FK UNNES dan BPBD Pekalongan Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan di Daerah Rawan Banjir

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > FK UNNES dan BPBD Pekalongan Perkuat Kesiapsiagaan Kesehatan di Daerah Rawan Banjir

SEMARANG – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan menginisiasi pelatihan peningkatan kapasitas kader kesehatan di wilayah rawan banjir. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kader posyandu dalam mencegah penyakit infeksi, seperti diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit yang berisiko meningkat setelah banjir.

Pelatihan membekali puluhan kader dengan keterampilan praktis, meliputi pembuatan larutan oralit sederhana, edukasi kebersihan makanan, pengelolaan air bersih, pencegahan leptospirosis, serta penanganan gangguan kulit akibat paparan air kotor. Peserta juga mengikuti simulasi pendirian pos kesehatan darurat yang mencakup pengelolaan kasus infeksi dan mekanisme rujukan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis.

Dosen FK UNNES sekaligus penanggung jawab kegiatan, Alfiana Ainun Nisa, menegaskan bahwa kader kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan membantu masyarakat menghadapi risiko kesehatan saat bencana. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah awal untuk melibatkan kader dalam Klaster Kesehatan Kabupaten Pekalongan, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Inisiatif tersebut saat ini diterapkan di sejumlah desa rawan banjir sebagai lokasi percontohan. Dalam pertemuan di kantor BPBD Kabupaten Pekalongan, para pihak menyepakati tindak lanjut berupa pelatihan lanjutan dan simulasi berkala. Program ini diharapkan dapat diperluas ke desa-desa lain agar kesiapsiagaan kesehatan masyarakat semakin merata dan risiko penyakit pascabanjir dapat ditekan.

Kolaborasi FK UNNES dan BPBD Kabupaten Pekalongan menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat dalam pengurangan risiko bencana. Upaya ini mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pencegahan penyakit dan penguatan layanan kesehatan, serta SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui peningkatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana.

#SDGs3 #SDGs11

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy