Related to SDGs



Subdirektorat Konservasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyamaan Persepsi Kebijakan Konservasi pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat komitmen institusional terhadap implementasi nilai-nilai lingkungan, karakter, dan konservasi di lingkungan universitas.
FGD tersebut diikuti oleh 65 dosen muda perwakilan dari berbagai fakultas di UNNES. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperdalam pemahaman sekaligus menyelaraskan pandangan para dosen mengenai arah, tantangan, dan strategi implementasi kebijakan konservasi di tingkat universitas.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ir. Ananto Aji, M.S., selaku Kepala Seksi Nilai, Karakter, Seni, dan Budaya Subdirektorat Konservasi UNNES, hadir sebagai pemateri utama. Ia memberikan penguatan mengenai posisi konservasi sebagai identitas universitas yang perlu diterjemahkan ke dalam proses pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta budaya akademik sehari-hari.
Dr. Ananto Aji menekankan bahwa konservasi bukan sekadar program, tetapi harus menjadi cara berpikir dan bertindak seluruh sivitas akademika. “Konservasi harus menjadi nilai yang hidup di lingkungan kampus. Dosen memiliki peran strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai konservasi ke dalam pembelajaran sehingga mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam membangun kesepahaman terkait arah pengembangan konservasi di UNNES. Melalui penyamaan persepsi, para dosen diharapkan mampu menjadi agen penggerak yang secara aktif mengimplementasikan nilai konservasi di lingkungan kerja maupun proses pembelajaran.
Direktur Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNNES, Dr. Mulyo Widodo, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan konservasi sangat bergantung pada keterlibatan seluruh unsur universitas, khususnya para pendidik. “Dosen muda memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya akademik yang berkelanjutan. Melalui forum ini, kami berharap muncul kesamaan visi dan komitmen untuk menjadikan konservasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi,” jelasnya.
Melalui FGD ini, UNNES memperkuat langkah menuju kampus konservasi yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga pada pembangunan karakter, budaya, dan nilai-nilai keberlanjutan yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.




