SEMARANG – Suasana Ballroom Hotel MG Setos Semarang pada Sabtu (4/4/2026) mendadak riuh dengan semangat intelektual. Lebih dari 500 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Universitas Negeri Semarang (Unnes) berkumpul dalam sebuah agenda krusial: Pelatihan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Orientasi Praktik Pembelajaran.
Tidak hanya mahasiswa, acara ini juga menghadirkan kolaborasi lintas lini yang melibatkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dosen Pengajar, hingga Guru Pamong. Sinergi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam mengawal kualitas calon guru profesional yang tidak hanya jago mengajar, tetapi juga mampu melakukan refleksi kritis atas praktiknya di kelas.
Mengupas Tuntas 6 Tahap Whitehead & McNiff
Fokus utama sesi pertama adalah membedah metodologi PTK. Berbeda dengan pendekatan konvensional, Unnes secara spesifik mengadopsi model Whitehead dan McNiff. Model ini dipilih karena menekankan pada “penciptaan teori hidup” (living theory) oleh guru melalui refleksi diri yang mendalam.
Materi inti disampaikan langsung oleh Kaprodi PPG Unnes, Dr. Ardhi Prabowo, M.Pd., bersama dengan Kepala Pusat Pengembangan PPL Unnes, Dr. Soedjatmiko, M.Pd.. Dalam paparannya, Dr. Ardhi menjelaskan secara detail enam tahapan krusial yang harus dilalui mahasiswa:
- Mengidentifikasi Masalah: Menemukan titik lemah dalam praktik pembelajaran saat ini.
- Membayangkan Jalan Keluar: Merancang solusi inovatif atas masalah tersebut.
- Melaksanakan Tindakan: Menerapkan solusi di dalam kelas.
- Mengevaluasi Tindakan: Melihat sejauh mana efektivitas solusi yang ditawarkan.
- Memodifikasi Praktik: Melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi.
- Membuat Kesimpulan: Merumuskan pengetahuan baru dari proses yang telah dilalui.
“Mahasiswa tidak hanya diminta mengajar, tapi diajak untuk ‘berdialog’ dengan masalah di kelasnya. PTK Whitehead dan McNiff ini adalah alat bagi mereka untuk bertransformasi dari sekadar pengajar menjadi peneliti praktik mandiri,” ujar Dr. Ardhi di sela-sela paparan.
PTK Sebagai Tiket Utama Kelulusan
Ketegasan akademik juga menjadi sorotan dalam pertemuan ini. Mengutip arahan dari Wakil Direktur (Wadir) 1, laporan PTK bukanlah sekadar tugas sampingan. Dokumen ini menjadi syarat mutlak atau conditio sine qua non bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti Ujian Seminar Pendidikan di akhir Semester 2 nanti.
Nantinya, setiap mahasiswa wajib menghasilkan:
- Laporan PTK Individu: Hasil penelitian tindakan di kelas masing-masing.
- Modul Ajar Inovatif: Perangkat pembelajaran yang telah teruji melalui siklus PTK.
Kombinasi kedua dokumen ini akan menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PPG Unnes telah memenuhi standar kompetensi guru profesional yang mampu mempertanggungjawabkan kinerjanya secara ilmiah.
Micro Teaching: 3 Kali Praktik, 3 Kali Refleksi
Memasuki sesi kedua, antusiasme peserta tetap terjaga saat membahas teknis pelaksanaan Micro Teaching. Dalam fase ini, mahasiswa ditantang untuk mengasah keterampilan mengajar mereka secara intensif sebelum terjun penuh ke sekolah mitra.
Sesuai aturan terbaru, setiap mahasiswa wajib melaksanakan 3 kali praktik mengajar. Aturannya pun sangat ketat dan terukur:
- Setiap praktik wajib didokumentasikan dalam bentuk video secara utuh.
- Setiap usai praktik, mahasiswa wajib menyertakan lembar refleksi.
Refleksi ini bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan antara teori yang didapat di kampus dengan realitas di lapangan. Dengan adanya rekaman video, mahasiswa bersama DPL dan Guru Pamong dapat membedah setiap detail gerakan, cara bertanya, hingga manajemen kelas secara objektif.
Sinergi Guru Pamong dan Dosen
Kehadiran Guru Pamong dan Dosen dalam satu ruangan di MG Setos menjadi kunci keberhasilan acara ini. Diskusi kelompok yang dilakukan menunjukkan adanya pertukaran perspektif yang sehat. Guru Pamong memberikan insight mengenai kondisi riil siswa di sekolah, sementara dosen memberikan penguatan dari sisi pedagogis dan metodologis.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, 500 lebih mahasiswa PPG Unnes G1 2026 kini mengemban misi besar. Mereka pulang tidak hanya membawa tumpukan materi, tetapi membawa komitmen untuk memperbaiki wajah pendidikan Indonesia, satu tindakan kelas dalam satu waktu.
Editor: Tim Redaksi Media PPG Unnes Lokasi: MG Setos Hotel, Semarang










