Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik melalui peningkatan kapasitas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di ruang Vicon Rektorat UNNES Kota Semarang, Rabu (2/9/2026). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Peningkatan Layanan Informasi Publik yang mempertemukan PPID UNNES dengan PPID pemerintah kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah (OPD), serta badan usaha milik daerah (BUMD) di Jawa Tengah.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan PPID dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Boyolali, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, PT BPR BKK Jateng, PT Tirta Utama, dan PT PRPP Jateng. Workshop menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan serta peningkatan layanan informasi publik antar-badan publik di Jawa Tengah.
Sekretaris Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Sugianto, M.Si. menjelaskan penguatan kapasitas PPID menjadi bagian penting untuk memastikan layanan informasi publik dapat diberikan secara baik dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Tujuan workshop ini antara lain membekali pengetahuan dan keterampilan teknis PPID pelaksana agar dapat meningkatkan pelayanan informasi di unit masing-masing, sekaligus menyediakan forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara PPID UNNES dengan PPID Pemkab, OPD, dan BUMD di Jawa Tengah. Melalui forum ini diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan supaya UNNES bisa bertumbuh bersama memfasilitasi Pemkab, OPD, dan BUMD untuk menjadi badan publik informatif,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah Indra Ashoka Mahendrayana, S.E., M.H. mendorong badan publik di Jawa Tengah, termasuk UNNES, untuk terus memperkuat keterbukaan informasi melalui inovasi dan pemanfaatan kanal digital.
“Kami di Komisi Informasi terus mendorong teman-teman di badan publik, baik di lingkup Pemerintah Jawa Tengah maupun badan publik vertikal, termasuk UNNES, untuk terus berinovasi melalui kanal-kanal digital. Dengan begitu, penyebarluasan informasi publik dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
Menurutnya, UNNES merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah yang progresif dalam keterbukaan informasi publik. Penyelenggaraan workshop tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk komitmen UNNES untuk terus memperkuat keterbukaan informasi sekaligus membangun kolaborasi dengan badan publik lainnya.
“UNNES punya predikat informatif secara nasional dan menjadi salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah yang progresif dalam hal keterbukaan informasi. Kami siap berkolaborasi dengan UNNES dan terus mendukung UNNES menjadi salah satu PTN di Indonesia yang unggul dalam keterbukaan informasi,” pungkasnya.
PPID Pelaksana UNNES, Dr. Surahmat, M.Hum., mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari upaya UNNES untuk membangun budaya informatif di lingkungan badan publik di Jawa Tengah.
“Dengan menyelenggarakan workshop ini, kami berharap UNNES bisa berkolaborasi membangun budaya informatif di badan publik di Jawa Tengah,” tuturnya.
Ia menambahkan, sebagai perguruan tinggi, UNNES ingin pengalaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dimiliki dapat memberikan dampak yang lebih luas kepada masyarakat. Karena itu, UNNES menggandeng Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah dan berbagai badan publik untuk belajar dan berkembang bersama dalam pengelolaan keterbukaan informasi.
“Mudah-mudahan ini bisa memberikan dampak sosial yang lebih besar, terutama kepada seluruh masyarakat di Jawa Tengah,” pungkasnya.
Melalui workshop ini, UNNES berharap terbangun jejaring dan kolaborasi yang berkelanjutan antar-PPID sehingga peningkatan kualitas layanan informasi publik tidak hanya menjadi kebutuhan masing-masing badan publik, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan layanan informasi yang transparan, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.




