Pemerintah Kota Semarang Kecamatan Gunungpati bersama Program Studi Ilmu Sejarah menggelar nonton bareng (nobar) dan bedah film Sang Kyai untuk menanamkan nilai kerja keras dan nasionalisme kepada ratusan santri. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan 1447 H/2026 M di Kecamatan Gunungpati.
Acara digelar pada Rabu, 11 Maret 2026 pukul 14.45 WIB di Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia (USTEDI) Kampus 2 STIEMA, Jalan Mr. Koesbiyono Tjondrowibowo, Gunungpati.
Film Sang Kyai mengangkat kisah perjuangan KH Hasyim Asy’ari dari Pesantren Tebuireng dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Jepang (1942) hingga kedatangan Sekutu.
Koordinator Program Studi Ilmu Sejarah, Mukhmad Shokheh, Ph.D, menjelaskan bahwa film tersebut menampilkan pesantren sebagai pusat peradaban sekaligus benteng ketahanan moral di tengah situasi penjajahan yang penuh tekanan. “Film ini menunjukkan bagaimana warga pesantren menolak praktik seikerei karena bertentangan dengan aqidah. Prinsip itu penting, bahkan kyai rela dipenjara demi mempertahankan keyakinannya,” ujarnya.
Menurutnya, perjuangan tidak selalu dilakukan dengan kekerasan. Diplomasi dan strategi juga menjadi bagian penting dalam melawan penjajah.“Perang itu tidak hanya dengan senjata, tapi juga dengan pemikiran. Strategi kyai sangat cerdas. Resolusi Jihad menjadi bukti bahwa bela negara adalah bagian dari iman,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran masing-masing dalam menjaga bangsa.“Tidak semua harus angkat senjata. Belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, dan memahami sejarah juga bagian dari perjuangan,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Gunungpati, Ali Ahmadi, mengatakan kegiatan nobar dan bedah film bersama remaja dan santri ini merupakan yang pertama kali digelar di wilayahnya.“Saya sangat mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan literasi generasi muda, khususnya dalam memahami sejarah bangsa,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai sarana edukasi yang menarik dan relevan bagi anak muda.




