FK UNNES Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi melalui Workshop Pembekalan PKL di Berbagai Wahana Praktik

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > FK UNNES Perkuat Kompetensi Mahasiswa Farmasi melalui Workshop Pembekalan PKL di Berbagai Wahana Praktik

SEMARANG – Program Studi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) menyelenggarakan rangkaian Workshop Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sepanjang Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung pada 5, 10, 12, dan 16 Juni 2025 di Gedung FK UNNES, Ruang B103 dan B106, ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi praktik kefarmasian melalui penguatan pemahaman regulasi, manajemen pelayanan dan distribusi obat, etika profesi, serta standar operasional di berbagai tempat praktik.

Pembekalan dilaksanakan secara bertahap sesuai karakteristik wahana praktik. Pada 5 Juni 2025, mahasiswa mendapatkan materi mengenai industri farmasi dan BPOM dari apt. Dewi Marya Achmad dari BPOM dan apt. Haryudi dari industri. Pada 10 Juni 2025, materi mengenai Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan apotek disampaikan apt. Myrna Ayu dan apt. Linda Noviamila. Selanjutnya, pada 12 Juni 2025, apt. Pry Hartini dan apt. Sriatun Widiastuti membahas praktik di Dinas Kesehatan dan Puskesmas. Rangkaian kegiatan ditutup pada 16 Juni 2025 dengan pembekalan wahana rumah sakit oleh apt. Ella Wahyu Febriana.

Melalui pemaparan materi, diskusi terarah, dan evaluasi portofolio, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai tugas, tanggung jawab, serta tantangan di setiap wahana praktik. Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam menyelaraskan kompetensi akademik dengan kebutuhan dunia kerja kefarmasian, sekaligus menanamkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjamin mutu serta keamanan penggunaan obat.

Kegiatan ini juga memperkuat kemitraan FK UNNES dengan berbagai institusi, mulai dari BPOM, industri farmasi, PBF, apotek, Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga rumah sakit. Melalui praktik di fasilitas kesehatan, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan pelayanan kefarmasian serta berkontribusi dalam kegiatan promotif dan preventif, seperti edukasi Penggunaan Obat Rasional (POR), informasi obat dan suplemen, serta program kesehatan masyarakat sesuai kebutuhan wahana praktik.

Rangkaian workshop ini mendukung enam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyiapan calon tenaga kefarmasian yang kompeten; SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pembelajaran berbasis praktik; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan hubungan pendidikan dengan industri farmasi; SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas institusi; serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui dukungan terhadap akses edukasi penggunaan obat yang tepat dan bertanggung jawab. Upaya ini sekaligus memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

#SDGs3 #SDGs4 #SDGs8 #SDGs9 #SDGs10 #SDGs17

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy