Farmasi FK UNNES Perkuat Kesiapan PKL Mahasiswa melalui Pembekalan dan Penyusunan Modul Berbasis Telemedicine

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > Farmasi FK UNNES Perkuat Kesiapan PKL Mahasiswa melalui Pembekalan dan Penyusunan Modul Berbasis Telemedicine

SEMARANG – Program Studi S1 Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK UNNES) menggelar rangkaian kegiatan akademik untuk memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi Praktik Kerja Lapangan (PKL) sekaligus menyempurnakan modul pembelajaran berbasis layanan kefarmasian digital.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pembekalan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada 13 Maret 2026 di Ruang B106 Gedung FK UNNES. Selanjutnya, pada 4 Mei 2026, Prodi Farmasi mengadakan Review Modul Praktik Kerja Lapangan di Puskesmas bertema “Modul Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Berbasis Telemedicine untuk Mahasiswa Magang” di Ruang C302 Gedung FK UNNES.

Kedua kegiatan menghadirkan praktisi pelayanan kefarmasian, apt. Nino Suryaning Kencana, S.Farm., Apoteker Penanggung Jawab (APJ) UPTD Puskesmas Bulusan Kota Semarang, sebagai narasumber. Kehadiran praktisi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai praktik pelayanan kefarmasian yang berkembang di fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Pembekalan PKL diikuti oleh 103 mahasiswa semester VI yang akan menjalani praktik lapangan. Sementara itu, kegiatan review modul melibatkan 15 dosen dan tenaga kependidikan Prodi S1 Farmasi untuk mengevaluasi serta menyempurnakan materi pembelajaran agar selaras dengan perkembangan pelayanan kefarmasian.

Dalam pembekalan, mahasiswa memperoleh materi mengenai penerapan telemedicine dalam pelayanan kefarmasian, termasuk sistem konsultasi dan pelayanan obat secara jarak jauh yang kini semakin berkembang di fasilitas kesehatan. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi digital.

Koordinator Program Studi S1 Farmasi FK UNNES menyampaikan bahwa pembekalan dan penyempurnaan modul merupakan bagian dari upaya menjaga relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan pelayanan kesehatan.

“Mahasiswa perlu memahami perubahan pola pelayanan kefarmasian, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan telemedicine. Karena itu, materi pembekalan dan modul praktik lapangan terus kami sesuaikan dengan perkembangan di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Melalui evaluasi modul, Prodi Farmasi FK UNNES juga berupaya memastikan proses pembelajaran selama PKL memberikan pengalaman yang sesuai dengan praktik di lapangan. Keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, dan praktisi menjadi bagian dari penyusunan perangkat pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan.

Kolaborasi antara Prodi S1 Farmasi FK UNNES dan UPTD Puskesmas Bulusan menjadi salah satu bentuk sinergi antara perguruan tinggi dengan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung peningkatan kompetensi calon tenaga kefarmasian.

Kegiatan ini sekaligus mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pendidikan berkualitas (SDG 4), kehidupan sehat dan sejahtera (SDG 3), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), inovasi dan infrastruktur (SDG 9), serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan institusi pelayanan kesehatan (SDG 17).

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy