UNNES Matangkan Persiapan Perkuliahan PPG Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026

Universitas Negeri Semarang (UNNES) menunjukkan komitmen kuat dalam menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 melalui berbagai persiapan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Persiapan tersebut mencakup aspek administratif, akademik, hingga penguatan jejaring dengan sekolah mitra, guna menjamin mutu penyelenggaraan PPG yang profesional dan berdampak nyata.

Rangkaian persiapan ini dilaksanakan jauh sebelum perkuliahan dimulai dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pengelola program studi, dosen, guru pamong, kepala sekolah, hingga praktisi pendidikan. Hal ini sejalan dengan visi UNNES sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional dalam mencetak guru profesional yang unggul, adaptif, dan berkarakter.

Penyusunan Dokumen Kurikulum PPG Berbasis OBE

Persiapan diawali dengan penyusunan dokumen kurikulum Program Studi PPG berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang dilaksanakan pada 8–9 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan dosen-dosen berpengalaman sebagai penyusun kurikulum di berbagai program studi dan dikoordinasikan oleh Dr. At Sugeng Priyanto selaku Penjamin Mutu PPG tingkat nasional.

Melalui kegiatan ini, dihasilkan tiga dokumen strategis, yaitu: (1) Dokumen Kurikulum Program Studi PPG, (2) Rencana Strategis (Renstra) Program Studi PPG, dan (3) Renstra Penelitian Program Studi PPG. Seluruh dokumen tersebut disusun dengan mengacu pada visi Program Studi PPG serta diselaraskan dengan visi UNNES dan Sekolah Pascasarjana.

Direktur Sekolah Pascasarjana UNNES, Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., menegaskan bahwa penyusunan dokumen ini merupakan fondasi utama dalam menjamin mutu penyelenggaraan PPG.

“Kurikulum PPG harus dirancang secara visioner, adaptif, dan berbasis capaian pembelajaran. Dengan pendekatan OBE, PPG UNNES diharapkan mampu melahirkan guru profesional yang tidak hanya kompeten secara pedagogik, tetapi juga memiliki karakter dan sensitivitas sosial yang kuat,” ungkapnya.

Pembekalan Guru Pamong dan Kepala Sekolah Mitra PPL

Sekolah mitra memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan PPG UNNES. Skema PPG dilaksanakan dengan pola dua hari pembelajaran di kampus dan tiga hari di sekolah, atau dikenal sebagai metode zig-zag, yang mengintegrasikan pembelajaran teoretis dan praktik lapangan secara berkelanjutan.

Untuk mendukung pelaksanaan tersebut, PPG UNNES menyelenggarakan pembekalan bagi Guru Pamong dan Kepala Sekolah mitra PPL pada 21 Januari 2026 di Hotel Grasia Semarang. Kegiatan ini melibatkan 49 sekolah mitra dengan jumlah peserta lebih dari 300 orang.

Koordinator Program Studi PPG UNNES, Dr. Ardhi Prabowo, M.Pd., menekankan pentingnya keselarasan peran antara kampus dan sekolah.

“Guru Pamong dan Kepala Sekolah adalah mitra utama kami. Keberhasilan PPL PPG sangat ditentukan oleh kesamaan persepsi dan sinergi antara dosen, guru pamong, dan sekolah. Karena itu, pembekalan ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan arah dan komitmen bersama,” jelasnya.

Pada kegiatan ini juga ditandatangani MoA pelaksanaan PPL PPG calon guru G1 2026 dengan sekolah mitra sebagai tempat praktik mengajar mahasiswa PPG.

Pembekalan Dosen Pembimbing dan Koordinator Dosen Pembimbing PPL

Aktor penting lainnya dalam pelaksanaan PPL PPG adalah Dosen Pembimbing dan Koordinator Dosen Pembimbing. Dosen Pembimbing berperan dalam membentuk keberanian tampil, penguasaan materi, serta kecakapan mengajar mahasiswa PPG, sedangkan Koordinator Dosen Pembimbing bertugas mengoordinasikan pelaksanaan PPL dengan sekolah mitra.

Sebanyak 87 dosen terlibat dalam kegiatan pembekalan yang dilaksanakan pada 22 Januari 2026 di Hotel Grasia Semarang. Kegiatan ini diprakarsai oleh Pusat Pengembangan PPL dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Program Studi PPG. PPL PPG sendiri memiliki bobot 6 SKS atau setara dengan 36 hari kegiatan efektif.

Pembekalan Dosen Pengajar dan Penyusunan RPS Mata Kuliah PPG

Setelah persiapan PPL dimatangkan, PPG UNNES melanjutkan dengan pembekalan Dosen Pengajar sekaligus penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada 24 Januari 2026 di Hotel Grasia Semarang. Kegiatan ini melibatkan 70 dosen pengajar, termasuk sejumlah profesor yang baru terlibat sebagai pengampu mata kuliah PPG.

Pada semester pertama, terdapat lima rumpun mata kuliah yang disiapkan, yaitu Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai, Growth Mindset, Pembelajaran Mendalam, Pengetahuan Peserta Didik, serta mata kuliah elektif khas UNNES yaitu Pendidikan Berkelanjutan Berbasis Konservasi dan Teknologi.

Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., menambahkan bahwa penguatan mata kuliah PPG menjadi kunci pembentukan identitas calon guru UNNES.

“PPG tidak sekadar mendidik mahasiswa agar mampu mengajar, tetapi juga membentuk cara berpikir, sikap profesional, dan kesadaran nilai. Mata kuliah PPG harus mencerminkan keunggulan akademik sekaligus nilai-nilai UNNES,” tegasnya.

Komitmen UNNES Menyelenggarakan PPG Berkualitas

Dr. Ardhi Prabowo, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh rangkaian persiapan ini merupakan upaya serius UNNES dalam memastikan mutu penyelenggaraan PPG Calon Guru.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa PPG datang ke perkuliahan dalam ekosistem akademik yang siap, matang, dan kolaboratif. Mulai dari kurikulum, dosen, PPL, hingga sekolah mitra, semuanya dipersiapkan untuk mendukung lahirnya guru profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan,” ujarnya.

Dengan persiapan yang komprehensif tersebut, UNNES optimis mampu menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 secara unggul, profesional, dan berdampak luas bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Dokumentasi kegiatan Penyusunan Dokumen Kurikulum PPG Berbasis OBE

Dokumentasi kegiatan Pelatihan Mendalam dan Pembekalan untuk Gumong dan KS PPL PPG

Dokumentasi kegiatan Pembekalan Dosbing dan Kordosbing PPL PPG

Dokumentasi kegiatan Pembekalan Dosen mata Kuliah PPL PPG

About the author

PPG UNNES

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: