Setelah seluruh tahapan persiapan akademik dan kelembagaan dimatangkan, Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi menyambut kehadiran mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026. Pada Selasa, 27 Januari 2026, satu hari lebih awal dari rencana semula, mahasiswa PPG Calon Guru mulai hadir di Kampus PPG UNNES Bendan Ngisor, Semarang, yang terintegrasi dengan Sekolah Pascasarjana (SPS) UNNES.
Sebanyak 500 mahasiswa PPG Calon Guru diundang mengikuti kegiatan orientasi sekaligus pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kegiatan dilaksanakan secara terpusat di kompleks Gedung SPS UNNES. Sekitar 200 mahasiswa mengikuti orientasi di Ruang G lantai 1, sementara 300 mahasiswa lainnya tersebar di berbagai ruang kelas yang tersedia di Gedung G, F, E, serta Smart Classroom Sekolah Pascasarjana.
Orientasi ini menjadi penanda dimulainya proses pendidikan profesi bagi calon guru, sekaligus momentum awal pembentukan identitas mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik Sekolah Pascasarjana UNNES.
PPG sebagai Jalan Menuju Profesionalisme Guru
Direktur Sekolah Pascasarjana UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., dalam sambutan pembukaan menegaskan bahwa PPG memiliki peran strategis dalam mendorong kecemerlangan pendidikan nasional, sekaligus menjadi bagian penting dari pencapaian visi UNNES.
“PPG merupakan proses pendidikan yang harus dilalui oleh calon guru profesional. Profesionalisme guru tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui pembelajaran teoretis dan praktik yang berkelanjutan. Selama satu tahun, mahasiswa PPG akan lebih banyak belajar melalui praktik langsung di sekolah,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa praktik menjadi guru profesional tidak semata-mata dimaknai sebagai aktivitas mengajar di kelas.
“Menjadi guru profesional berarti mampu berinteraksi dengan lingkungan sekolah, mengembangkan diri secara berkelanjutan, serta meraih prestasi akademik dan nonakademik. PPG UNNES dirancang untuk membentuk karakter dan kompetensi tersebut,” lanjutnya.
Mahasiswa PPG dan Kontribusi Akademik
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Fathur Rokhman juga menekankan peran penting mahasiswa PPG dalam mendukung capaian akreditasi Program Studi PPG UNNES. Oleh karena itu, mahasiswa PPG sebagai bagian dari Sekolah Pascasarjana UNNES memiliki kewajiban akademik, salah satunya dalam bentuk publikasi ilmiah.
“Mahasiswa PPG memiliki kewajiban publikasi, namun tidak bersifat individual. Publikasi dilakukan secara tim, sejalan dengan skema PPL di sekolah. Mahasiswa dapat melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan mempublikasikannya secara berkelompok, dengan satu penulis utama dan lainnya sebagai co-author pada mata pelajaran dan sekolah praktik yang sama,” jelasnya.
Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya kolaboratif sekaligus memperkuat kualitas karya ilmiah mahasiswa PPG.
Pembekalan PPL: Inti Pendidikan Profesi Guru
Materi utama orientasi diisi oleh Kepala Pusat Pengembangan PPL UNNES, Dr. Soedjatmiko, M.Pd., yang menjelaskan secara rinci rangkaian kegiatan PPL PPG bagi mahasiswa Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa PPL merupakan jantung dari pendidikan profesi guru, sebagaimana tercermin dari bobot mata kuliahnya yang mencapai 6 SKS.
“Bobot 6 SKS menunjukkan bahwa PPL memiliki peran yang sangat penting. Mahasiswa akan menjalani praktik secara penuh selama 36 hari efektif di sekolah, di luar libur nasional, libur UTS, dan libur UAS,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada hari-hari efektif tersebut, mahasiswa PPG diwajibkan berada di sekolah mitra minimal 75 persen dari keseluruhan waktu kegiatan, sehingga benar-benar terlibat dalam dinamika kehidupan sekolah.
PTK Kembali Menjadi Kewajiban Mahasiswa PPG
Pada pelaksanaan PPL tahun 2026 ini, UNNES kembali menegaskan kewajiban mahasiswa PPG untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Luaran utama yang dituntut adalah dokumen laporan PTK yang disusun secara sistematis dan berbasis praktik pembelajaran di kelas.
Dr. Soedjatmiko menjelaskan bahwa PTK tersebut tidak berhenti pada laporan tertulis, tetapi juga akan diuji secara akademik.
“Laporan PTK nantinya akan dipresentasikan dalam seminar yang dilaksanakan pada akhir semester dua. Ini menjadi bagian dari proses akademik untuk memastikan bahwa mahasiswa PPG tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga reflektif dan berbasis penelitian,” jelasnya.
Publikasi Ilmiah dan Penguatan Akademik
Koordinator Program Studi PPG UNNES, Dr. Ardhi Prabowo, M.Pd., dalam sesi orientasinya menambahkan bahwa selain PTK, mahasiswa PPG juga memiliki kewajiban publikasi ilmiah.
“Setiap sekolah dan setiap mata pelajaran wajib menghasilkan minimal satu artikel yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi, minimal SINTA 3. Kewajiban ini akan ditagihkan pada akhir semester dua. Tidak perlu banyak, cukup satu publikasi yang berkualitas,” tegasnya.
Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat budaya akademik mahasiswa PPG sekaligus meningkatkan kontribusi ilmiah UNNES di bidang pendidikan.
Penutup Orientasi dan Informasi Akademik
Kegiatan orientasi ditutup dengan penjelasan teknis terkait bidang studi, jadwal perkuliahan, serta pembagian sekolah PPL. Selain itu, mahasiswa PPG juga diwajibkan melaksanakan praktik microteaching minimal empat kali setiap semester. Penentuan mata kuliah yang memuat praktik microteaching akan diatur lebih lanjut oleh koordinator bidang studi masing-masing.
Seluruh ketentuan dan kebijakan yang disampaikan dalam kegiatan orientasi ini akan dirangkum dalam satu surat edaran resmi Sekolah Pascasarjana UNNES. Edaran tersebut akan menjadi dasar hukum yang mengikat bagi mahasiswa, dosen pengajar, koordinator bidang studi, serta Koordinator Program Studi PPG.
Kegiatan orientasi dan pembekalan PPL PPG ini dilaksanakan di Kampus PPG UNNES Bendan Ngisor, Semarang, pada 27 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Dengan dimulainya orientasi ini, UNNES secara resmi menandai langkah awal perjalanan mahasiswa PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 dalam menapaki proses pendidikan menuju guru profesional yang kompeten, reflektif, dan berdaya saing.
Sebagai perwujudan visi konservasi, mahasiswa juga wajib membawa 1 bibit pohon buah yang dibawa dan diserahkan ke SPS UNNES pada saat upacara pelepasan PPL dan Perkuliahan PPG Calon Guru G1 2026 di Bendan, tanggal 2 Februari 2026 esok. Bibit tersebut kemudian akan dicarikan lahan kritis yang perlu penanaman dan penghijauan. Peran mahasiswa dalam penghijauan tentu menjadi salah satu penggerak aktivis konservasi di Nusantara.
Beberapa dokumen paparan yang berisi kebijakan antara lain:
Dokumentasi kegiatan orientasi adalah sebagai berikut:











