Kolaborasi nasional dan internasional mendukung kajian kesehatan masyarakat, penyakit, inovasi, dan pendidikan kedokteran.
SEMARANG — Sepuluh kegiatan riset Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) sepanjang 2025 mengangkat sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, gizi remaja, penyakit, pemanfaatan bahan alam, kecerdasan buatan, hingga pendidikan kedokteran. Penelitian tersebut dilakukan bersama mitra dari dalam dan luar negeri serta berkontribusi terhadap sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Gizi dan Perilaku Kesehatan Remaja
Persoalan gizi dan perilaku kesehatan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian. Bersama Universitas Hasanuddin (UNHAS), FK UNNES mengkaji “Kebiasaan Konsumsi Ultra-Processed Food, Aktivitas Fisik dan Kejadian Overweight Usia Remaja (pada Wilayah Pulau Jawa dan Luar Pulau Jawa)”.
Penelitian ini melihat keterkaitan pola konsumsi pangan ultra-proses, aktivitas fisik, dan kejadian overweight pada remaja. Kajian tersebut berkontribusi pada SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.
Isu kesehatan remaja juga dikaji bersama Taipei Medical University melalui penelitian “Adolescent Health Behaviors: An Examination of Dietary Intake, Physical Activity, and Nutrition Status.” Penelitian ini menelaah asupan makanan, aktivitas fisik, dan status gizi remaja. Fokus tersebut mendukung SDG 2 dan SDG 3, terutama dalam upaya memperkuat pemahaman mengenai faktor yang memengaruhi kesehatan dan status gizi remaja.
Penyakit dan Pengembangan Inovasi Kesehatan
Selain kesehatan masyarakat, riset FK UNNES mengembangkan kajian mengenai penyakit serta potensi inovasi di bidang kesehatan.
Bersama Universitas Jambi, FK UNNES melakukan penelitian “Eksplorasi Potensi Antibakteri dan Penyembuhan Luka dari Kombinasi Ekstrak Daun Durian Belanda (Annona muricata) dan Daun Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata)”. Penelitian ini mengeksplorasi potensi bahan alam untuk mendukung pengembangan pengetahuan kesehatan. Kegiatan tersebut berkontribusi pada SDG 3 dan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Pendekatan serupa dikembangkan melalui penelitian “Studi In Siliko Senyawa Tumbuhan Sembukan (Paederia scandez) sebagai Anti Diabetes terhadap Protein Target” bersama Taipei Medical University. Pemanfaatan pendekatan in silico dalam mengkaji senyawa tumbuhan untuk diabetes memperlihatkan persinggungan antara penelitian kesehatan dan inovasi teknologi. Riset ini mendukung SDG 3 dan SDG 9.
Teknologi kecerdasan buatan juga menjadi bagian dari agenda penelitian melalui “Phenome-Wide Association Studies (PheWAS) Obesitas Berbasis Kecerdasan Buatan Generative” bersama National Taipei University of Nursing and Health Sciences. Penelitian tersebut menggabungkan kajian obesitas dengan pendekatan kecerdasan buatan dan berkontribusi pada SDG 3 dan SDG 9.
Ketiga penelitian tersebut memperlihatkan bagaimana pengembangan ilmu kesehatan dapat berjalan beriringan dengan inovasi, baik melalui pemanfaatan bahan alam, pendekatan komputasional, maupun kecerdasan buatan.
Kesehatan, Perlindungan, dan Kesetaraan
Kesehatan juga berkaitan dengan persoalan sosial dan perlindungan kelompok rentan. Hal ini terlihat dalam penelitian “Pengembangan Model Intervensi Komunikasi Perubahan Perilaku Pencegahan Perkawinan Usia Anak bagi Orangtua di Daerah Pedesaan” yang dilakukan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Grobogan.
Penelitian tersebut mengembangkan pendekatan komunikasi perubahan perilaku bagi orang tua dalam upaya mencegah perkawinan usia anak. Fokus ini memiliki keterkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Keterkaitan tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan dan perlindungan anak tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kesetaraan, kondisi sosial, serta peran keluarga dan masyarakat.
