Ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga waktu magrib. Lebih dari itu, umat Muslim juga diminta menjaga perilaku agar pahala puasa tidak berkurang.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Maulana Malik Ibrahim dalam tausiah pada kegiatan Khatam Al-Qur’an Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Masjid Al-Ikhsan, Sekaran, Gunungpati, Senin (9/3).
Dalam tausiahnya, ia menyebut ada lima perbuatan yang dapat mengurangi bahkan menggugurkan pahala puasa jika dilakukan selama Ramadan.“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku,” ujarnya.
Perbuatan pertama yang harus dihindari adalah berbohong atau berdusta, yakni menyampaikan perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Menurutnya, kebiasaan tersebut sebaiknya dijauhi tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga setelahnya. “Lebih baik dihindari selama Ramadan dan juga setelah Ramadan agar pahala puasa tidak rusak,” jelasnya.
Kedua adalah menggunjing atau ghibah, yakni membicarakan keburukan atau kekurangan orang lain. Ia menilai kebiasaan ini sering terjadi dalam percakapan sehari-hari dan tanpa disadari dapat mengikis pahala ibadah.
Larangan ketiga adalah mengadu domba atau namimah, yaitu menyampaikan perkataan yang dapat memicu konflik antarindividu.
Selanjutnya, perbuatan keempat yang dapat mengikis pahala puasa sekaligus menimbulkan dosa besar adalah bersumpah palsu. Adapun yang kelima adalah memandang lawan jenis dengan syahwat, yang menurutnya juga perlu dihindari agar ibadah puasa tidak menjadi sia-sia.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FISIP Prof. Arif Purnomo menyampaikan harapannya agar kegiatan Khatam Al-Qur’an tersebut membawa dampak positif bagi civitas akademika. “Semoga kegiatan ini membawa keberkahan kepada kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Dwi Alfa Nora, mahasiswa Program Studi Geografi, mengaku senang dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. “Dengan adanya Khatam Al-Qur’an, saya bisa mengisi Ramadan ini dengan lebih bermanfaat,” kata Dwi yang mendapat tugas membaca Juz 8.
Kegiatan khatam Al-Qur’an bersama ini rencananya akan kembali digelar satu kali lagi sebelum libur Lebaran. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu atau Jumat pekan ini.



