SEMARANG – Mahasiswa Program Studi Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Negeri Semarang (UNNES) menunjukkan partisipasi strategis dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyelenggaraan Nama Rupabumi. Kegiatan yang berlangsung pada Tanggal 12 Februari 2026 ini merupakan hasil kolaborasi antara Sekertaris Daerah Pemerintah Kota Semarang dengan Badan Informasi Geospasial (BIG).
Bimtek ini membedah seluruh tahapan penyelenggaraan nama rupabumi, mulai dari koleksi data hingga penetapan status baku nama Rupabumi guna memastikan ketersediaan data geospasial yang valid untuk mendukung integrasi administrasi negara dan pengembangan wilayah berkelanjutan.
Keterlibatan mahasiswa geografi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nama Rupabumi. Regulasi ini mengamanatkan perlunya akurasi dan standarisasi penamaan unsur geografis guna menjamin tertib administrasi serta kedaulatan informasi spasial di Indonesia.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Semarang, Yoga Tamtomo, S.STP, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi aktif mahasiswa Geografi UNNES. Beliau menegaskan bahwa keterlibatan intelektual muda merupakan elemen krusial untuk menciptakan kolaborasi multisektoral secara maksimal dalam pemutakhiran data geospasial yang akan memberikan manfaat yang komprehensif bagi tata kelola wilayah Kota Semarang.
Dalam forum tersebut, Hadir Narasumber Berpengalaman Seperti Dr. Aji Putra Perdana, M.Sc., selaku Surveyor Madya Pendataan Nama Rupabumi, yang menekankan krusialnya validitas data toponimi. Beliau menjelaskan bahwa nama rupabumi yang baku bukan sekadar label peta, melainkan fondasi bagi perencanaan pembangunan dan pelayanan publik yang presisi. Selaras dengan hal tersebut, aspek digitalisasi menjadi sorotan utama melalui pemaparan Ibu Kuncaraningrum, S.Sos, M.Si., perwakilan dari tim aplikasi SINAR (Sistem Informasi Nama Rupabumi). Ia memaparkan mekanisme pengumpulan data berbasis platform web yang dapat diakses melalui sinar.big.go.id.
“Melalui aplikasi SINAR, proses penginputan, penelaahan, hingga penetapan nama rupabumi kini terintegrasi secara digital. Kami berharap aplikasi ini mampu dioptimalkan untuk memfasilitasi verifikasi data di lapangan secara real-time,” jelas Beliau.
Keikutsertaan mahasiswa FISIP UNNES ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan data pemerintah dengan metodologi ilmiah akademis. Dengan sinergi ini, diharapkan akan tercipta basis data geospasial yang akurat dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan wilayah berbasis data di Kota Semarang.