Pendidikan Kedokteran dan Pendidikan Kesehatan
Bidang pendidikan menjadi bagian lain dari riset FK UNNES. Bersama Nanyang Technological University, penelitian “Pengalaman Mahasiswa Kedokteran Preklinik dalam Pembelajaran Biomedis Dasar dengan Pendekatan Team-based Learning (TBL)” mengkaji pengalaman mahasiswa dalam proses pembelajaran biomedis dasar dengan pendekatan berbasis tim.
Penelitian tersebut berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, terutama dalam pengembangan proses pembelajaran di bidang pendidikan kedokteran.
Sementara itu, bersama Mae Fah Luang University, FK UNNES melakukan “Pemetaan Kompetensi Pendidikan Kesehatan Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan di Sekolah: Implikasi untuk Perumusan Kebijakan dan Peningkatan Kapasitas Guru.”
Penelitian ini menghubungkan pendidikan kesehatan dengan peningkatan kapasitas guru serta perumusan kebijakan. Kontribusinya mencakup SDG 3, SDG 4, dan SDG 10.
Dua penelitian tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas kesehatan juga membutuhkan penguatan kapasitas pendidik dan calon tenaga kesehatan.
Kualitas Pelayanan dan Pencegahan Penyakit
Perspektif penerima layanan menjadi perhatian dalam penelitian “Perspektif Pasien Tuberkulosis terhadap Pelayanan di Rumah Sakit: Penilaian Menggunakan QUOTE TB Light” bersama Mae Fah Luang University.
Penelitian ini menempatkan pengalaman pasien tuberkulosis sebagai bagian dari kajian terhadap pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut berkontribusi pada SDG 3 dan SDG 10, dengan perhatian pada kualitas layanan dan kelompok masyarakat yang menghadapi persoalan kesehatan.
Sementara itu, penelitian “Analisis Faktor Risiko Pneumonia pada Anak dan Upaya Preventif di Indonesia dan Global” bersama Chang Gung University berfokus pada faktor risiko pneumonia pada anak serta upaya pencegahannya. Penelitian ini berkontribusi pada SDG 3.
Kedua penelitian tersebut memperkuat agenda kesehatan melalui dua pendekatan: memahami pengalaman pasien dalam memperoleh layanan dan mengidentifikasi faktor risiko penyakit untuk mendukung upaya preventif.
Kolaborasi Lintas Negara untuk Mendukung SDGs
Sepuluh penelitian FK UNNES sepanjang 2025 menunjukkan luasnya bidang riset yang dikembangkan, dari gizi dan perilaku kesehatan, penyakit, bahan alam, kecerdasan buatan, perlindungan anak, hingga pendidikan kedokteran.
Kolaborasi bersama UNHAS, Universitas Jambi, Taipei Medical University, National Taipei University of Nursing and Health Sciences, Nanyang Technological University, Mae Fah Luang University, Chang Gung University, serta DP3AKB Kabupaten Grobogan memperluas ruang pertukaran pengetahuan dan keahlian.
Jika dilihat berdasarkan bidangnya, SDG 3 menjadi tujuan yang paling banyak disentuh, terutama melalui penelitian mengenai kesehatan remaja, penyakit, inovasi kesehatan, pelayanan pasien, dan pendidikan kesehatan. Sementara itu, SDG 2 diperkuat melalui kajian gizi, SDG 4 melalui penelitian pendidikan, SDG 5, SDG 10, dan SDG 16 melalui kajian perlindungan anak, serta SDG 9 melalui pengembangan inovasi dan teknologi kesehatan.
Dengan demikian, riset FK UNNES tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan kesehatan dan sosial yang lebih luas. Kolaborasi lintas institusi dan lintas negara menjadi salah satu cara untuk memperkuat kontribusi penelitian terhadap pencapaian SDGs.
Melalui riset yang menghubungkan kesehatan, pendidikan, inovasi, perlindungan sosial, dan kolaborasi internasional, FK UNNES menempatkan penelitian sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat, berpengetahuan, inklusif, dan berkelanjutan.
#unnessdgs2 #unnessdgs3 #unnessdgs4 #unnessdgs5 #unnessdgs9 #unnessdgs10 #unnessdgs16 #unnessdgs17



