SEMARANG – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (BEM FK UNNES) mengawali pelaksanaan Program Glycos melalui kegiatan sosialisasi dan pengisian kuesioner awal di Balai Kelurahan Sumurrejo, Kota Semarang, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB ini dihadiri oleh dosen pendamping, perangkat Kelurahan Sumurrejo, perwakilan kelompok sasaran, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan program sekaligus membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Dalam sosialisasi, tim PPK Ormawa BEM FK UNNES memperkenalkan tiga subprogram utama yang akan dijalankan, yakni Glycos-Food, Glycos-Ment, dan Glycos-Check. Ketiga program tersebut dirancang saling terintegrasi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan edukatif.
Selain memaparkan tujuan, mekanisme, dan tahapan pelaksanaan program, tim juga menjelaskan rencana keberlanjutan kegiatan, termasuk sistem monitoring dan evaluasi yang akan dilakukan selama program berlangsung. Pemaparan tersebut bertujuan agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai target program serta peran masing-masing dalam proses pelaksanaannya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Perangkat kelurahan dan masyarakat menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi di lapangan, potensi yang dimiliki wilayah, serta harapan terhadap pelaksanaan Program Glycos. Berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan program agar pelaksanaannya lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari tahapan awal, tim PPK Ormawa juga mendistribusikan kuesioner kepada perangkat kelurahan, ketua RW, serta anggota kelompok sasaran. Pengumpulan data awal ini bertujuan memperoleh gambaran kondisi masyarakat sebelum program dijalankan sehingga dapat menjadi dasar dalam mengukur capaian dan dampak program pada akhir pelaksanaan.
Dosen pendamping PPK Ormawa BEM FK UNNES menyampaikan bahwa pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan menjadi salah satu kunci keberhasilan program pemberdayaan.
“Program yang baik adalah program yang disusun bersama masyarakat. Dengan memahami kebutuhan dan kondisi di lapangan sejak awal, pelaksanaan kegiatan diharapkan lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BEM FK UNNES berharap Program Glycos dapat berjalan secara kolaboratif dengan masyarakat Kelurahan Sumurrejo sehingga mampu memberikan dampak yang berkelanjutan, baik dalam aspek kesehatan maupun pemberdayaan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan masyarakat mencerminkan penguatan kemitraan (SDG 17 – Partnerships for the Goals), sementara pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat mendukung terciptanya kesehatan yang lebih baik (SDG 3 – Good Health and Well-being), pendidikan dan literasi masyarakat (SDG 4 – Quality Education), serta pembangunan permukiman yang inklusif dan berkelanjutan (SDG 11 – Sustainable Cities and Communities).
#unnessdgs3 #unnessdgs4 #unnessdgs17



