Senin siang, 6 April 2026, aula C7 FISIP di Sekaran, Gunungpati, Semarang tak sekadar menjadi ruang pertemuan biasa. Sejumlah dosen dan tenaga kependidikan berkumpul. Mereka datang untuk melepas salah satu rekan kerja, Kuntaswati atau yang akrab disapa Bu Kun yang menuntaskan pengabdiannya setelah hampir dua dekade.
Acara pelepasan itu berlangsung sederhana, tetapi sarat makna. Dalam sambutannya, Prof. Arif Purnomo menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa. “Selamat berhasil purna, lulus sampai purna. Alhamdulillah dalam keadaan sehat. Semoga kita yang belum purna selalu diberi tugas dalam keadaan sehat dan walafiat,” ujarnya, menekankan bahwa masa purna tugas bukan sekadar akhir, melainkan juga capaian.
Selama 19 tahun bekerja di FISIP, Kuntaswati bukan hanya menjalankan fungsi administratif. Ia menjadi bagian dari denyut keseharian kampus mendukung proses perkuliahan di Program Studi Geografi, PPKn, hingga Perpustakaan. Perpindahan unit kerja yang ia jalani justru memperluas relasi dan memperkuat perannya dalam membangun suasana kerja yang cair dan bersahabat.
Di mata rekan-rekannya, Bu Kun adalah sosok yang tak mudah digantikan. “Bu Kun pribadi yang baik, keibuan, suka membimbing teman-teman. Kami juga sering bercanda bersama,” ujar Suharyati, mewakili kesan kolektif yang mengemuka siang itu.
Menjelang akhir acara, Kuntaswati menyampaikan pamit dengan suara yang sempat bergetar. Ia mengakui perjalanan panjangnya di FISIP tak lepas dari proses belajar. Dari awal yang belum mengenal lingkungan laboratorium hingga akhirnya beradaptasi di perpustakaan.
Ia merasakan tumbuhnya ikatan yang lebih dari sekadar hubungan kerja. “Lingkungan UNNES seperti keluarga sendiri, keluarga kedua saya,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kolega atas canda yang mungkin berlebihan maupun kekurangan selama berinteraksi. Setelah memasuki masa pensiun, Kuntaswati berencana mendedikasikan waktunya untuk merawat sang ayah yang kini berusia 91 tahun.
Di penghujung acara, orang-orang yang hadir di acara itu meberikan selamat kepada perempuan yang hobi memasak ini. Bukan hanya sebagai penutup seremoni, melainkan sebagai penghormatan atas perjalanan panjang seorang tenaga kependidikan yang telah menjadi bagian kegiatan belajar mengajar di FISIP.




