal yang sangat mewah. Asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaan swasta saat ini memang terlalu mahal untuk ukuran mahasiswa.

Oleh karena itu, manfaatkan Sarehan ini untuk dapat mengerti dan paham manfaat ketika BPJS yang dapat di tanyakan langsung dari sumbernya.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 300 kali

REM FM Sukses Selenggarakan Seminar Broadcasting dan Lomba Siar

Sabtu, 22 Juli 2017 | 16:49 WIB


REM FM Sukses Selenggarakan Seminar Broadcasting dan Lomba Siar

Unit Kegiatan Mahasiswa Radio Ekspresi Mahasiswa sukses menyelenggarakan Seminar Broadcasting dan Lomba Siar pada Sabtu (22/7) di Gedung LP3 lantai 2 UNNES. Acara tersebut dibuka oleh Bayu Tri Wibowo ST MT selaku Pembina UKM Radio dan Kepenyiaran Radio Ekspresi Mahasiswa.

Seminar broadcasting ini mengangkat tema ‘You are the Future of Extraordinary Entertainer’ yang bertujuan agar para peserta seminar dan lomba siar bisa menimba ilmu dan kemudian mengaplikasikannya ke dalam kehidupan untuk menjadi “extraordinary entertainer“.

Seminar ini berbeda dari seminar biasanya karena setelah seminar mengenai broadcasting dan juga public speaking , para peserta langsung mempraktikkannya saat lomba. Seminar diisi oleh beberapa ahli dibidangnya masing-masing, seperti Asrida Ulinnuha (Publik speaker dan Kontributor Media), Nani Widyawati (presenter TVRI Jateng), Fery Adi Sulistiawan dan Jeje Marlin (89.4 USM TOP FM) yang memantik seminar menjadi lebih menarik.

Pembawaan yang santai dari para pembicara dalam seminar ini membuat para peserta seminar menjadi betah untuk menggali ilmu lebih banyak mengenai dunia broadcasting.

“Percaya diri dan pengendalian diri adalah kunci dari segala hal, terutama dalam dunia broadcast”, tutur salah satu pembicara dalam Seminar Broadcasting tersebut.

Setelah seminar berakhir acara dilanjutkan dengan lomba siar yang diikuti oleh pelajar SMA dan mahasiswa di berbagai kota.
Adapun pemenang lomba siar di kategori remaja diantaranya juara 1 diraih oleh pasangan Rahafika Ghufran dan Salsabila Meliana Ruknida (SMA N 1 Kendal), juara 2 yaitu Fu’ad Shafwan dan Anisa Faras M. (SMA N 3 Temanggung), dan juara 3 diraih oleh Febriyani Alfiyatur Rochmah dan Novisa Anastasia Putricahyo (Politeknik Negeri Semarang).

Sedangkan pemenang lomba siar kategori dewasa diantaranya juara 1 diraih pasangan Aan Marendah dan Nata Rinaldi (Universitas Muhammadiyah Malang), juara 2 yaitu Gresia Zumarda M. dan Arina Rahmaniar (Sekolah Tinggi Almamater Wartawan Surabaya), dan juara 3 diraih oleh Fikri Amrullah dan Niken Ayu W. (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang)

“Semoga dengan diadakannya “Broadcasting Festival” ini bisa melahirkan banyak entertainer yg berkualitas dan bermanfaat bagi bangsa dan negara”, ucap Sahbani Zein salah satu panitia dalam acara tersebut.

Kontributor: News REM FM


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 205 kali

Tambah Dua Profesor, Kualitas Akademik Semakin Baik

Jumat, 21 Juli 2017 | 14:45 WIB


Tambah Dua Profesor, Kualitas Akademik Semakin Baik

Dua dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendapat gelar kehormatan akademik tertinggi sebagai profesor. Keduanya adalah Prof Dr Retno Sri Iswari dan Prof Dr Abdurrachman Faridi.

Prof Dr Retno ditetapkan sebagai profesor bada bidang ilmu biokimia. Adapun Prof Dr Faridi tetapkan sebagai profesor pada bidang pendidikan bahasa Inggris.

Meningkatnya jumlah profesor diyakini terus memperkuat kualitas akademik, baik pada tingkat program studi, fakultas, maupun universitas.

Rektor Prof Dr Fathur Rokhman menekankan agar para profesor melaksanakan amanah dari negara dengan baik. Salah satu tugas khusus para profesor adalah melakukan penelitian yang dipublikasikan di jurnal internasional, menulis buku referensi, dan memublikasikan dalam prosiding.

Selain menyerahkan SK kepada dua profesor baru, Rektor juga menyerahkan SK kenaikan pangkat kepada beberapa dosen lain, yaitu Prof Dr Sarwi, Prof Dr Ani Rusilowati, Prof Dr Hartono, Prof Dr Sutikno, dan Prof Dr Edy Cahyono.


Penulis: Rahmat Petuguran Dibaca : 872 kali

Sebanyak 12 Film Berbahasa Jawa Siap Berlaga

Jumat, 21 Juli 2017 | 14:11 WIB


Sebanyak 12 Film Berbahasa Jawa Siap Berlaga

Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (UNNES) akan mengadakan Festival Film Berbahasa Jawa di Kampung Budaya Unnes, kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Sabtu (22/7), pukul 13.00. Festival akan menampilkan sebanyak 12 film indie hasil garapan mahasiswa jurusan yang sama dan berbagai komunitas.

Keterangan pers yang diterima unnes.ac.id, Jumat (21/7) menyebut, acara yang terbuka untuk umum ini akan diawali dengan pemutaran film secara beruntun. Setelah itu, pada pukul 19.00 di hari yang sama, akan dilakukan penganugerahan kepada sejumlah nominasi film yang masuk kategori terbaik. Kategori tersebut antara lain meliputi film terbaik, tata suara dan musik terbaik, tata gambar terbaik, skenario terbaik, sutradara terbaik, pemeran utama terbaik, dan pemeran anak terbaik.

Juri Festival Film Berbahasa Jawa tahun ini adalah jurnalis Harian Suara Merdeka yang juga budayawan Saroni Asikin dan dosen pengampu matakuliah Drama Jawa Modern di Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa UNNES, yaitu Yusro Edy Nugroho, Ucik Fuadhiyah, dan Didik Supriadi.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 280 kali

Mahasiswa UNNES PPL Antarbangsa di Nepal dan Singapore

Jumat, 21 Juli 2017 | 13:45 WIB


Mahasiswa UNNES PPL Antarbangsa di Nepal dan Singapore

Enam Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Antarbangsa di Nepal dan Singapore.

Pelepasan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama (WR IV) Prof YL Sukestiyarno, Jumat (21/7) di rektorat UNNES kampus Sekaran Gunungpati.

Mereka yang Ber PPL di Nepal yakni Bangkit Tri Nugoho porgram studi (Prodi) Pendidikan Biologi dan Lakhaula Sahrotul Aulia prodi Pendidikan IPA keduanya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Sedangkan yang di Singapore yakni Khowrul Izzati prodi Pendidikan Guru PAUD, dan Fina Ulinnuha Arifin Febrianti prodi PGSD keduanya dari FIP. Kemudian, Deby Prasetio Agung prodi Pendidikan Sosioantropologi serta Syifa’Nikmatu Rakhmah prodi Pendidikan Geografi keduanya dari FIS.

Ketua LP3 UNNES Dr Abdurrahman MPd melaporkan, mahasiswa ini akan melakukan PPL Antarbangsa di Sekolah Indonesia Singapore selama tiga bulan mulai mulai 23 Juli sampai 21 Oktober. Kemudian yang di Nepal PPL di Sekolah Salvinea Academy.

Abdurrahman menjelaskan, PPL Antarbangsa ini telah bekerjasama dengan Pusat Pengembang Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNNES terkait program KKN yang wajib dilakukan oleh mahasiswa.

Selama di negara tujuan, mahasiswa dapat dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat terhadap masyarakat setempat dengan memperkenalkan budaya-budaya Indonesia dan keanakaragaman sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Laporan kegiatan tersebut akan dipergunakan oleh Pusat Pengembang KKN UNNES untuk mempertimbangkan bobot KKN yang akan didapat mahasiswa.

WR IV Prof Sukestiyarno menyampaikan, menjadi mahasiswa PPL Antarbangsa jangan ragu dan jangan takut salah mengucapkan bahasa saat mengajar anak didiknya, pastikan dan bersikaplah sebagai guru yang penting anda menerapkan metode pembelajaran.

