Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) membuka kesempatan bagi akademisi untuk bergabung sebagai tenaga pengajar tidak tetap non-ASN. Pendaftaran lowongan tersebut akan ditutup pada 30 Januari 2026 atau tersisa sekitar 10 hari ke depan.
Dalam rekrutmen ini, FISIP menyediakan enam formasi tenaga pengajar yang tersebar di tiga program studi, yakni satu orang untuk Program Studi Ilmu Komunikasi, dua orang untuk Program Studi Ilmu Politik, dan tiga orang untuk Program Studi Geografi.
Untuk formasi di Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, pelamar diharapkan memiliki latar belakang pendidikan S1 dan S2 Ilmu Komunikasi atau Ilmu Politik. Adapun pelamar untuk Program Studi S1 Ilmu Politik harus telah menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 Ilmu Politik atau Hubungan Internasional.
Sementara itu, kebutuhan tenaga pengajar di Program Studi S1 Geografi dibagi ke dalam tiga posisi dengan kualifikasi yang berbeda. Posisi pertama diperuntukkan bagi lulusan S1 dan S2 Ilmu Kartografi dan Pengindraan Jauh atau Geografi. Posisi kedua ditujukan bagi lulusan S1 dan S2 Geografi dengan konsentrasi Geografi Fisik, Fisika, atau Geofisika.
Adapun posisi ketiga mensyaratkan lulusan S1 dan S2 Geografi atau Perencanaan Wilayah dan Kota. Informasi lengkap mengenai formasi posisi, persyaratan, tahapan seleksi, dan jadwal pelaksanaan dapat diakses melalui laman resmi rekrutmen.unnes.ac.id.
Dekan FISIP, Prof. Arif Purnomo, menjelaskan bahwa pembukaan lowongan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengajar pada ketiga prodi tersebut agar rasio dosen dan mahasiswa tetap ideal. “Harapannya, kami dapat memperoleh dosen yang berkualitas dan berkarakter sesuai dengan kebutuhan masing-masing program studi,” ujar Prof. Arif, Selasa (20/1/2026), di Sekaran, Gunungpati, Semarang.
Koordinator Program Studi Ilmu Politik, Martien Herna Susanti, menambahkan bahwa Prodi Ilmu Politik memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya profil alumni yang luas di berbagai bidang, seperti praktisi politik, peneliti, konsultan politik, mediator, jurnalis, analis kebijakan pembangunan, hingga wirausahawan.
Selain itu, proses pembelajaran didukung oleh dosen yang kompeten sesuai bidang keilmuan serta keterlibatan praktisi nasional dan internasional. Sarana dan prasarana juga dinilai memadai untuk mendukung pembelajaran yang inklusif.
Pada tahun 2025, peminat Program Studi Ilmu Politik tercatat cukup tinggi, yakni 325 pendaftar melalui jalur SNBP, 430 melalui SNBT, dan sekitar 1.000 pendaftar melalui jalur mandiri. Dari kuota 250 mahasiswa, sebanyak 231 mahasiswa diterima.
Sementara itu, Koordinator Program Studi Geografi, Rahma Hayati, menyampaikan bahwa Prodi Geografi memiliki keunggulan berupa akreditasi internasional AQAS serta akreditasi unggul dari LAMSAMA. Atmosfer pembelajaran juga didukung oleh 11 sublaboratorium aktif serta jejaring kerja sama nasional dan internasional yang luas.
Minat calon mahasiswa terhadap Program Studi Geografi juga relatif stabil. Pada 2023 tercatat 1.602 peminat, pada 2024 sebanyak 1.211 peminat, dan pada 2025 meningkat menjadi 1.320 peminat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 210 mahasiswa diterima pada tahun 2025 dan seluruhnya telah melakukan registrasi.



