Sebanyak 843 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi mengikuti program Magang Berdampak. Para mahasiswa tersebut berasal dari seluruh program studi S1 di lingkungan FISIP.
Penerjunan mahasiswa magang dilakukan langsung oleh Prof. Arif Purnomo, Dekan FISIP , di Smart Class lantai 5 Gedung C8, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Senin (9/2/2026). Sementara itu, sebagian mitra dan mahasiswa lainnya mengikuti kegiatan tersebut secara daring.
Penerjunan mahasiswa berdampak ini dimulai dengan diapkaikankannya jas almamater UNNES kepada perwakilan mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Program magang ini dilaksanakan mulai 9 Februari hingga 5 Juni 2026.
Ketua Gugus Prestasi Mahasiswa dan Magang Berdampak FISIP, Kuncoro Bayu Prasetyo, mengatakan mahasiswa menjalani magang selama minimal empat hingga enam bulan.“Mahasiswa mengikuti magang minimal empat sampai enam bulan,” ujar Kuncoro.
Sebanyak 349 mitra tercatat bekerja sama dalam program ini. Mitra magang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sumatra, hingga luar negeri, yakni Manila, Filipina.
Sejumlah instansi mitra turut menyampaikan pengalaman mereka menerima mahasiswa FISIP. Farichah Nurhajati dari Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Surakarta, Jawa Tengah, mengatakan mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Politik diberikan tugas sesuai dengan tugas dan fungsi di pemerintahan kota.

Sementara itu, Bintang Prasojo dari Bappeda DIY menyebut mahasiswa Prodi Geografi menunjukkan kinerja yang memuaskan dan aktivitas magang dikaitkan langsung dengan mata kuliah konversi.
Adapun Wawan Susanto dari Dinas Kesejarahan TNI Angkatan Darat di Bandung, Jawa Barat, menerima dua mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah. Keduanya ditempatkan di perpustakaan dan bidang kearsipan dengan pola kerja yang fleksibel dan kontekstual sesuai kebutuhan instansi.
Dalam sambutannya, Arif Purnomo menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang bersedia menerima dan membimbing mahasiswa FISIP. Menurutnya, proses magang tidak hanya membentuk pengetahuan, tetapi juga karakter dan keterampilan mahasiswa.
“Melalui magang ini, mahasiswa memperoleh pengalaman yang berbeda. Terbentuk pribadi dengan keterampilan yang mumpuni dan sinergi antara teori dan praktik. Link and match dengan dunia kerja pun bisa terbangun,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan waktu magang sebaik mungkin serta menghadirkan ide dan inovasi yang dapat diimplementasikan di tempat magang masing-masing.




