FK UNNES Edukasi Siswa di Empat SD Semarang tentang Penggunaan Antibiotik untuk Cegah Resistensi

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > FK UNNES Edukasi Siswa di Empat SD Semarang tentang Penggunaan Antibiotik untuk Cegah Resistensi

SEMARANG — Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) mengedukasi siswa kelas IV di empat sekolah dasar di Kota Semarang melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Petualangan Antibiotik, pada 7–10 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di SDN 1 Gajah Mungkur, SDN Bendan Ngisor, SDN Sampangan 01, dan SDN Petompon 2 ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tentang fungsi antibiotik, penggunaan obat yang tepat, bahaya resistensi antibiotik, serta pentingnya mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat.

Edukasi dikemas melalui metode pembelajaran interaktif yang sesuai dengan usia siswa, meliputi puppet show, animasi, poster edukatif “Aku Cerdas Pakai Antibiotik”, permainan puzzle resistensi, dan kuis berhadiah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal, dilanjutkan penyampaian materi dan permainan edukatif, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi pemahaman siswa. Ketua Pengabdian Masyarakat, apt. Ranita Rahmaniar, M.Pharm.Sci., menegaskan pentingnya edukasi sejak dini. “Kami ingin anak-anak memahami bahwa antibiotik bukan obat untuk semua penyakit, dan penggunaannya harus sesuai resep dokter. Edukasi sejak dini adalah langkah strategis untuk mencegah resistensi antibiotik di masa depan,” ujarnya.

Keterlibatan aktif siswa dalam sesi tanya jawab dan permainan menjadi bagian dari proses pembelajaran. Para siswa dapat mengulang kembali sejumlah pesan utama, antara lain penggunaan antibiotik sesuai petunjuk, cara mengonsumsinya dengan benar, serta pentingnya tidak menghentikan pengobatan sebelum waktunya tanpa arahan tenaga kesehatan. Pendekatan yang memadukan informasi kesehatan dengan aktivitas menyenangkan ini dirancang agar materi lebih mudah dipahami dan diingat, sekaligus mendorong terbentuknya perilaku bijak dalam menggunakan obat sejak usia sekolah.

Kepala SDN Sampangan 01 mengapresiasi kegiatan tersebut karena materi yang disampaikan dinilai bermanfaat dan sesuai dengan usia peserta. “Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan disesuaikan dengan usia anak-anak. Mereka jadi paham bahwa minum obat, khususnya antibiotik, tidak boleh sembarangan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya. Melalui Petualangan Antibiotik, tim pengabdian masyarakat Farmasi UNNES berharap siswa dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan teman sebaya, sehingga pemahaman tentang penggunaan antibiotik yang tepat dapat meluas ke lingkungan sekitar.

Program ini mendukung upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat dan pencegahan resistensi antimikroba melalui pendidikan sejak dini. Inisiatif tersebut relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi penggunaan obat yang bertanggung jawab, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran kesehatan yang interaktif, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan dalam akses pengetahuan kesehatan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penggunaan obat secara tepat, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah. #SDGs3 #SDGs4 #SDGs10 #SDGs12 #SDGs17

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy