Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang dalam ajang nasional Karni Ilyas Award 2026 – Lomba Karya Visual Jurnalistik Mahasiswa Indonesia yang diselenggarakan oleh tvOne pada Sabtu, 14 Februari 2026. Tim mahasiswa UNNES berhasil meraih Juara 1 melalui karya berjudul “Etnopedagogi Ibu Bumi: Suara Sedulur Sikep.”
Tim ini berhasil mengalahkan finalis dari perguruan tinggi lainnya, diantaranya sebagai berikut:
- Juara 1: Etnopedagogi Ibu Bumi: Suara Sedulur Sikep. Karya: Kendeng Lestari, dari Universitas Negeri Semarang.
- Juara 2: Lelah. Karya: Production, dari Universitas Mercu Buana.
- Juara 3: Beyond the Screen: Reality of Indonesia’s Film Industry. Karya: RRR Production, dari Universitas Bina Nusantara.
- Juara Harapan 1: Kiamat Media Cetak: “Eksistensi Koran di Tengah Transisi Media”. Karya: A2G, dari Universitas Islam Bandung.
- Juara Harapan 2: Di Balik Kenikmatan Tembakau, karya: MJ Production, dari Universitas Budi Luhur.
- Video Vertikal Favorit: Beyond the Screen: Reality of Indonesia’s Film Industry, karya: RRR Production, dari Universitas Bina Nusantara.
Karya tersebut mengangkat nilai-nilai kearifan lokal komunitas Sedulur Sikep dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam melalui pendekatan etnopedagogi. Tim pemenang yang mengusung nama Kendeng Lestari terdiri atas Muhammad Saputra Agung Pratama (NIM 3401422048), Nadia (NIM 3401422005), Lingga Yudistira Raka Persada (NIM 3401420081), dan Natsuwa Cindi Aulia (NIM 3401421048), dengan dibimbing secara intensif oleh Harto Wicaksono, S.Pd., M.A.
Penghargaan ini diserahkan dalam seremoni yang turut dihadiri oleh Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Founder Rumah Perubahan; serta Karni Ilyas selaku inisiator acara.
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan kapasitas mahasiswa UNNES dalam bidang jurnalistik visual, tetapi juga menegaskan kontribusi akademik terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Karya “Etnopedagogi Ibu Bumi” selaras dengan Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal, serta Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) melalui pesan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan. Selain itu, semangat kolaboratif dalam produksi karya juga mencerminkan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Dosen pembimbing, Harto Wicaksono, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi tim mahasiswa yang mampu mengolah isu budaya dan lingkungan menjadi karya jurnalistik yang inspiratif dan berdampak. Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan menghadirkan narasi-narasi yang berpihak pada keberlanjutan.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNNES tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan karya yang relevan dengan tantangan global, sekaligus mengangkat suara komunitas lokal ke panggung nasional.









