Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang (FISIP UNNES) menyelenggarakan Workshop Integrasi Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) pada Selasa, 20 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung C7 Lantai 3 FISIP UNNES ini diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, serta pengelola program studi sebagai bagian dari upaya strategis penguatan kurikulum berorientasi keberlanjutan.
Workshop ini menghadirkan Corina Karim, Kepala Subdirektorat Pengembangan Relevansi Pendidikan DIPP Universitas Brawijaya, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya integrasi SDGs secara sistematis dan terukur dalam kurikulum OBE, agar proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
FISIP UNNES secara khusus memfokuskan kontribusi kurikulernya pada pencapaian SDGs Goals 1 (No Poverty), 3 (Good Health and Well-being), 4 (Quality Education), 5 (Gender Equality), 14 (Life Below Water), dan 17 (Partnerships for the Goals). Tujuan-tujuan tersebut diharapkan terintegrasi dalam seluruh program studi di lingkungan FISIP UNNES. Secara teknis, integrasi SDGs dilakukan melalui penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan OBE, serta dirumuskan lebih spesifik pada Sub-Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK).
Melalui workshop ini, dosen didorong untuk merancang CPMK yang tidak hanya mencerminkan kompetensi keilmuan dan keterampilan abad ke-21, tetapi juga menginternalisasikan nilai-nilai keberlanjutan, kepedulian sosial, kesehatan, kesetaraan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Dengan demikian, proses pembelajaran di kelas diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, berdaya saing global, dan memiliki tanggung jawab sosial terhadap isu-isu pembangunan berkelanjutan.
Penyelenggaraan Workshop Integrasi SDGs dalam Kurikulum OBE ini menegaskan komitmen FISIP UNNES dalam mendukung agenda global SDGs melalui pendidikan tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret fakultas dalam memastikan bahwa kurikulum tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di tingkat lokal, nasional, maupun global.