Jangan beranggapan bahwa mengajar dengan menggunakan alat peraga itu sukses, anggapan itu salah. Mengajar dengan alat peraga itu hanya kulitnya saja masih perlu diperjelas sampai siswa itu mengerti. Buatlah pembelajaran dengan inovatif dan kreatif.


Penulis: Sihono Dibaca : 382 kali

UIN Raden Intan Lampung Jalin Kerjasama dengan UNNES

Jumat, 21 Juli 2017 | 11:45 WIB


UIN Raden Intan Lampung Jalin Kerjasama dengan UNNES

Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UINRIL) melakukan kerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (UNNES) tentang pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Jumat (21/7) di rektorat kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Setelah melakukan kerjasama, dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama tentang Pengembangan Sistem Informasi yang ditandatangi oleh Wakil Rektor UNNES Bidang Perencanaan dan Kerja Sama (WR IV) Prof YL Sukestiyarno dan Wakil Rektor UINRIL Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Prof Dr H Syaiful Anwar.

Prof Dr H Syaiful Anwar menyampaikan, setelah bertransformasi dari IAIN menjadi Universitas Islam Negeri maka segala kebutuhan menjadi bebannya berat diantaranya kebutuhan teknologi dan informasi.

Untuk itu kami mendapat rekomendari dari Menristekdikti untuk berkunjung ke UNNES bahwa sudah mengaplikasikan sistem teknologi dan informasi dengan baik. Mohon bimbingan kepada UNNES untuk menerapkan sistem itu untuk diterapkan di UINRIL agar lebih baik lagi.

WR IV UNNES Prof Sukestiyarno mendengan penjelasa itu mengucapkan terimasih bahwa sistem teknologi dan informasi di UNNES ini awalnya juga seperti di UINRIL, kemudian diperbarui dan diperbarui terus menurut kebutuhan lembaga.

Silakan saling tukar informasi sistem apa yang diperlukan di UINRIL mungkin tim dari teknologi dan informasi UNNES bisa membatu melengkapi sistem informasi yang sudah ada di UINRIL.


Penulis: Sihono Dibaca : 215 kali

Dukung Reputasi, UNNES Gandeng Polda Jateng

Kamis, 20 Juli 2017 | 18:09 WIB


Dukung Reputasi, UNNES Gandeng Polda Jateng

Dalam mendukung tujuan, visi, dan misi Universitas Negeri Semarang (UNNES) yakni menjalin kerja sama institusi dalam menunjang penguatan kelembagaan yang bereputasi internasional, UNNES kembali bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng).

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum didampingi Wakil Rektor dan pejabat di lingkungan UNNES melakukan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Irjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum di kantor dinas Kapolda Jateng Gedung Itwasda Semarang, Kamis (20/7).

Tujuan audiensi tersebut adalah silaturahmi antara UNNES dengan Polda Jateng, kemudian kerja sama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, radikalisme, dan organisasi terlarang dikalangan mahasiswa.

Rektor menyampaikan, di tengah era globalisasi saat ini kampus sangat rentan dan mudah untuk menjadi sasaran penyebaran narkoba. Oleh karena itu, UNNES terus berupaya untuk turut serta secara aktif memerangi narkoba.

“Narkoba memiliki sifat adiktif dan mampu mengubah perilaku penggunanya, tentu hal tersebut sangat merugikan, termasuk bagi mahasiswa. Sejak tahun 2015, UNNES telah melakukan tes urine terhadap mahasiswa baru. Ini adalah langkah UNNES untuk mengantisipasi peredaran narkoba didalam kampus. Tak hanya mahasiswa, seluruh pimpinan UNNES juga melakukan tes narkoba” jelas Rektor.

Tes urine tersebut, tambah Rektor, terselenggara atas kerjasama UNNES dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Tengah dan Diresnarkoba Polda Jateng. Kedepan, tes narkoba akan dilakukan secara rutin bagi setiap mahasiswa UNNES.

“Selain melakukan tes urine, dalam rangka memerangi peredaran dan penggunaan narkoba, UNNES telah menerapkan kebijakan bagi pimpinan atau mahasiswa yang terlibat dalam perederan atau mengonsumsi narkoba” tegas Profesor bidang Sosiolinguistik tersebut.
Rektor berharap kerja sama institusi seperti ini dapat terus terjalin, untuk itu UNNES meminta dukungan dari Polda Jawa Tengah dalam upaya memerangi narkoba, radikalisme, dan organisasi terlarang dIkalangan mahasiswa UNNES.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum mengatakan bahwa pihaknya siap membantu UNNES, dan siap mendukung yang di butuhkan UNNES.
“Terima kasih atas kunjungan silaturahminya saya sangat senang, memang bibit-bibit penerus pendidik ini harus di pantau sedemikian rupa supaya kedepan, bisa menjadi calon-calon pendidik yang berkualitas” jelas Kapolda Jateng.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 280 kali

Kampus Didorong Berikan Solusi Atasi Ketimpangan

Kamis, 20 Juli 2017 | 13:01 WIB


Kampus Didorong Berikan Solusi Atasi Ketimpangan

Akademisi di kampus didorong untuk membantu pemerintah dalam memecahkan berbagai masalah perekonomian. Melalui berbagai upaya, peran dosen dan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis dinanti untuk mengatasi ketimpangan sosial di tengah masyarakat.

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Fathur Rokhman ketika membuka Sidang Pleno Ke-13 Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI), di Patra Convention Hotel Semarang, Kamis (20/7), mengatakan, tantangan akademisi berbagai prodi di fakultas tersebut sekarang ini tidaklah mudah. Menurut Fathur, kampus mesti hadir di tengah masyarakat dengan menghasilkan berbagai temuan yang solutif untuk mengatasi permasalahan.

Upaya untuk mengatasi ketimpangan di desa, menurut Fathur, kampus bisa mengambil peran dengan mendampingi dan memberdayakan potensi yang dimiliki. “Dengan demikian, kehadiran kampus benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan itu, antara lain, Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Desa Kementerian Dalam Negeri Lukmanul Hakim, Staf Ahli Menteri Pengembangan Ekonomi Lokal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Ratna Dewi Andriarti, Senior Economist World Bank Mr Derek Hung Chiat, dan Sekda Provinsi Jateng Sri Puryono, dan Dekan FE UNNES Wahyono.

Dalam laporannya, Wahyono yang juga Ketua Penyelenggara AFEBI tahun ini menyatakan kegiatan yang berlangsung 19-21 Juli ini diikuti sedikitnya 280 peserta dan 63 perguruan tinggi se-Indonesia. Wahyono berharap kegiatan menjadi ajang untuk bertukar pikiran dan menguatkan keilmuan prodi-prodi yang tergabung dalam fakultas tersebut.

Selain itu, pertemuan tahun ini membahas berbagai isu-isu aktual yang mengemuka dalam disiplin ilmu yang sama. Siding pleno dibagi dalam sejumlah komisi, antara lain pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat, dan kerja sama dan hubungan luar negeri. Selain itu, diselenggarakan pula pelatihan Aplikasi Stata untuk Analisis Spatial Econometrics.

Dekan FEB Universitas Brawijaya, Candra Fajri Ananda, mengatakan, dalam konteks keilmuan AFEBI telah menghasilkan jurnal ilmiah. Ke depan, ia berharap AFEBI lebih aktif memberi solusi kepada pemerintah terkait berbagai permasalahan dalam bidang ekonomi. “Tidak sekadar mengkritisi, tetapi membantu pemerintah dalam upaya pembangunan ekonomi,” ujarnya.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 271 kali

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Mahasiswa Unnes Latih Pijat Modern Tradisional

Kamis, 20 Juli 2017 | 12:00 WIB


Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Mahasiswa Unnes Latih Pijat Modern Tradisional

Desa Butuh Garung Kalikajar Kabupaten Wonosobo memiliki banyak keunikan salah satunya Gunung Sumbing. Desa dengan keasriannya menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati liburan. Desa ini menjadi jalur utama favorit pendakian para pendaki. Alih-alih banyak wisatawan lokal dan asing untuk berkunjung atau sekadar singgah menikmati kopi hangat dan tempe kemul khas daerah tersebut.

Desa di pegunungan memang hanya mengandalkan potensi alam dengan menjadi petani sayuran, cengkeh, dan tanaman holtikultura lainnya. Padahal nilai tambah yang dihasilkan tanaman sayuran sangatlah kecil. Penggangguran musiman menjadi hal biasa bagi masyarakat desa karena mereka hanya mengandalkan panen tembakau yang hanya satu tahun sekali.

Desa memang membutuhkan uluran tangan dan sokongan pihak-pihak yang dapat meluangkan waktunya untuk memberi sekelebat semangat dan pengalaman. Dua hal berbeda atas potensi dan permasalahan ekonomi yang ada mendatangkan inspirasi untuk Ilham Romadona, Khusnul Azizatunnishak, Callista Herdianingtyas, dan Muhammad Zuhhad mengolahnya untuk melakukan pemberdayaan masyarakat dengan mendirikan Rumah Latih Pijat Modern Tradisional Dan Entrepreneurship Menuju Desa Butuh Sejahtera melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Pendaki Gunung Sumbing selalu meningkat 50% tiap tahunnya. Pendaki ketika sudah sampai di puncaknya memang akan terpuaskan dengan keindahan alamnya. Namun, ketika turun belum ada yang menjamin kebugarannya kembali. Sisi lain ini merupakan peluang yang menjanjikan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memberikan pelayanan jasa pijat bugar. Sayangnya, karena keseharian yang biasa-biasa saja membuat masyarakat desa tidak peka akan potensi ini.

Mengaplikasikan ilmu olahraganya Muhammad Zuhhad memberi pelatihan pijat sebanyak delapan kali pertemuan tiap sepekan didampingi teman yang lain untuk membagi ilmu ekonominya agar membuka peluang kerja dan mengangkat perekonomian masyarakat Desa Butuh.

Mengembangkan jiwa kreativitas dan kewirausahaan masyarakat Desa Butuh dengan mandiri. “Pijat Bugar ini akan lebih menarik lagi apabila dikemas dalam bentuk SPATheraphy dengan view Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro dengan menyuguhkan suasana pedesaan ditambah secangkir kopi tambah nikmat, wisatawan lokal dan asing akan melihat ini sebagai tempat rileksasi di tengah kepenatan mereka beraktivitas”kata Pak Edi Bidang Destinasi Dinas Priwisata dan Kebudayaan Wonosobo. Hal ini yang menjadi nilai jual Desa Butuh.

Ilham berharap, kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat bahwa desa mampu menjadi poros perubahan produktif dengan tetap mempertahankan kearifan lokalnya.


Penulis: Sihono Dibaca : 249 kali

19 Perguruan Tinggi PKM Di Monev Eksternal Dikti, UNNES Tuan Rumah

Kamis, 20 Juli 2017 | 11:46 WIB


19 Perguruan Tinggi  PKM Di Monev Eksternal Dikti,  UNNES Tuan Rumah

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi tuan rumah pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal dari Ristekdikti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017 selama dua hari Kamis dan Jumat (20-21/7) di Auditorium kampus UNNES Sekaran Gunungpati.

Kegiatan yang diikuti 19 perguruan tinggi (PT) untuk 185 tim PKM untuk 5 Bidang itu yakni Akademi Farmasi Theresiana Semarang (4 tim), Politeknik Harapan Bersama Tegal (1 tim), Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang(2 tim), ¬¬ Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Husada Semarang(1 tim), Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Semarang(2 tim), Universitas Dian Nuswantoro Semarang (16 tim), Universitas Islam Nadlatul Ulama Jepara (3 tim), Universitas Islam Sultan Agung Semarang (22 tim).

Kemudian, Universitas Negeri Semarang (71 tim), Universitas Katolik Soegijapranata Semarang (1 tim), Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (6 tim) , Universitas Muhammadiyah Semarang (12 tim), Universitas Muria Kudus (11 tim) , Universitas Pekalongan (1 tim), Universitas PGRI Semarang (5 tim), Universitas Semarang(7 tim), Universitas Stikubank Semarang (2 tim), Universitas Tidar Magelang(12 tim), dan Universitas Wahid Hasyim Semarang (6 tim).

Tim Monev Eksternal dari Ristekdikti yakni Dr Med dr Indwiani Astuti dar UGM Yogyakarta, Dr Tipri Rose Kartika SE MM (Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta), Ir Moh Anshar MSI PhD (Politeknik Negeri Malang), dan Prof Dr Tukiran MSi (UNESA Surabaya).

Dr Med dr Indwiani Astuti mewakili dari Ristekdikti menyampaikan, tujuan monev ini untuk pembelajaran tanggung jawab para mahasiswa tentang pelaksanaan PKM yang sudah mendapat dana hibah dari pemerintah.

Untuk itu, tim reviewer menanyakan sampai dina pelaksanaannya, bagaimana hasilnya, dan apakah dananya kurang atau tidak.

Oleh karena itu, tunjukkan hasil karyanya yang terbaik dalam presentasi, sebab nilai proposalnya tidak bisa dirobah. Dengan data yang akurat dilengkapi dengan dokumen serta didukung presentasi yang maksimal, mudah-mudahah bisa dipanggil lagi oleh Ristekdikti dan bisa bertemu lagi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-30 Agustus mendatang di Makassar.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum saat membuka menyampaikan, semua mahasiswa yang mengikuti Monev PKM ini merupakan mahasiswa menuju ke kesuksesan. Sebab baru jenjang mahasiswa sudah menjadi mahasiswa kreatif.

Prof Fathur mengajak kepada semua mahasiswa berprestasi dan berkarakter untuk membangun tanah air Indonesia tercinta ini yang lebih baik lagi.

Untuk UNNES ke-5 PKM yang didanai berjumlah 71 terdiri atas PKM Kewirausahaan (PKM-K) 21, PKM Pengabdinan Masyarakat (PKM-M) 16, PKM Karsa Cipta (PKM-KC) 8, PKM Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH) 14, dan PKM Penelitian Eksakta (PKM-PE) 12.


Penulis: Sihono Dibaca : 272 kali

Rektor Apresiasi Unit dengan Kinerja Terbaik

Rabu, 19 Juli 2017 | 18:09 WIB


Rektor Apresiasi Unit dengan Kinerja Terbaik

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman memberikan penghargaan kepada sejumlah unit kerja yang berkinerja baik di kampus Sekaran, Rabu (19/7). Rektor memberikan penghargaan setelah mengevaluasi sekaligus mengapresiasi kinerja sejumlah unit kerja pada semester 1 2017 di lingkungan UNNES.

Penghargaan diberikan berdasarkan sejumlah indikator kinerja yang dikembangkan dan dikawal Badan Penjaminan Mutu (BPM). Empat aspek utama yang dinilai adalah bidang akademik, bidang umum dan keuangan, bidang kemahasiswaan, dan bidang perencanaan dan kerja sama.

Secara akumulatif, unit kerja dengan kinerja bidang akademik terbaik adalah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),  Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Pada bidang umum dan keuangan, Peringkat Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik diraih oleh FMIPA, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), dan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Pada bidang kemahasiswaan, peringkat prestasi mahasiswa adalah Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), FIS, dan FBS. Adapun pada bidang kerja sama, kinerja terbaik diraih oleh FIK, FT, dan FMIPA.

Selain itu, FMIPA menjadi yang terbaik dalam penilaian program Hijau, Bersih, dan Sehat (H-BAT). Sedangkat FT menempati urutan kedua dan disusul FH di urutan ketiga.

Rektor mendorong setiap unit kerja agar bekerja cerdas dan tuntas untuk memajukan institusi. Rektor memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi  kepada semua unit kerja yang telah bekerja cerdas dan tuntas melaksanakan program dan kegiatan.

Rektor juga menekankan pentingnya semua unit kerja untuk mendukung program dan kebijakan universitas dalam pencapaian visi UNNES “Menjadi Universitas Berwawasan Konservasi dan Bereputasi Internasional“. Lebih lanjut Rektor mengajak semua warga UNNES bersama mengembangkan Unnes melalui pelayanan prima tri dharma perguruan tinggi.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 483 kali

18 Guru SD Labschool UNNES Dilatih Buat Media Literasi

Rabu, 19 Juli 2017 | 13:56 WIB


18 Guru SD Labschool UNNES Dilatih Buat Media Literasi

Bertempat di Aula Labschool UNNES, Jl. Menoreh Tengah X No.4, Sampangan, Semarang, guru-guru SD Labschool UNNS mendapatkan pelatihan membuat media literasi, Senin (17/8). Acara pelatihan ini merupakan program pengabdian masyarakat yang diprakarsai oleh tim dosen Jurusan PGSD UNNES. Tema pengabdian ini adalah Iptek Bagi Masyarakat (IBM) Guru SD Kecamatan Gajahmungkur, dengan topik “Pelatihan Pembuatan Media Literasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca, Menulis Permulaan Siswa Kelas Awal.”

