SEMARANG – Program Studi Magister Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Universitas Negeri Semarang (UNNES) melakukan penjajakan kolaborasi akademik internasional dengan sejumlah pakar konseling karier yang tergabung dalam Asia Pacific Career Development Association (APCDA).
Pertemuan strategis yang berlangsung pada Kamis (3/9/2026) di Ruang Rapat 2 Dekanat FIPP UNNES ini bertujuan untuk memetakan potensi kerja sama di bidang penelitian, pendidikan, hingga pengembangan profesi.
Diskusi tersebut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister BK UNNES, Sunawan, Ph.D., beserta jajaran dosen, serta empat pakar internasional dari berbagai universitas di Malaysia, yakni Assoc. Prof. Dr. Poh Li Lau (Universiti Malaya), Dr. Chan Siaw Leng (University Putra Sarawak), Dr. Voon Siok Ping (University Malaysia Sarawak), dan Dr. Baktiar Hasnan (Multimedia University).

Fokus Riset dan Pendidikan
Agenda utama pertemuan ini mencakup identifikasi topik riset kolaboratif dan skema penelitian di bidang bimbingan konseling, khususnya pada area pengembangan karier.
Kedua belah pihak menekankan pentingnya pengayaan pengalaman belajar bagi mahasiswa jenjang magister melalui aktivitas akademik bersama.
Selain itu, pembahasan menyentuh peluang program mobilitas akademik, baik berupa program outbound maupun inbound bagi dosen dan mahasiswa. Implementasi program ini direncanakan mengacu pada kemitraan institusional, ketersediaan pendanaan, serta regulasi yang berlaku di masing-masing universitas.

Publikasi Ilmiah dan Jejaring Profesional
Pihak UNNES dan para pakar internasional juga menyepakati upaya peningkatan publikasi ilmiah bersama pada jurnal nasional maupun internasional yang bereputasi. Kehadiran praktisi dan akademisi internasional diharapkan mampu memberikan eksposur global serta memperkuat pertukaran akademik bagi sivitas akademika UNNES.
Selain aspek edukasi, pertemuan tersebut menggarisbawahi pentingnya penguatan jejaring profesional di tingkat Asia-Pasifik melalui komunitas APCDA.
Komitmen Keberlanjutan
Pertemuan ditutup dengan pernyataan minat dari kedua belah pihak untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan di bidang riset, pendidikan, hingga program mobilitas. Sunawan, Ph.D. dan para pakar internasional menyatakan bahwa rincian teknis implementasi akan dibahas lebih lanjut berdasarkan kesepakatan bersama dan kebijakan institusional masing-masing.





