Edukasi Toksikologi Industri Dorong Perlindungan Kesehatan Pekerja Pengolahan Unggas

Universitas Negeri Semarang > Faculty of Medicine > Berita > Edukasi Toksikologi Industri Dorong Perlindungan Kesehatan Pekerja Pengolahan Unggas

Toksikologi Industri Dorong Perlindungan Kesehatan Pekerja Pengolahan Unggas

SEMARANG — Darah, limbah organik, cairan pencucian hingga bahan pembersih menjadi bagian dari keseharian pekerja pengolahan unggas yang berpotensi membawa risiko biologis maupun kimia. Kondisi tersebut mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) memperkuat literasi kesehatan kerja berbasis toksikologi industri kepada pekerja dan pemilik CV Ayam Segar Nusantara, Semarang, pada 23 Juni 2026.

Risiko di lingkungan pengolahan unggas tidak hanya berasal dari mikroorganisme, tetapi juga dari cara kerja dan kondisi lingkungan yang lembap serta aktivitas manual yang tinggi. Percikan cairan, peralatan terkontaminasi, luka kerja, bahan kimia pembersih, hingga potensi kontaminasi silang dapat menjadi jalur pajanan yang perlu dikendalikan. Karena itu, pekerja diperkenalkan pada prinsip higiene personal, sanitasi peralatan, pemisahan area bersih dan kotor, pengendalian titik kritis, serta penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, celemek, dan sepatu bot.

Ketua Tim Pengabdi, Lutfi Muzaqi, mengatakan perlindungan pekerja perlu ditempatkan sebagai bagian dari pencegahan penyakit, bukan sekadar penggunaan alat pelindung diri. “Pekerja diharapkan mampu mengenali sumber bahaya, memahami jalur pajanan, dan menerapkan tindakan pencegahan secara mandiri,” kata Lutfi. Tim juga mendorong penguatan sistem kerja melalui prosedur operasional standar, checklist inspeksi harian, penetapan APD minimum, serta pencatatan kondisi sanitasi, limbah, suhu proses, dan kejadian tumpahan agar pengendalian risiko tidak bergantung pada kesadaran individu semata.

Penguatan kesehatan kerja tersebut sejalan dengan SDGs 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), terutama melalui pencegahan penyakit dan perlindungan kesehatan pekerja. Upaya menjaga lingkungan kerja, mengendalikan limbah, dan memperkuat praktik produksi yang aman juga berkaitan dengan SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Pendekatan toksikologi industri menjadi penting karena kesehatan pekerja dan keberlanjutan usaha berjalan beriringan: tempat kerja yang lebih aman dapat melindungi pekerja sekaligus mendukung produktivitas usaha lokal.

Related Posts

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas:

GDPR

  • Privacy Policy

Privacy Policy