Adapun dosen yang tergabung dalam tim pengabdian PGSD UNNES yang terdiri dari Nugraheti Sismulyasih, S.Pd., M.Pd selaku ketua program, serta tim yang terdiri dari Dra. Nuraeni Abbas, M.Pd, Elok Fariha Sari, S.Pd.Si., M.Pd, Arif Widagdo, S.Pd., M.Pd, dan Dra. Hartati, M.Pd.

Dalam kegiatan ini, bapak Bapak/Ibu guru diajak untuk membuat media literasi. Mereka dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok mendapat tugas yang berbeda-beda. Kelompok 1 membuat big book, kelompok 2 membuat media tulis (buku bacaan zig zag) dan kelompok 3 membuat Graphic Organizer (diagram venn, diagram KWHL, diagram siklus, dan brainstorming)

Nugraheti, salah satu pemateri yang merupakan dosen PGSD Unnes, berharap setelah adanya kegiatan ini muncul kreativitas dari bapak/ibu guru dalam membuat media literasi, bukan hanya untuk pelajaran bahasa Indonesia saja, tapi untuk semua pelajaran.

“Dengan kreativitas guru dalam membuat dan menggunakan media literasi yang tepat, dalam arti sesuai dengan perkembangan anak, kita bisa berharap agar siswa dapat meningkat kemampuan literasinya, khususnya dalam bidang membaca dan menulis,” tambahnya.

Rifan, salah satu guru SD Labschool Unnes mengaku senang mendapat pelatihan semacam ini. “Ini merupakan ilmu yang sangat berharga. Saya akan mencoba membuat media seperti ini,” tuturnya.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 278 kali

4295 Mahasiswa UNNES Siap Ikuti PPL

Rabu, 19 Juli 2017 | 12:38 WIB


4295 Mahasiswa UNNES Siap Ikuti PPL

Sebanyak 4.295 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengikuti Pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) selama dua hari, Rabu hingga Kamis (19-20/7) di Rektorat Kampus Sekaran Gunungpati.

Drs Bambang Priyono MPd Kepala Pusat Pengembangan PPL dan Sekolah Laboratorium UNNES  menjelaskan terdapat 4.295 mahasiswa yang mengikuti pelaksanaan PPL tahun 2017. Mereka terdiri atas 47 peserta PPL Antar Bangsa, 3.951 peserta Reguler, dan 297 peserta PPL PPG SM3T.

“Peserta PPL Antar Bangsa nantinya akan tersebar di 9 negara yakni di Perancis, Belgium, Taiwan, Nepal, India, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Singapura. Sementara itu, peserta PPL Reguler akan tersebar di 311 sekolah di 18 kabupaten/kota, dan peserta PPL PPG SM3T di 22 sekolah di kota Semarang” jelasnya.

Dr Sulaiman MPd saat memberi materi pembekalan menjelaskan mengenai kode etik saat berada di instansi bertugas.

“Menjadi peserta PPL itu siap mengabdi untuk negeri melalui pendidikan. Jadi saya harap saudara-saudara jangan sampai terlambat datang, dan patuhi kode etik sebagai calon pendidik. Melengkapi instrumen pembelajaran agar lebih terencana saat di kelas, kuncinya bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian” tegasnya.

Ia juga menyontohkan, misalnya ada kunjungan dari guru maupun dosen lain yang bukan dosen pembimbing atau program studi saudara, sapalah dengan ramah dan disiplin.

Dengan mengikuti aturan yang ada, setelah lulus mahasiswa diharapkan siap menjadi guru dimana saja, tanpa ada masalah penempatan karena sudah terbiasa menjalaninya.

“Peserta PPL harus proaktif, jangan menunggu tanpa kejelasan, carilah informasi apapun untuk kebutuhan pembelajaran dengan memanfaatkan kecanggihan IT dan internet saat ini” pungkasnya

Diagendakan setelah mengikuti pembekalan, peserta PPL Reguler akan diterjunkan pada 24 Juli dan penarikan pada 14 Oktober. Sementara itu, untuk peserta PPL PPG SM3T pembekalan akan dilaksanakan pada 26 Juli dan penerjunan ke sekolah pada 27 Juli.

(Dwi Hermawan, Student Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 253 kali

BPM UNNES Jalin Kerjasama Dengan STKIP Singkawang

Rabu, 19 Juli 2017 | 9:12 WIB


BPM UNNES Jalin Kerjasama Dengan STKIP Singkawang

Badan Penjaminan Mutu melaksanakan program hibah asuh di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Singkawang, Kalimantan Barat ( 12-14/7). Universitas Negeri Semarang (UNNES) merupakan salah satu dari 26 Perguruan tinggi unggulan di Indonesia yang memperoleh hibah dari Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristek dikti.

Hibah yang dimotori oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) tersebut bertujuan untuk mengasuh program studi dalam rangka menjalankan sistem penjaminan mutu menuju akreditasi unggul. Program studi yang diasuh merupakan program studi dengan tingkat akreditasi C pada perguruan tinggi swasta.

Dalam hibah ini, UNNES mengasuh 3 Perguruan Tinggi diantaranya Universitas Muhammadiah Semarang (Unimus), Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Singkawang. Sedangkan prodi yang terlibat dalam pengasuhan ini adalah 30 prodi.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari di STKIP Singkawang tersebut diawali dengan Penandatangan Komitmen Kerjasama antara Ketua STKIP Singkawang Drs Andi Mursidi MSi dengan Ketua BPM UNNES Dr Suwito Eko Pramono MPd. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan FGD Penguatan Peran Penjaminan Mutu untuk meningkatkan Akreditasi Prodi dan Institusi, Strategi dan Bimbingan Teknis Persiapan Visitasi Akrediatasi Prodi, dan Strategi dan Bimbingan Teknis Akrediatasi Institusi.

Mengingat sistem akreditasi BAN-PT yang berlaku saat ini telah menggunakan sistem online, dalam kegiatan tersebut juga diberikan materi terkait dengan penggunaan SAPTO (Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online).

Hadir Sebagai Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah tim dari Badan Penjaminan Mutu Yang terdiri atas Dr Suwito Eko Pramono MPd, Agung Yulianto SPd Msi, Badingatus Solikhah SE, MSi Akt CA, dan Luthfi Fathan Dahriyanto Spsi, MPsi.

Adapun peserta yang menghadiri kegiatan tersebut Seluruh pejabat struktural di lingkungan STKIP sampai pada ketua program studi, seluruh dosen dan seluruh tenaga kependidikan sebanyak 50 peserta. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang berkelanjutan, sehingga program berikutnya dalam rangka pengasuhan STKIP Singkawang adalah Program Magang yang akan dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang pada bulan Agustus 2017 bersama 2 perguruan tinggi asuhan lainnya yaitu Unimus dan UNW.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 206 kali

Dosen UNNES Riset Kolaboratif Gandeng UKM Malaysia

Selasa, 18 Juli 2017 | 16:14 WIB


Dosen UNNES Riset Kolaboratif Gandeng UKM Malaysia

Tim Peneliti FMIPA UNNES menggandeng para peneliti Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) melakukan  research collaborative yang difokuskan pada strategi pembelajaran dan penyusunan buku ajar matematika berbasis budaya pesisir. Dari tanggal 15 Juli 2017 sampan dennen 18 Juli 2017, tim peneliti yang dipimpin Prof Dr Hardi Suyitno MPd melakukan serangkaian diskusi dengan tim UKM yang dipimpin Prof Dr Effandi Zakaria untuk mematangkan hasil riset dan kelanjutan riset yang telah dilakukan. Kedatangan tim diterima oleh Dekan Fakulti Pendidikan UKM.

Dekan FMIPA UNNES, Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt, selaku anggota tim mengemukakan, hasil research collaborative ini akan diteruskan dengan joint publication di jurnal internasional bereputasi. Hal ini sejalan dengan milestone UNNES sebagai tahun reputasi (2017) dan internasionalisasi (2018).

