Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) turut memeriahkan Dies Natalis ke-61 Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan menampilkan tari Ya Saman yang sarat pesan kesetaraan gender. Sebanyak 20 penari yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan FISIP tampil kompak di hadapan ribuan penonton.
Pertunjukan digelar di Lapangan Prof. Dirham, Sekaran, Gunungpati, Semarang. Para penari mengenakan busana berwarna merah dan membawa atribut bertuliskan pesan tentang pentingnya kesetaraan gender.
Salah satu penari, Sanita Carolina, Dosen Pendidikan IPS, mengatakan tari Ya Saman yang dibawakan berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Tarian ini biasa digunakan sebagai tari penyambutan tamu.
Sebelum tampil, mereka telah berlatih agar tidak terlihat kaku dan menjaga kekompakan.“Tari saman dari Palembang merupakan tarian penyambutan tamu yang mencerminkan nilai persaudaraan, kekompakan, dan keramahtamahan masyarakat setempat. Tariannya tidak sulit karena kita lakukan dengan semangat, terutama untuk dipentaskan dalam acara Dies UNNES ke-61 ini. Dengan persiapan yang matang, tim FISIP bisa mementaskan dengan baik,” ujarnya, Kamis, 12 Februari, 2026.

Dosen Program Studi Ilmu Politik, Niswa Adlina Labiba, menambahkan bahwa penampilan FISIP mengusung tema Sustainable Development Goals (SDGs) poin 5 tentang kesetaraan gender.
“FISIP tadi menampilkan SDGs 5, kesetaraan gender. Hal tersebut penting dan utama, serta perlu diterapkan di kampus. FISIP harus menjadi ruang yang adil dan inklusif, tempat semua orang, baik perempuan maupun laki-laki, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berpendapat, dan berkontribusi tanpa diskriminasi,” jelasnya.
Sementara itu, Dosen Prodi Ilmu Sejarah, Eka Yudha, menyebut latihan dilakukan secara intensif selama dua minggu. “Latihan intensif selama dua minggu, tidak sulit, biasa saja,” katanya.
Tak hanya FISIP, sebanyak 16 fakultas dan lembaga di lingkungan UNNES juga turut menampilkan tarian bertemakan SDGs dalam rangka memeriahkan peringatan Dies Natalis ke-61 kampus tersebut.




