Semarang, UNNES — Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali menorehkan capaian dalam skema kemitraan riset 100 Perguruan Tinggi Top Dunia. Kali ini, tim peneliti UNNES melaksanakan kegiatan visiting researcher di Monash University, Australia, pada 10–12 Agustus 2026, sekaligus menandai babak baru kolaborasi riset internasional antara kedua institusi tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan kelas (class visit) pada mata kuliah EDF5778 Metodologi Penelitian Kualitatif, yang diampu oleh Assoc. Prof. Pearl Subban, Ph.D., didampingi oleh Fatona Suraya, Ph.D. Melalui sesi ini, tim UNNES mendapatkan wawasan langsung mengenai pendekatan pembelajaran kualitatif di Monash University, yang dikenal dengan standar akademik kelas dunia.
Memasuki hari kedua, 11 Agustus 2026, agenda dilanjutkan dengan sesi interpretasi hasil penelitian eksploratif bersama komunitas diaspora Indonesia. Pada sesi ini, tim peneliti UNNES mengundang responden praktisi, yaitu warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai migrant caregiver di Australia dengan pengalaman kerja selama empat tahun. Melalui sesi ini, tim peneliti memperoleh perspektif langsung dari pelaku lapangan mengenai tantangan kesiapan kerja, adaptasi budaya, serta kebutuhan pendidikan kecakapan hidup yang dihadapi para pekerja migran Indonesia, sekaligus memperkaya dan mempertajam temuan awal penelitian sebelum dibahas lebih lanjut dalam FGD.
Puncak Kegiatan: FGD Bertema Inklusi dan Kesiapan Kerja
Puncak kegiatan berlangsung pada 12 Agustus 2026, pukul 08.00–12.00 waktu setempat, bertempat di 19 Ancora Imparo Way, Clayton, Meeting Room Edu, Monash University. Forum Group Discussion (FGD) ini mengangkat tema “Beyond Employability: Designing Inclusive Life Skills Education for Indonesian Immigrants’ Work Readiness and Belonging in Australia”. Sebuah topik yang menyoroti pentingnya pendidikan kecakapan hidup yang inklusif bagi para imigran Indonesia agar mampu bersaing di dunia kerja sekaligus merasa diterima secara sosial di negara barunya.
FGD dibuka secara resmi oleh Assoc. Prof. Pearl Subban, Ph.D., dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Peneliti UNNES, Dr. Tri Suminar, M.Pd. Materi akademik kemudian dipresentasikan oleh anggota tim peneliti, Indri Ajeng Setyoningrum, S.Pd., M.Pd., bersama Dr. Arini Dwi Cahyani, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan hasil kajian awal terkait kesiapan kerja dan rasa memiliki (belonging) komunitas imigran Indonesia di Australia.
Diskusi ini turut dihadiri sejumlah akademisi senior dari Faculty of Education, Monash University, di antaranya Assoc. Prof. Pearl Subban, Ph.D. dan Assoc. Prof. Raqib Chowdhury, serta beberapa mahasiswa program Ph.D. yang tengah menekuni riset di bidang pembelajaran inklusif. Kehadiran para pakar lintas disiplin ini memperkaya diskusi dengan perspektif akademik yang beragam, mulai dari pendidikan inklusif, psikologi sosial, hingga kebijakan ketenagakerjaan bagi migran.

Ditutup dengan Penandatanganan Implementation Arrangement (IA)
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan kemitraan, rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) antara UNNES dan Monash University. Dokumen ini menjadi landasan formal bagi kedua institusi untuk terus mengembangkan kolaborasi riset, pertukaran akademik, serta publikasi bersama di masa mendatang.
Usai kegiatan, Assoc. Prof. Raqib Chowdhury menyampaikan apresiasi mendalam atas jalannya diskusi melalui pesan elektronik:
“Thank you very much for the wonderful seminar yesterday. The topic resonated with me – not only is the topic important in itself, but you’re conducting it very thoughtfully and efficiently. I wish we had more time discussing it, but hopefully this is just a start. Thank you also for the gifts and the warmth of your company. It was lovely to have to visit my office room. Please enjoy the rest of your visit in Melbourne and hopefully our paths will cross again at Monash, or UNNES, or who knows – somewhere else. Best wishes.”
Ucapan hangat tersebut menjadi penanda bahwa kolaborasi UNNES dan Monash University tidak hanya berhenti pada satu kegiatan, melainkan menjadi pijakan awal kerja sama riset jangka panjang.
Wujud Nyata Dukungan UNNES terhadap SDGs
Kegiatan kemitraan riset ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen UNNES sebagai World Class University dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan model pendidikan kecakapan hidup (life skills education) yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan riil komunitas imigran.
- SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong kesiapan kerja (work readiness) bagi imigran Indonesia agar dapat berkontribusi secara produktif di negara tujuan.
- SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan, karena riset ini secara khusus menyasar kelompok rentan, yaitu imigran, agar memperoleh kesetaraan akses pendidikan dan pekerjaan serta rasa memiliki (belonging) di masyarakat baru.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, tercermin dari kolaborasi lintas negara antara UNNES dan Monash University yang memperkuat jejaring riset global demi tujuan pembangunan berkelanjutan bersama.
Melalui kegiatan ini, UNNES semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap isu-isu kemanusiaan global, termasuk keberlanjutan dan kesejahteraan komunitas diaspora Indonesia di berbagai belahan dunia. Kerja sama ini diharapkan dapat berlanjut dengan riset kolaboratif lanjutan, publikasi ilmiah bersama, hingga program pertukaran akademik antara kedua universitas.




