Salatiga – Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program pengabdian bertajuk Peningkatan Ekosistem Kesiapan Kerja dan Keberlanjutan Kinerja Sekolah Kejuruan di SMK Saraswati Salatiga. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yaitu pada 15 Juni 2026 dan 8 Juli 2026, bertempat di SMK Saraswati Salatiga, Jalan Hasanudin No. 738, Kota Salatiga.
Program pengabdian diketuai oleh Pundani Eki Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dengan anggota Laila Listiana Ulya, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Adelina Rahmawati, M.Psi., Psikolog, Febry Putra Rochim, S.T., M.Eng. dari Fakultas Teknik, serta melibatkan mahasiswa Program Studi Psikologi FIPP UNNES, yaitu Amalia Defina Putri, Dewi Ayu Handayani K., dan Ilham Abdurrauf.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil identifikasi kebutuhan mitra yang menunjukkan bahwa program persiapan karier bagi siswa masih terbatas pada sosialisasi menjelang kelulusan, tanpa didukung pemetaan potensi maupun pelatihan kesiapan memasuki dunia kerja. Di sisi lain, guru menghadapi beban kerja yang tinggi sehingga berdampak pada kelelahan fisik dan mental serta terbatasnya ruang untuk mengembangkan inovasi dalam proses pembelajaran.

Pada sesi pertama, tim pengabdi melaksanakan psikotes talent mapping dan pelatihan work readiness bagi 370 siswa kelas XI. Psikotes bertujuan memetakan potensi dan bakat siswa sebagai dasar penyusunan arah karier yang lebih tepat, sekaligus menjadi referensi bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan layanan pendampingan. Sementara itu, pelatihan work readiness membekali siswa dengan keterampilan praktis, seperti penyusunan curriculum vitae (CV), teknik menghadapi wawancara kerja, serta pengembangan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri.
Memasuki sesi kedua, kegiatan difokuskan pada peningkatan kapasitas guru yang diikuti oleh 65 guru dari berbagai program keahlian. Pelatihan mengangkat dua tema utama, yaitu Jeda Sadar, yang memberikan strategi menjaga kesehatan fisik dan mental melalui kesadaran diri serta teknik relaksasi, dan Inovasi melalui Artificial Intelligence (AI) yang membekali guru dengan pemanfaatan teknologi AI untuk mengembangkan media, ide pembelajaran, dan inovasi dalam proses belajar mengajar.
Ketua tim pengabdi, Pundani Eki Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa pengabdian ini dirancang untuk membangun ekosistem sekolah yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru. “Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesiapan kerja siswa, tetapi juga mendorong guru menjadi lebih sehat secara psikologis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, program ini diharapkan mampu menciptakan budaya pembelajaran yang lebih inovatif, memperkuat layanan bimbingan karier, serta meningkatkan kesiapan lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan. Penguatan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Semarang dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi pendidik, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kesiapan kerja lulusan SMK, serta SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan guru sebagai garda terdepan pendidikan.