Secara kelembagaan, research collaborative ini menjadi gerbang pembuka kegiatan sit in, visiting professor, visiting lecturer maupun PSM (project science mathematics). Pandangan Dekan FMIPA ini sepenuhnya mendapat dukungan dari anggota tim peneliti yang lain, seperti Ketua LP2M UNNES Prof Dr Totok Sumaryanto F MPd maupun Drs Amin Suyitno MPd dan Endang Sugiharti SSi MKom.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 264 kali

Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dikemas dalam Dialog Kebangsaan

Selasa, 18 Juli 2017 | 13:01 WIB


Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dikemas dalam Dialog Kebangsaan

Revitalisasi dan Reaktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara menjadi tema dalam acara Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Selasa (18/7) di gedung Prof Wuryanto Auditorium UNNES. Kdialog dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademin Prof Dr Rustono MHum

Ketua panitia Dr Wirawan Sumbodo MT menyampaikan, tujuan penyelenggaraan acara ini bukan hanya membahas mengenai tema yang telah ditentukan tetapi juga sebagai forum silaturahmi. Acara ini dihadiri oleh 380 peserta yang terdiri atas pimpinan UNNES, dosen, alumni UNNES, mahasiswa dan tamu undangan dari instansi lain. Selain itu, acara ini juga mengundang Dr Drs Budiyanto SH MHum dan Dr Mohamad Sobary sebagai pembicara kunci dan pembicara utama dalam dialog kebangsaan ini.

Dr Drs Budiyanto SH MHum mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga tetap tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta memantapkan persatuan dan kesatuan wilayah NKRI, kedaulatan NKRI dan kelangsungan hidup NKRI. Ia juga menerangkan, NKRI dibangun tidak mudah melainkan melalui pengorbanan yang besar dengan dasar/pondasi pancasila, berpilar UUD 1945 serta berisikan Bhinneka Tunggal Ika.

Guna mencegah dan mewaspadai tumbuh dan berkembangnya radikalisme, korupsi, dan disorientasi terhadap nilai-nilai pancasia, maka diskusi ini perlu dilakukan. Dr Mohamad Sobary selaku pembicara utama menyampaikan bahwa bangsa Indonesia yang terdiri atas berbagai perbedaan baik agama, suku maupun bahasa tetapi dapat menyatu merupakan keunggulan tersendiri yang harus dipertahankan.

Selain itu, Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk kembali memahami, meyakini dan mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(Ryan Aditya, Students Staff)


Penulis: Sihono Dibaca : 326 kali

Rapat Pimpinan Bidang II Semester I Tahun 2017

Selasa, 18 Juli 2017 | 8:42 WIB


Rapat Pimpinan Bidang II Semester I Tahun 2017

Biro Perencanaan dan Keuangan Universitas Negeri Semarang (BPK UNNES) telah mengadakan Rapat Pimpinan Bidang II semester I Tahun 2017 dengan tema Meningkatnya Kualitas Layanan Bidang II dalam Mmendukung Ketercapaian Visi dan Mmisi UNNES, Kamis hingga Jumat (13-14/7) di Hotel Syariah, Solo.

Kegiatan diikuti 67 peserta terdiri atas BPK, Biro Umum Hukum dan Kepegawaian (BUHK), Satuan Pengawas Internal (SPI), UPT TIK, UPT Kearsipan, Unit Layanan Pengadaan (ULP), Wakil Dekan Bidang II, Asisten Direktur Pascasarjana, dan Operator Pengelola Anggaran Unit kerja UNNES.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono MSi saat membuka kegiatan menyampaikan, tujuan kegiatan ini untuk mengevaluasi pelaksanaan program dan anggaran selama semester I tahun 2017 meliputi tingkat serapan anggaran, tingkat capaian output, dan identifikasi permasalahan serta solusinya.

Selain itu, juga untuk menyusun rencana pelaksanaan anggaran pada semester II tahun 2017 dengan memperhatikan ketersediaan anggaran unit masing-masing sampai dengan akhir tahun anggaran, kegiatan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini, dan kegiatan yang perlu dianggarkan pada semester II tahun 2017.

Kepala BPK UNNES Drs Heri Kismaryono MM selaku ketua panitia melaporkan jalannya kegiatan selama dua hari dan menjelaskan program kegiatan yang sudah tidak relevan dilaksanakan dievaluasi untuk diganti dengan program yang sesuai dengan kebutuhan sehingga sesuai target kinerja yang sudah ditetapkan dengan memperhatikan kebijakan pimpinan.

Agenda kegiatan itu meliuputi diskusi kelompok, evaluasi rencana kegiatan dan anggaran semester I tahun 2017, sidang pleno laporan hasil pelaksanaan semester I, dan rencana tindakan semester II.

Adapun hasil dari Rapat Pimpinan serapan anggaran unit kerja di Bidang II yakni UPT TIK serapan anggaran 71,75%, Bagian Keuangan 35,58%, Bagian Akuntansi 30,02%, SPI serapan anggaran 21,32%, Bagian Perencanaan 19,34%, Bagian Umum 19,08%, ULP 18,14%, UPT Kearsipan 12,31%, dan Bagian Kepegawaian 10,09%.


Penulis: Sihono Dibaca : 355 kali

FE UNNES Selenggarakan Seminar Nasional dan Call For Paper : Problematika dan Solusi Implementasi Kurikulum

Senin, 17 Juli 2017 | 13:22 WIB


FE UNNES Selenggarakan Seminar Nasional dan Call For Paper : Problematika dan Solusi Implementasi Kurikulum

Sebagai upaya menghadapi abad ke-21, Negara Indonesia memasukkan konsep berkelanjutan sebagai salah satu prinsip dasar dalam pembangunan pendidikan nasional, dimana menempatkan pendidikan sebagai hal yang mendasar untuk mencapai tujuan berkelanjutan. Hal ini tentu merupakan tantangan baru bagi komunitas pendidikan, untuk memasukkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan pada kurikulum.

Untuk itu, Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (FE UNNES) sebagai motor pencetak tenaga pendidik di bidang ekonomi dan bisnis perlu meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui penyelenggaran Seminar Nasional dengan tema “Problematika dan Solusi Implementasi Kurikulum Menuju Pembangunan Berkelanjutan”.

Pemateri dalam seminar ini yakni Prof Dr Said Hamid Hasan MH (Pakar Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia) dan Drs Heri Yanto MBA PhD (Pengembang Kurikulum UNNES).

Kegiatan akan diselenggarakan Rabu 20 September 2017 di Aula UNNES Training Center (UTC) pukul 08.00 WIB sampai dengan selesai.

Batas akhir pendaftaran pemakalah dan pengiriman abstrak 22 Agustus 2017, Notifikasi pengumuman penerimaan abstrak akhir Agustus 2017, dan batas akhir upload full paper dan registrasi pembayaran 7 September 2017.

Adapun teknis pendaftaran yaitu mengisi formulir pendaftaran di laman bit.ly/formpendaftaransnpe, melakukan transfer pembayaran melalui nomor rekening BNI 500555116 a/n Indri Murniawaty, Konfirmasi transfer melalui SMS atau WhatsApp ke nomor hp. 081220080649, Kemudian upload bukti transfer ke laman bit.ly/buktitransfersemnas.

Biaya pendaftaran untuk mahasiswa UNNES Rp 50.000, umum Rp. 150.000, dan pemakalah Rp. 350.000. Fasilitas yang didapatkan dalam seminar ini yaitu Lima artikel terpilih akan dipublikasikan di jurnal Dinamika Pendidikan Ekonomi http://journal.unnes.ac.id/nju/indeks.php/DP, Seminar kit Makan dan Snack, Sertifikat, serta Proceeding.


Penulis: Sihono Dibaca : 686 kali

Mahasiswa FH dan FT UNNES Juara 2 Denok Kenang Semarang 2017

Senin, 17 Juli 2017 | 12:31 WIB


Mahasiswa FH dan FT UNNES Juara 2 Denok Kenang Semarang 2017

Mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Hesty Alya Utami dan mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Negeri Semarang (UNNES) Mohammad Fariz Fauzan akhirnya berhasil menjadi juara 2 Denok Kenang Semarang 2017, dalam Grand Final Pemilihan Denok Kenang Semarang 2017, di Krakatau Ballroom Hotel Horison Semarang, Minggu (29/4) malam.

Hadiah diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Kriseptiana serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang Masdiana Safitri.

Sebanyak 50 peserta, terdiri atas 25 perempuan yang telah berkompetisi menjadi denok dan 25 laki-laki sebagai kenang yang nantinya akan membantu dalam mempromosikan pariwisata Kota Semarang.

Dalam pidato pembukaan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan kiprah denok-kenang akan semakin penting sebagai elemen promosi Kota Semarang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Oleh sebab itu denok kenang harus benar-benar mengerti Semarang untuk bisa ‘menjual’ Kota Semarang dengan berbagai langkah yang lebih inovatif dan kreatif.

Rektor UNNES Prof Fathur Rokhman menyambut baik prestasi ini, dan berharap Hesty Alya Utami dapat memotivasi dan menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi.

(Dwi Hermawan, Student Staff)


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 475 kali

Pengajian Rutin, Rektor: Mari Rapatkan Saf Membangun UNNES

Senin, 17 Juli 2017 | 8:41 WIB


Pengajian Rutin, Rektor: Mari Rapatkan Saf Membangun UNNES

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan pengajian rutin bulanan di Rumah Dinas Rektor, Jalan Kelud Raya Semarang, Minggu (16/7). Kegiatan diawali khataman Alquran oleh mahasiswa UNNES, dilanjutkan sambutan oleh Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum.

Dalam sambutannya, Prof Fathur menyampaikan pengajian rutin digelar untuk mengingatkan sivitas akademika agar selalu istiqamah demi kemajuan UNNES. Dia berharap, pengajian ini menjadi sarana silaturahmi antara pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa dengan para kyai dan ulama.

Selain itu, Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja warga UNNES terkait meningkatnya jumlah pendaftar Seleksi Mandiri UNNES tahun ini.

“Pendaftar Seleksi Mandiri UNNES tahun ini, meningkat dibanding tahun sebelumnya. SM-UNNES tahun ini diikuti oleh 13.532 peserta. Tentunya, hal ini karena kerja keras pimpinan, warga UNNES, dan masyarakat sekitar” jelas Profesor Sosiolinguistik itu.

Selain berkolerasi dengan kesiapan panitia penyelenggara, Prof Fathur menilai peningkatan jumlah peserta itu sebagai peningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional.

Kepercayaan masyarakat tumbuh karena semakin baiknya kualitas yang ditandai dengan berbagai prestasi yang diraih. Selain akreditasi institusi A, semakin banyak jumlah dosen berkualifikasi doktor, fasilitas primer dan sekunder perkuliahan juga terus meningkat.

“Mari bersama-sama, kita tetap jaga kepercayaan masyarakat, kita rapatkan saf untuk terus mewujudkan visi dan misi UNNES” pungkasnya.

Dalam pengajian ini, turut hadir unsur pimpinan, dosen, dan mahasiswa UNNES. Pengajian juga diisi dengan tausiyah oleh Wakil Rektor bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono MSi.

Dalam ceramahnya, Dr Martono menghimbau warga UNNES untuk terus bersedekah dan berbagi kepada yang membutuhkan.

“Setiap rezeki yang kita miliki, terdapat 2,5 % hak orang lain didalamnya. Kita harus yakin bahwa ada setiap balasan dari kebaikkan yang kita perbuat. Orang kaya itu dinilai dari apa yang disedekahkan, bukan dari apa yang dimiliki semata, karena harta yang sesungguhnya adalah harta yang disedekahkan dijalan Allah” jelasnya.

Setelah tausiyah, pengajian dilanjutkan dengan kajian dan istigasah bersama. Pengajian ditutup dengan doa oleh KH Maksum.

(Dwi Hermawan, Students Staff)


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 254 kali

Tim Debat UNNES Pertahankan Gelar Juara I NUDC Kopertis VI

Sabtu, 15 Juli 2017 | 11:10 WIB


Tim Debat UNNES Pertahankan Gelar Juara I NUDC Kopertis VI

Tim debat bahasa inggris UNNES berhasil mempertahankan gelar Juara I di kompetisi National University Debating Competition tingkat Kopertis VI yang diselenggarakan pada Rabu hingga Jumat (12-14/7) di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam lomba yang diadakan oleh Ristekdikti tersebut, UNNES berhasil menjadi kampiun setelah bersaing dengan 40 perguruan tinggi se-Jawa Tengah.

Gelar Juara tersebut diraih oleh UNNES setelah tim yang beranggotakan Ayudia Ratna Wijaya (Sastra Prancis, 2014) dan Yoga Adityatama (Sastra Inggris, 2013) menjadi yang terbaik di babak final menyisihkan tiga tim lainnya dari Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Islam Sultan Agung, dan Universitas Diponegoro.

Kepada unnes.ac.id, Yoga menyatakan bahwa ia sangat bersyukur dapat mempertahankan gelar juara yang diraih UNNES di tahun sebelumnya. Kemenangan tersebut merupakan hasil dari latihan keras yang dilakukan olehnya dan Ayudia dengan bimbingan dari para senior dan pendamping UKM. Kini, ia berharap untuk dapat bersiap secara maksimal bersama Ayudia untuk bisa mencapai prestasi tertinggi di tingkat nasional.

Perlu diketahui, National University Debating Championship adalah lomba debat bahasa inggris dengan sistem british parliamentary yang rutin diadakan oleh Ristekdikti tiap tahunnya. Nantinya, delapan tim terbaik dari tiap Kopertis akan berkompetisi lagi pada lomba tingkat Nasional. (Cesar, Student Staff)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 401 kali

Seminar Pelatihan Karir ajak Mahasiswa Rancang Persiapan Kerja Masa Depan

Sabtu, 15 Juli 2017 | 10:40 WIB


Seminar Pelatihan Karir ajak Mahasiswa Rancang Persiapan Kerja Masa Depan

Pusat Karir dan Bimbingan Konseling UNNES adakan seminar Career Coach “How to Get a Good Job? Let’s Prepare From Now!” hari Sabtu (15/7) di Gedung LP2M UNNES. Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta dari kalangan mahasiswa UNNES. Hadir sebagai pembicara adalah Irianto Muliono selaku Kepala Bagian Human Capital Telkom Indonesia.

Dalam sambutannya, Eem Munawaroh SPd, selaku perwakilan dari Pusat Karir menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan bekal pada mahasiswa untuk mengetahui perkembangan, keterampilan yang dibutuhkan, dan attitude yang sesuai pada dunia kerja saat ini.

Menambahi hal tersebut, sekretaris LP2M UNNES mendukung agenda ini. Ia menjelaskan bahwa nantinya materi yang diberikan akan memberikan bekal kesuksesan akademik, kepribadian, karir, dan sosial.

Masuk ke dalam materi, Irianto Muliono menjelaskan mengenai tips masuk ke dunia kerja. Ia menyarankan pada mahasiswa, untuk masuk ke dunia kerja, mahasiswa harus kritis mencari info mengenai sifat perusahaan. Sebagai tambahan, untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, mahasiswa harus mau dan mampu untuk ditempa cobaan dalam bekerja atau menempukan kesempatan usaha di masyarakat.

Selain presentasi mengenai hal tersebut, Irianto juga memberikan presentasi mengenai PT Telkom sebagai perusahaan ternama di Indonesia. Ia mengklarifikasi bahwa Telkom bukanlah perusahaan yang hanya fokus pada komunikasi, namun perusahaan tersebut juga memiliki fokus pada pendidikan, pariwisata, ataupun pendukung UMKM di masyarakat. (Cesar, Student Staff)


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 318 kali

Ketua Rayon 112 UNNES: Pelaksanaan PLPG 2017 Ada Perbedaan

Jumat, 14 Juli 2017 | 19:59 WIB


Ketua Rayon 112 UNNES: Pelaksanaan PLPG 2017 Ada Perbedaan

Pelaksanaan program Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) 2017 untuk sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan ada perbedaan sekenario dengan tahun sebelumnya. Perubahan itu yakni semua peserta PLPG 2017 harus melakukan pembekalan secara online selama tiga bulan oleh mentor Rayon dan Subrayon.

Sertifikasi ini merupakan kegiatan profesional guru yang ditandai dengan sertifikat profesional. Dampak dari profesional ini adalah kesejahteraan dan berbagai kemaslahatan.

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyampaikan itu saat membuka Koordinasi Internal Penyelenggaraan PLPG 2017 Rayon 112 UNNES, Jumat (14/7) Sore di Hotel Grasia Semarang.

Hadir Wakil Rektor Bidang Akademik UNNES Prof Rustono, Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr Syamsuhadi Irsyad MH, dan perwakilan dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS).

Prof Fathur menjelaskan, untuk kelulusan Ujian Tulis Nasional PLPG sekarang ini nilai standar tinggi yakni 80, berbeda dengan tahun sebelumnya.

Untuk itu mohon pelaksanaan PLPG ini dikawal dengan betul standar mutu dan pelayanan sebaik mungkin agar bisa membantu peningkatan mutu guru secara nasional dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Sebelumnya, Dr Sugianto ketua panitia melaporkan, UNNES ditetapkan sebagai Ketua LPTK Rayon 112 bersama LPTK Subrayon UPGRIS dan UMP, serta LPTK mitra yakni UKSW dan Universitas Muria Kudus.

Secara keseluruhan UNNES memperoleh kuota dari Jakarta sebanyak 4.852 peserta kemudian dilaksanakan oleh Rayon 112 UNNES sebayak 3.735 peserta, Subrayon UPGRIS 635 peserta, dan Subrayon UMP 482 peserta.

Pembekalan selama tiga bulan sudah dimulai sejak 10 Juli. Ada dua hal peserta bisa menjadi gugur hak peserta PLPG yakni selama 2 minggu pertama peserta tidak mengaktifkan akun dan selama pembekalan peserta kurang membuat laporan yang sudah ditetapkan yakni empat macam.

Untuk mengantisipasi itu panitia mengirimkan surat kepada dinas terkait dan menghubungi yang bersangkutan melalui nomor HP peserta.


Penulis: Sihono Dibaca : 482 kali

Beasiswa Unggulan S3 Dosen Indonesia 2017

Jumat, 14 Juli 2017 | 9:30 WIB


Beasiswa Unggulan S3 Dosen Indonesia 2017

Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) tahun 2017.

Program beasiswa ini diperuntukkan bagi dosen tetap pada perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang akan melanjutkan ke jenjang Doktor (S3) di dalam dan luar negeri.

Bagi dosen Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang berminat dan memenuhi syarat serta ketentuan yang berlaku sebagaimana pada pedoman BUDI tahun 2017, dapat mendaftar secara online melalui laman http://budi.ristekdikti.go.id sesegera mungkin.

UNNES sebagai Universitas yang terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas pelayanan dan pendidikan memberikan dukungan penuh kepada dosen-dosen yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi dengan tujuan pengembangan diri dan pengembangan kualitas pendidikan di UNNES.


Penulis: Sihono Dibaca : 406 kali

FH UNNES Rapatkan Barisan Kuatkan KPK

Kamis, 13 Juli 2017 | 16:41 WIB


FH UNNES Rapatkan Barisan Kuatkan KPK

Semarang. Berbagai aksi pelemahan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu berbagai keprihatinan di kalangan masyarakat, salah satunya di lingkungan kampus. Pusat Kajian dan Pendidikan Anti Korupsi (PKPAK) Fakultas Hukum Unnes, bersama seluruh Sivitas Akademika FH UNNES meneguhkan keberpihakannya pada pemberantasan korupsi. Hal ini ditunjukkan dengan Deklarasi dan Aksi Penguatan KPK, Rabu (12/7) kemarin di Fakultas Hukum UNNES. Sebagai bentuk komitmen atas dukungan penuh kepada Komisi Anti Rasuah Indonesia tersebut, Deklarasi tersebut menegaskan bahwa bagaimanapun bentuknya, korupsi adalah musuh bersama.

Dr Rodiyah SPd SH Msi, Dekan Fakultas Hukum Unnes, dalam orasinya menegaskan bahwa kemunduran bangsa kita saat ini adalah karena semakin banyaknya perilaku koruptif yang terjadi yang tanpa disadari kita biarkan. “Sekarang, mulai hari ini, apapun bentuk pelemahan terhadap KPK, maka akan kita lawan!”, ujar Dr Rodiyah SPd SH Msi. Sementara itu, turut hadir Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Prof Dr Hibnu Nugroho SH MH yang juga smenjadi salah satu inisitor gerakan penolakan hak angket DPR atas KPK. Beliau, dalam orasinya, menggarisbawahi bahwa gerakan anti korupsi dimanapun tempatnya dan negaranya selalu mendapatkan tantangan dan hambatan. “Korupsi di negara ini dilakukan secara terstruktur, maka kita harus merapatkan barisan, bersatu dan terorganisir dalam melawannya”, ungkapnya.

Dr Indah Stri Utari SH MHum, Direktur PKAK Fakultas Hukum Unnes menyayangkan atas digulirkannya hak angket kepada KPK oleh DPR. “DPR sebagai wakil rakyat, semakin hari tidak lagi mewakili suara-suara rakyat, dan hak angket atas KPK selayaknya kita tolak”, ujarnya. Lebih jauh, Dr Indah mengatakan bahwa Deklarasi Penguatan KPK ini sebagai bukti bahwa seluruh Sivitas Akademika FH UNNES bersama segenap elemen masyarakat terus mendukung KPK dalam berbagai upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.

Selain Mahasiswa, Dosen, Karyawan dan Tenaga Kependidikan FH UNNES, hadir juga dalam Deklarasi tersebut berbagai elemen masyarakat, diantaranya LSM PATTIRO, Lembaga Bantuan Hukum Semarang, dan KP2KKN. Deklarasi diakhiri dengan parade puisi anti korupsi oleh mahasiswa Fakultas Hukum Unnes.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 597 kali

Eksistensi Koperasi di Era Globalisasi

Kamis, 13 Juli 2017 | 15:52 WIB


Eksistensi Koperasi di Era Globalisasi

Di era globalisasi ini, semua informasi mudah didapatkan karena hampir semua orang menggunakan sosial media. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia semakin lama semakin banyak. Sedangkan, keberadaan koperasi dipertanyakan terkait dengan menjamurnya dan makin fenomenalnya pembelian dan penjualan melalui sosial media dan toko online.

Fakultas Ekonomi UNNES menyelenggarakan Seminar Nasional pada Selasa (11/7). Kegiatan yang bertempat di Aula FE, Gedung L1 lantai 3 mengambil tema “Peran dan Tantangan Koperasi dalam Rangka Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi”. Ketua Panitia, Dr Muhammad Khafid MSi menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi para dosen selaku periset ekonomi pada umumnya dan koperasi pada khususnya dalam menginspirasi tema-tema riset.

Dr Wahyono MM, Dekan FE saat membuka acara ini mengungkapkan bahwa FE UNNES berkomitmen untuk mengembangkan perekonomian kerakyatan baik bagi koperasi maupun UMKM, salah satu wujud komitmennya adalah pendirian pusat kajian UMKM dan Koperasi. Disamping itu, FE Unnes juga berkomitmen terhadap pembinaan mahasiswa untuk berwirausaha.

Koperasi sebagai bagian sistem perekonomian di Indonesia yang sejak lama menjadi wadah untuk mengembangkan demokrasi ekonomi dalam kenyataannya mengalami tantangan yang luar biasa di masa kini ketika tidak ada kreativitas yang dikembangkan dan diinovasikan. Hal ini diungkapkan oleh Pembicara Pertama, Prof Rusdarti MSi dari Dosen Koperasi FE Unnes. Ia menyatakan bahwa kelambanan koperasi untuk merger atau amalgamasi menjadi masalah yang membuat fungsi dan jenis koperasi yang tidak efisien. Diperlukan kreativitas untuk memanfaatkan kaidah kaidah koperasi untuk meraih keunggulan kompetitif dalam perkoperasian.

Selain itu, Susilowati SE, ketua koperasi Wanita Srikandi, Purworejo mengatakan, mengungkapkan pengalamannya dari usaha mengembangkan koperasi dari yang anggota yang berjumlah sedikit sampai sekarang berjumlah 2500-an petani yang menjadi anggota. Koperasi yang bergerak di bidang usaha gula semut, VCO dan minyak kelapa ini berhasil menggandeng perusahaan di Columbia dan Jakarta untuk memasarkan 100 ton gula ton per bulan. Beliau menyatakan bahwa awal terjun di dunia koperasi karena prihatin melihat kehidupan sederhana petani sekitar hutan yang hanya sebagai pemungut kayu hutan dan sekarang berhasil diberdayakan menjadi anggota koperasi yang lebih sejahtera.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari Dinas Koperasi Batik Indonesia Prov. Jateng, Dinas Koperasi dan UMKM Kendal, Sragen, Dinas Koperasi Solo, KPRI Warga Jaya Dinas Perhubungan Jateng, Dinas Koperasi Kab. Semarang. Selain itu, peserta juga berasal dari pendidik dari beragam SMP seperti SMP 15 15, 26, 10, 28, 41 Semarang dan SMA 2 Semarang. Peserta juga berasal dari unsur perguruan tinggi seperti IKIP Veteran, Polines, UNDIP, UIN Walisongo, STEKOM, STIE, STIBIS, AKBID Husada, UNTAG, UNWAHAS., UNPAND, UPGRIS dan FE UNNES.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 284 kali

62 Orang Dosen dan Tendik UNNES Naik Pangkat

Kamis, 13 Juli 2017 | 12:54 WIB


62 Orang Dosen dan Tendik UNNES Naik Pangkat

Sebanyak 62 orang warga Universitas Negeri Semarang (UNNES) menerima Surat Keputusan (SK) Rektor tentang kenaikan pangkat terhitung mulai 1 April 2017.

