Kota Semarang, 23 September 2026 – Labschool UNNES menggelar Workshop “Labschool Goes Digital:Building Brand, Creating Impact, Increasing Engagement” di Aula Labschool UNNES, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi pemasaran dan komunikasi sekolah di tengah perkembangan informasi digital.
Workshop tersebut diikuti oleh Kapala PAUD dan SD, Guru PAUD dan SD Labschool UNNES, serta karyawan Tata Usaha. Kegiatan menghadirkan Dr. Surahmat, S.Pd., M.Hum., Kepala Seksi Humas UNNES, sebagai narasumber. Pelaksanaan kegiatan berada di bawahkoordinasiTeguh Purnomo, S.Pd.I., Gr. sebagaiKetuaPanitia.
Dr. Indah Anisykurlillah, S.E., M.Si., Akt., CA selakuKepala Pusat SekolahLaboratorium UNNES dalamsambutannyamenyampaikantujuandilaksanakan workshop iniAdalah menjadi salah satulangkahLabschool UNNES dalammemperkuatkomunikasi dan pemasaransekolah di era digital. Pemahamanmengenai marketing funnel diharapkandapatmembantuwargasekolahmenyusunpromosisecaralebihterarah, mulaidarimemperkenalkanidentitasLabschool, memberikaninformasi yang dibutuhkancalon orang tua, hinggamendukung proses pengambilankeputusan. Dengan strategi komunikasi yang konsisten, kehadiranLabschool di ruang digital dapatterusdikembangkansesuaikebutuhanmasyarakat.
Materi utama membahas marketing funnel, yaitu pendekatan untuk memahami tahapan yang dilalui calon orang tua ketika mulai mengenal hingga mempertimbangkan sebuah sekolah. Dalam konteks promosi pendidikan, tahapan tersebut terdiri atas Top of Marketing Funnel (TOFU) yang menekankan awareness atau pengenalan, Middle of Marketing Funnel (MOFU) yang berfokus pada consideration atau pertimbangan, serta Bottom of Marketing Funnel (BOFU) yang berkaitan dengan decision atau pengambilan keputusan.
Pada tahap awareness, peserta diajak melihat sejauh mana masyarakat mengenal Labschool dan informasi apa yang telah melekat di masyarakat. Pembahasan kemudian diarahkan pada identitas serta keunggulan apa yang perlu lebih dikenal. Dengan demikian, komunikasi sekolah tidak berhenti pada pengenalan nama, tetapi juga membantu masyarakat memahami karakter dan nilai yang ditawarkan Labschool.
Memasuki tahap consideration, calon orang tua mulai membandingkan berbagai pilihan sekolah. Materi workshop menyoroti sejumlah hal yang dapat memengaruhi pertimbangan tersebut, seperti biaya, rekomendasi dari orang terdekat, kualitas guru, program khusus, jarak, kesesuaian dengan nilai keluarga, kenyamanan dan keamanan anak, fasilitas pembelajaran, hingga prestasi. Informasi yang disampaikan melalui media digital perlu menjawab kebutuhan calon orang tua pada tahap ini secara jelas dan relevan.
Pada tahap decision, calon orang tua yang telah memiliki ketertarikan dapat tetap mempertimbangkan lebih dari satu pilihan. Karena itu, pengalaman selama proses pendaftaran juga menjadi bagian penting. Kemudahan dalam memperoleh informasi, melakukan pembayaran, serta melengkapi persyaratan dapat mendukung terciptanya pengalaman yang positif. Hal tersebut menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran perlu berjalan seiring dengan kualitas interaksi yang diberikan kepada calon orang tua.
Selain membahas tahapan calon orang tua, workshop mendorong warga Labschool untuk kembali mengenali keunggulan sekolah yang dapat dikomunikasikan kepada masyarakat. Keunggulan tersebut perlu disampaikan secara konsisten agar pesan yang muncul di berbagai kanal digital memiliki arah yang jelas. Kehadiran sekolah di media digital bukan semata-mata tentang frekuensi unggahan, tetapi juga tentang bagaimana setiap konten memperkuat identitas sekolah dan memberikan informasi yang bermakna.
Melalui tema “Building Brand, Creating Impact, Increasing Engagement”, peserta mendapatkan pemahaman bahwa strategi digital sekolah perlu dibangun secara terencana. Brand yang jelas, informasi mengenai keunggulan yang relevan, penyajian konten yang menarik, serta interaksi yang berkelanjutan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam membangun hubungan dengan masyarakat.





