Kabupaten Semarang, 23 Agustus 2026 — Tim Pengabdian Cooking Therapy Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali melaksanakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan uji coba pemasaran produk unggulan di Desa Ketapang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang. Kegiatan yang merupakan pertemuan keempat dalam rangkaian program ini dan berkolaborasi dengan acara Memerti Desa Ketapang, Minggu (23/8). Program pengabdian ini didanai oleh DP2M sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat. Kegiatan ini menjadi tahap lanjutan dari pembelajaran dan pendampingan yang telah diberikan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Jika pada pertemuan sebelumnya peserta mendapatkan penguatan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengelolaan usaha serta strategi pemasaran, pada pertemuan keempat peserta diberikan ruang untuk mempraktikkan secara langsung strategi pemasaran produk unggulan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Memerti Desa Ketapang, peserta tidak hanya mempelajari strategi pemasaran secara teoritis, tetapi mulai mengimplementasikannya dalam situasi nyata dengan berinteraksi secara langsung dengan calon konsumen. Dalam kegiatan uji coba ini, produk unggulan yang telah dikembangkan diperkenalkan dan dipasarkan kepada masyarakat yang hadir dalam acara Memerti Desa Ketapang. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji bagaimana produk diterima oleh masyarakat, sekaligus memperoleh pengalaman mengenai cara menawarkan produk, berkomunikasi dengan konsumen, serta melihat respons pasar secara langsung.
Kepala Desa Bapak Muhammad Ni’am, ST., Perangkat Desa Ketapang, dan panitia pelaksana Memerti Desa Ketapang turut terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Bahkan masyrarakat Desa Ketapang ikut meramaikan Stand Bazar yang digunakan untuk uji coba marketing produk unggulan dari Cooking Therapy. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang praktik bagi peserta sekaligus memperkuat hubungan antara Tim Pengabdian UNNES dengan masyarakat Desa Ketapang. Dalam acara ini Tim Pengabdian UNNES hadir dengan antusias dan penuh semangat dengan beranggotakan Achmad Miftachul ‘Ilmi, S.Pd., M.Pd., Edwindha Prafitra Nugraheni, S.Pd., M.Pd., Kons., Setyo Bhahak Fendi Baihaqi, S.ST., M.T., Ahmad Fadlullah, Janu Tri Wibowo, dan Alber Gustafo.

Suasana kegiatan yang melibatkan banyak warga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat secara lebih luas. Uji coba pemasaran ini juga memungkinkan peserta untuk memperoleh umpan balik secara langsung mengenai produk yang ditawarkan, mulai dari ketertarikan konsumen, daya tarik kemasan, kesesuaian harga, hingga cara penyampaian informasi produk. Pelaksanaan uji coba pemasaran dalam Memerti Desa Ketapang menunjukkan adanya kesinambungan antara materi yang diberikan dalam program pengabdian dengan praktik di lapangan.
Antusiasme masyarakat menjadi salah satu hal yang memberikan pengalaman berharga bagi peserta. Kehadiran warga dalam kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anggota Sekolah Perempuan Teras Harmoni untuk mengenalkan produk secara langsung sekaligus memperoleh masukan mengenai rasa, kemasan, harga, maupun daya tarik produk. Salah satu anggota Sekolah Perempuan Teras Harmoni mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam memasarkan produk. “Sebelumnya kami lebih banyak belajar bagaimana membuat dan mengembangkan produk. Ternyata saat praktik marketing langsung seperti ini, kami bisa belajar apa yang perlu dikembangkan dan perlu diperbaiki.” [Ucap Ibu Roqi’ah]. Selain itu, Pak Ni’am sebagai kepala desa juga mendukung kegiatan ini “Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh UNNES. Masyarakat tidak hanya diberikan teori, tetapi juga didampingi sampai bisa mempraktikkan pemasaran produk. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat dan membantu masyarakat mengembangkan potensi yang ada di Desa Ketapang.”

Tahapan ini menjadi penting karena penguatan kapasitas pelaku usaha tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian materi. Pengetahuan tersebut perlu diikuti dengan kesempatan untuk mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki strategi berdasarkan pengalaman langsung di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, Tim Pengabdian Cooking Therapy UNNES mendorong masyarakat untuk tidak hanya berorientasi pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengemas, menentukan harga, mempromosikan, dan memasarkan produk secara lebih strategis.
Rangkaian program pengabdian Cooking Therapy UNNES juga diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya penguatan kapasitas masyarakat melalui pengelolaan keuangan usaha, pengembangan produk, serta strategi pemasaran menjadi bagian dari kontribusi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, program mendukung SDG 8 atau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan usaha dan memperkuat daya saing produk lokal.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dan strategi pemasaran digital dalam pengembangan produk turut mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pengenalan platform pemasaran digital serta strategi promosi melalui media sosial menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam memasarkan produk lokal. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan secara konvensional, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan Tim Pengabdian UNNES, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Sekolah Perempuan Teras Harmoni, panitia Memerti Desa Ketapang, dan masyarakat juga mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat. Melalui kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat, proses pengembangan produk lokal dapat dilakukan secara lebih kolaboratif dan berkelanjutan.
Dengan demikian, kegiatan pertemuan keempat tidak hanya menjadi ajang uji coba pemasaran produk unggulan, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kapasitas dan kemandirian masyarakat Desa Ketapang. Pengalaman yang diperoleh melalui praktik langsung diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan produk, strategi harga, kemasan, maupun pola promosi pada kegiatan selanjutnya. Tim Pengabdian Cooking Therapy UNNES berharap pendampingan yang dilakukan dapat terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.