Ke-62 orang itu terdiri atas 15 orang pendidik (dosen) dan 47 orang tenaga kependidikan (Tendik). Penyerahan oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum didampingi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr S Martono, dan Kepala Biro Umum Hukum dan Kepegawaian Drs Sutikno MSi, Kamis (13/7) di Rektorat kampus Sekaran.

Prof Fathur saat memberi pengarahan menyampaikan, penyerahan SK ini langsung diberikan kepada yang bersangkutan. Hal ini bukan hanya untuk seremonial saja, namun untuk memastikan bahwa SK yang dikeluarkan sampai pada yang bersangkutan serta bila ada kesalahan supaya bisa langsung diketahui untuk diperbaiki.

Menjadi seorang pendidik dan tendik memang seharusnya untuk meningkatkan kompetensi dirinya. Sebagai pendidik harus meningkatkan kualifikasi sampai doktor, kemudian diusahakan juga mencapai derajat kepangkatan tertinggi yakni profesor.
Sedangkan untuk tendik berlomba-lombalah untuk studi lanjut supaya naik pangkat terus. Namun tendik tidak bisa untuk melipah menjadi dosen.

Baik pendidik dan tendik diharapkan untuk lebih berprestasi sehingga membawa UNNES bereputasi.


Penulis: Sihono Dibaca : 437 kali

FE UNNES Tuan Rumah Sidang Pleno Ke-13 AFEBI

Kamis, 13 Juli 2017 | 9:07 WIB


FE UNNES Tuan Rumah Sidang Pleno Ke-13 AFEBI

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi Tuan Rumah Pleno Ke -13 Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) pada 19-21 Juli 2017 di Patrajasa Hotel Semarang.

Dekan FE Dr Wahyono menyampaikan, kegiatan akan dibuka oleh Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum dihadiri 75 universitas menghadirkan dua menteri, sebagai keynote speaker yakni Menteri Dalam Negeri kemudian, dilanjutkan Paparan oleh Menteri Pedesaan dan Daerah Tertinggal.

Sedangkan, untuk sesi panel menghadirkan tiga pembicara yakni Mr Derek Hung Chiat (Senior Economist World Bank), Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Prof Dr Rina Indiastuti MSi (Sesdirjen Belmawa Kemristekdikti).

Informasi lengkap kunjungi http://afebi.unnes.ac.id


Penulis: Sihono Dibaca : 413 kali

Jadi Pengusaha Sukses, Ulfa Berikan Motifasi Kepada Teman Wisudanya

Rabu, 12 Juli 2017 | 23:25 WIB


Jadi Pengusaha Sukses, Ulfa Berikan Motifasi Kepada Teman Wisudanya

Wisuda Universitas Negeri Semarang (UNNES) selalu menyisakan kisah menarik dari salah satu wisudawannya. Kali ini, wisudawati yang menjadi pusat perhatian adalah,Ulfa Nurjanah. Walaupun masuk ke UNNES dengan status mahasiswa Bidikmisi, ia membuktikan bahwa keadaan ekonomi yang kurang baik tidak membatasinya untuk berkuliah dan berwirausaha.

Alhasil, ia lulus tepat waktu dari UNNES dengan atribut menjadi wirausahawan muda sukses. Ulfa pun tampil memberikan testimoni tentang UNNES pada Wisuda kaki ini.

Dalam testimoni yang ia berikan, terdapat beberapa poin penting.

Pertama, ia merasa beruntung dapat masuk ke UNNES, sebagai salah satu universitas yang dicintai oleh masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dengan masuknya UNNES di peringkat ke-tujuh universitas yang paling diminati di Indonesia.

Kedua, kisah hidupnya dilanjutkan dengan berkuliah di UNNES dengan jalur Bidikmisi. Ia berkata, bahwa pada awal perkuliahan, ia bertahan dengan uang saku yang mini dan menumpang di kontrakan senior.

Belum lagi, ia harus bersanding dengan teman – teman yang memiliki latar belakang yang mapan. Kendati demikian, ia tidak merasa minder karena dukungan dari teman-teman dan dosennya.

Adanya program Bidikmisi membuatnya mampu bertahan untuk berkuliah. Kemudian, bekerjasama dengan teman-temannya, ia menjalankan usaha Cumi Krispi yang diberi merek Mr. Cuki.

Dari usahanya tersebut, Mr. Cuki telah sukses memiliki 6 outlet dan omzet total 90 juta rupiah per bulannya.

Ulfa berpesan, Omzet yang saya miliki memang tidaklah setinggi usaha lain yang lebih sukses. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita mampu berkontribusi pada sekeliling kita.

Ia menambahkan, Ketidakmampuan secara ekonomi bukanlah sebuah kelemahan, namun hal ini adalah sebuah potensi yang dapat dikembangkan.


Penulis: Setyo Yuwono Dibaca : 877 kali

5 Mahasiswa UNNES KKN Kebangsaan ikuti di Gorontalo

Rabu, 12 Juli 2017 | 18:23 WIB


5 Mahasiswa UNNES KKN Kebangsaan ikuti di Gorontalo

Rektor Unnes Prof Fathur Rokhman MHum melepas 5 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang akan ikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Universitas Negeri Gorontalo, Selasa (12/7).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Trubus Inggariani Kencana, Rizki Akhir Ramadhan (Bimbingan Konseling), Dwi Yuliyanti Barokah, Aditya Purna Nugraha (Manajemen), Anggadita (Ilmu Hukum).

Dengan mengangkat tema Merajut Tali Kebangsaan melalui Penerapan Program Konservasi Lingkungan, Kedaulatan Pangan berbasis Pemberdayaan, kegiatan ini bermaksud untuk memperkokoh dan mewujudkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air dikalangan mahasiswa Indonesia dan masyarakat. Diikuti 397 peserta dari 74 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), kegiatan akan berlangsung pada pada tanggal 22 Juli-21 Agustus 2017.

Rektor berharap mahasiswa bisa menjaga nama baik Universitas dan dapat melaksanakan program dengan baik dan sesuai prosedur. “Tidak semua mahasiswa dapan mengikuti program ini, kalian harus bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dan menjaga nama baik Universitas”, katanya.

Rektor juga menghimbau kepada mahasiswa untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, membersihkan sampah dan juga seperti menanam menanam pohon.


Penulis: Lintang Hakim Dibaca : 680 kali

Tiga Lagu Medley Untuk Wisudawan UNNES

Rabu, 12 Juli 2017 | 12:27 WIB


Tiga Lagu Medley Untuk Wisudawan UNNES

“Pergilah pahlawanku jangan bimbang ragu bersama do’aku”. Penggalan lagu Sepasang mata bola itu mengalun pada acara Wisuda Periode II Tahun 2017 Universitas Negeri Semarang (UNNES), Rabu, (12/2), di gedung Prof Wuryanto, kampus Sekaran.

Di hadapan 1.498 wisudawan, mahasiswa semester 4 Jurusan Sendratasik Nur Asriyani dan M Irfan Syahputra itu melantunkan tiga lagu secara medley yaitu Sepasang Mata Bola, Satu Indonesia dan Bengawan Solo.

Wisuda diikuti oleh 1.498 orang terdiri dari 26 orang Program Doktor, 157 Magister, 1.305 Sarjana dan 10 orang Program Diploma. Indeks Porestasi Komulatif (IPK) tertinggi lulusan S3 sebesar 4,00, S2 sebesar 3,98, S1 sebesar 3,90 dan D3 sebesar 3,40.

Rektor UNNES Prof Dr Fathur Rokhman MHum menyatakan kegembiraannya dan mengucapkan selamat atas keberhasilan dan kesuksesan dalam menyelesaikan serangkaian proses penggemlengan akademik dan non akademik di UNNES yang berbuah manis pada hari ini.

Rektor berharap, dengan bekal ilmu yang telah dimiliki, lulusan UNNES harus mampu merespon dinamika global terkini untuk bisa sukses.


Penulis: Dwi Sulistiawan Dibaca : 455 kali