
SEMARANG, 19 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) sukses menggelar Kuliah Umum dan Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana tahun akademik 2026/2027 di Aula Gedung Dekanat Lantai 3, Rabu (19/8/2026).
Mengusung tema “Pemanfaatan AI untuk Efisiensi Publikasi yang Berkualitas dan Beretika dalam Percepatan Kelulusan Mahasiswa Pascasarjana,” acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru dan lama untuk menyelaraskan diri dengan kemajuan teknologi digital tanpa mengesampingkan integritas akademik.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi strategis, antara lain S2 Magister Bimbingan dan Konseling (BK), S2 Pendidikan Non Formal (PNF), S2 Pengembangan Kurikulum, S2 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), S3 Bimbingan dan Konseling, serta Pendidikan Profesi Konselor (PPK).
Ketua Panitia Pelaksana, Sugihartono, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini dirancang khusus untuk memberikan motivasi sekaligus pencerahan bagi para mahasiswa pascasarjana agar mampu menavigasi tantangan studi di era kecerdasan buatan.
“Harapan kami, penyelenggaraan kuliah umum ini memberikan semangat baru agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi dengan lancar dan penuh prestasi,” ungkapnya.

Membuka acara secara resmi, Wakil Dekan II FIPP UNNES, Kusnarto Kurniawan, S.Pd., M.Pd., Kons., menekankan pentingnya adaptasi teknologi yang sejalan dengan moto terbaru FIPP UNNES, yakni “Cerdas Berintegritas”.
Ia mendorong mahasiswa untuk memaksimalkan fasilitas kampus, termasuk Rumah Ilmu, guna menunjang produktivitas riset.
“Pemanfaatan AI harus bermuara pada percepatan kelulusan. Namun, kenyamanan dalam belajar harus tetap diiringi dengan ketepatan waktu. FIPP adalah tempat untuk memberikan penguatan agar mahasiswa segera berprestasi,” tegas Kusnarto.
Sesi inti menghadirkan tiga pakar lintas disiplin. Dr. Muslikah, S.Pd., M.Pd., yang merupakan Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Konselor (PPK) FIPP UNNES sekaligus pakar dalam bidang School dan Peer Counseling, memberikan suntikan motivasi terkait strategi kelulusan. Ia menekankan bahwa kelulusan harus didesain melalui roadmap kehidupan yang jelas.
“Jangan menunggu motivasi atau mood, karena mood itu dibentuk, bukan ditunggu. Hindari fenomena NATO (No Action Talk Only), NAPO (No Action Plan Only), dan NADO (No Action Dream Only). Kuncinya adalah action,” ujar Dr. Muslikah.

Dr. Muslikah juga memimpin “Proklamasi Diri” untuk menyatakan komitmennya dalam menyelesaikan studi tepat waktu dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Dari perspektif teknologi global, Arda Yunianta, Ph.D., seorang Associate Professor dari King Abdulaziz University, Arab Saudi, memaparkan perkembangan terkini teknologi AI dalam pendidikan. Pakar yang ahli dalam bidang Machine Learning dan Artificial Intelligence ini mengingatkan bahwa AI hanyalah alat bantu.
“AI bukan pengganti. Kita tetap memerlukan human touch dan verifikasi akhir dari diri kita sendiri sebagai peneliti. Hati-hati dengan halusinasi AI; prompting yang spesifik adalah kunci untuk mendapatkan hasil yang berkualitas dan beretika,” jelas Arda yang juga tercatat sebagai reviewer di jurnal-jurnal bereputasi internasional seperti Springer Nature.
Melengkapi diskusi teknis publikasi, Dr. Firmanul Catur Wibowo, M.Pd., narasumber yang merupakan Lektor Kepala dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), membedah strategi publikasi berbasis AI. Dengan rekam jejak lebih dari 131 publikasi terindeks Scopus, ia menekankan bahwa AI tidak boleh digunakan sebagai penulis bayangan (ghost writer).
“Gunakan AI untuk brainstorming, memperbaiki kalimat, atau literatur review, namun akuntabilitas tetap ada pada penulis. Mahasiswa harus mampu membuktikan klaim kebaruan (novelty) melalui data yang sah, bukan fabrikasi. AI membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi kualitas akademik tidak boleh dikorbankan melalui cara pintas yang tidak beretika,” paparnya.

Melalui kegiatan ini, FIPP UNNES membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga teguh dalam menjaga marwah keilmuan demi mencetak lulusan yang cerdas dan beretika.
Usai kuliah umum, mahasiswa mengikuti orientasi kampus yang mencakup pengenalan ketua program studi dan dosen, kebijakan akademik hingga layanan kampus.




