Mahasiswa magang Program Nonformal Pendidikan (PNF) Universitas Negeri Semarang (UNNES) berperan aktif sebagai asisten instruktur dalam proses seleksi pelatihan APBD yang diselenggarakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Semarang. Seleksi di BLK Gayamsari mencakup program pelatihan barista, digital marketing, tata rias (merias wajah), serta pembuatan roti dan kue, sedangkan seleksi di BLK Mijen meliputi pelatihan desain grafis, tata rias (merias wajah), dan pembuatan roti dan kue. Prosedur seleksi dilaksanakan melalui tes tertulis dan wawancara bagi calon peserta yang berdomisili di Semarang sebagai langkah awal sebelum mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung pada 17 Juni s.d. 31 Juli 2026.

Kegiatan dilaksanakan di fasilitas BLK Kota Semarang dengan lokasi di Gayamsari dan Mijen. Peran mahasiswa magang meliputi: bantuan administrasi seleksi, fasilitasi sesi wawancara, pendampingan teknis pra‑tes, serta pendokumentasian hasil untuk tindak lanjut pelatihan. Pendampingan mahasiswa magang tidak hanya memperlancar proses seleksi, tetapi juga memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman lapangan dalam fasilitasi pelatihan vokasional serta memahami kebutuhan kompetensi peserta.
Tes tertulis difokuskan untuk mengukur kompetensi dasar dan kesiapan teknis sesuai bidang pelatihan, sementara wawancara menilai motivasi, kemampuan komunikasi, dan kecocokan peserta dengan tujuan program, sehingga peserta terpilih memiliki kesiapan yang maksimal untuk mengikuti pelatihan.

Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan SDGs, antara lain SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses pendidikan vokasional (upskilling), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan memperkuat peluang kerja dan kewirausahaan bagi peserta, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pemberdayaan komunitas lokal melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja.





