Related to SDGs



Universitas Negeri Semarang (UNNES) menutup rangkaian Dies Natalis ke-61 dengan menggelar pagelaran wayang sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada awal Juni 2026 di lingkungan kampus UNNES dengan melibatkan sivitas akademika dan masyarakat umum.
Pagelaran wayang tersebut menjadi simbol komitmen UNNES dalam menjaga dan mengembangkan budaya bangsa di tengah arus modernisasi. Melalui pertunjukan seni tradisional ini, UNNES menghadirkan ruang apresiasi budaya yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga sarat dengan nilai edukatif dan filosofis.
Dalam kegiatan ini, kisah yang disajikan dalam wayang menjadi media penyampaian pesan moral, sosial, dan kebangsaan. Nilai-nilai seperti kepemimpinan, kebijaksanaan, dan etika kehidupan disampaikan secara kontekstual sehingga mudah dipahami oleh generasi muda.
Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menyampaikan bahwa pagelaran wayang menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya di lingkungan kampus. “Melalui kegiatan ini, UNNES ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian integral dari pendidikan, sekaligus sarana membangun karakter mahasiswa yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa,” ujarnya.
Selain sebagai penutup rangkaian Dies Natalis, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara kampus dengan masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam pagelaran tersebut menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki daya tarik dan relevansi dalam kehidupan modern.
Melalui pagelaran wayang ini, UNNES menegaskan perannya sebagai kampus konservasi yang tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan melalui pelestarian budaya, serta SDG 17 tentang kemitraan melalui keterlibatan masyarakat dalam kegiatan budaya.




