Labschool UNNES Perkuat Kompetensi Komunikasi Guru melalui Workshop “Public Speaking Guru Hebat”
Kota Semarang, 19 Oktober 2026 — Labschool UNNES mendorong peningkatan kompetensi komunikasi guru melalui kegiatan workshop “Public Speaking Guru Hebat: Confident Teacher, Inspiring Speaker” yang dilaksanakan di Aula Labschool UNNES.
Workshop menghadirkan Bapak Sandy Arief, S.Pd., M.Sc., Ph.D., CPA (Aust.), Dosen Pendidikan Akuntansi FEB UNNES dan Sekretaris Senat Akademik UNNES, sebagai narasumber. Workshop diikuti oleh para guru sebagai bagian dari upaya pengembangan profesionalisme pendidik. Dr. Indah Anisykurlillah, S.E., M.Si., Akt., CA. selaku Kepala Pusat Pengembangan Sekolah Laboratorium berharap melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa kemampuan public speaking bukan sekadar bakat, melainkan keterampilan yang dapat dikembangkan melalui persiapan, latihan, dan evaluasi secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Sandy Arief, S.Pd., M.Sc., Ph.D., CPA (Aust.), menjelaskan pentingnya keterampilan komunikasi bagi guru, baik ketika mengajar di kelas, berkomunikasi dengan orang tua atau wali murid, berdiskusi dengan rekan sejawat, maupun menyampaikan gagasan dalam forum profesional. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu mampu menyampaikannya secara jelas, menarik, dan mudah dipahami. Komunikasi yang efektif dapat membantu membangun kedekatan dengan peserta didik sekaligus menciptakan suasana pembelajaran yang lebih hidup.

Bapak Sandy juga menegaskan bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam membentuk kualitas seorang guru. “Komunikasi bukan sekadar bakat, melainkan kompetensi yang menghidupkan peran seorang guru. Teknologi boleh memudahkan cara kita bekerja, tetapi seni menyampaikan pesan tetaplah tentang menemukan cara agar kata-kata tak hanya terdengar, melainkan juga bermakna,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan manusia dalam menyampaikan pesan secara bermakna. Dalam konteks pendidikan, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengarah, penggerak, dan inspirator bagi peserta didik. Oleh karena itu, kemampuan memilih kata, mengatur intonasi, menggunakan ekspresi, serta membangun hubungan dengan pendengar menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
Materi workshop disampaikan secara bertahap. Materi pertama membahas suara dan intonasi, termasuk pengaturan napas, artikulasi, volume, tempo, serta penekanan suara agar pesan dapat disampaikan dengan jelas dan menarik. Materi kedua membahas struktur pesan dan spontanitas, yaitu kemampuan menyusun gagasan secara terarah sekaligus menyampaikannya secara cepat dan komunikatif. Materi ketiga membahas persuasi dan kolaborasi, yaitu kemampuan memengaruhi pendengar secara positif serta membangun kerja sama melalui komunikasi yang efektif. Materi berikutnya mencakup bahasa tubuh dan ekspresi, storytelling atau seni bercerita, serta pengembangan rasa percaya diri. Seluruh materi tersebut saling mendukung dalam membangun kemampuan public speaking yang efektif.
Selain penyampaian materi, workshop dilengkapi dengan berbagai permainan dan latihan interaktif. Kegiatan tersebut meliputi Napas, Suara, dan Senyum; Perkenalan Satu Kata; Siaran Kilat ala Penyiar Radio; Iklan 30 Detik; serta Cerita Berantai. Melalui aktivitas tersebut, peserta berlatih mengembangkan artikulasi, intonasi, spontanitas, kreativitas, kemampuan menyusun gagasan, dan keterampilan berkomunikasi dalam suasana yang menyenangkan.
Salah satu latihan yang diperkenalkan adalah Perkenalan Satu Kata. Dalam latihan ini, peserta belajar memperkenalkan diri secara singkat dengan memilih satu kata yang dianggap paling menggambarkan diri, karakter, pengalaman, atau nilai pribadi. Peserta kemudian menjelaskan alasan pemilihan kata tersebut secara ringkas. Latihan ini membantu peserta membangun keberanian, berbicara secara spontan, mengenali kekuatan diri, serta menciptakan suasana interaksi yang lebih akrab sejak awal kegiatan.
Permainan dan latihan interaktif menjadi bagian penting dalam workshop karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk langsung mempraktikkan materi yang telah disampaikan. Melalui permainan Napas, Suara, dan Senyum, peserta berlatih mengatur pernapasan, suara, serta ekspresi sebelum berbicara. Dalam permainan Perkenalan Satu Kata, peserta belajar memperkenalkan diri secara singkat dan menarik. Sementara itu, Siaran Kilat ala Penyiar Radio melatih peserta berbicara dengan artikulasi, intonasi, dan tempo yang jelas.
Permainan Iklan 30 Detik melatih kemampuan peserta menyampaikan informasi secara singkat, padat, dan persuasif. Melalui permainan Cerita Berantai, peserta mengembangkan kemampuan menyimak, berimprovisasi, serta melanjutkan gagasan secara kreatif. Berbagai permainan tersebut tidak hanya menciptakan suasana workshop yang menyenangkan, tetapi juga membantu peserta membangun keberanian, meningkatkan spontanitas, dan mengembangkan kemampuan menyusun pesan secara terarah.
Penguatan keterampilan public speaking diharapkan memberikan manfaat tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dalam pengembangan karier dan profesionalisme guru. Kemampuan komunikasi yang baik dapat mendukung guru saat mempresentasikan praktik baik pembelajaran, memandu komunitas belajar, menjadi narasumber, memimpin diskusi, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam lingkungan pendidikan.
Melalui workshop “Public Speaking Guru Hebat: Confident Teacher, Inspiring Speaker”, Labschool UNNES terus mendorong pengembangan kompetensi guru agar mampu menjadi komunikator yang percaya diri, jelas, dan inspiratif. Keterampilan tersebut diharapkan mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih komunikatif, meningkatkan keterlibatan peserta didik, serta memperkuat hubungan positif antara sekolah, orang tua atau wali murid, dan masyarakat.





