Semarang, 21 Juni 2026 – Kader Konservasi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (FEB UNNES) berkolaborasi dengan NGO Semarang Mangrove menyelenggarakan aksi lingkungan bertajuk “Go Green” melalui kegiatan penanaman mangrove di kawasan Pantai Tirang, Kota Semarang, pada Minggu (21/6). Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen FEB UNNES dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat budaya konservasi di kalangan mahasiswa.
Aksi penanaman mangrove diikuti oleh anggota Kader Konservasi FEB UNNES bersama relawan NGO Semarang Mangrove. Selain melakukan penanaman bibit mangrove, peserta juga mengikuti edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir, ancaman perubahan iklim, serta peran mangrove sebagai benteng alami dalam melindungi kawasan pantai dari abrasi dan banjir rob.
Pantai Tirang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu kawasan pesisir yang menghadapi tantangan ekologis, seperti abrasi, penurunan kualitas lingkungan, dan berkurangnya tutupan vegetasi mangrove. Oleh karena itu, rehabilitasi kawasan melalui penanaman mangrove menjadi langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim.
Ketua Kader Konservasi FEB UNNES menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan alam.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan mengenai isu lingkungan, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan melalui aksi konservasi yang berkelanjutan. Penanaman mangrove ini merupakan bentuk kontribusi nyata kami dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat alam,” ujarnya.
Selain penanaman mangrove, peserta memperoleh materi mengenai fungsi ekologis mangrove sebagai penyerap karbon (carbon sink), habitat berbagai jenis biota pesisir, penyaring alami pencemaran, serta pelindung garis pantai dari abrasi dan gelombang pasang. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bahwa konservasi mangrove tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.
Kolaborasi antara Kader Konservasi FEB UNNES dan NGO Semarang Mangrove menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan gerakan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Kemitraan ini menjadi sarana untuk memperluas edukasi lingkungan sekaligus membangun partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga sumber daya alam.
Kegiatan Go Green ini merupakan implementasi nyata Sustainable Development Goals (SDGs). Penanaman mangrove mendukung SDG 13 – Climate Action melalui upaya mitigasi perubahan iklim dengan meningkatkan penyerapan karbon dan memperkuat ketahanan kawasan pesisir. Kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 14 – Life Below Water melalui perlindungan ekosistem pesisir sebagai habitat berbagai biota laut, serta SDG 15 – Life on Land melalui rehabilitasi ekosistem dan pelestarian keanekaragaman hayati. Di sisi lain, kolaborasi antara FEB UNNES dan NGO Semarang Mangrove mencerminkan implementasi SDG 17 – Partnerships for the Goals, yaitu membangun kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, FEB UNNES menegaskan komitmennya sebagai fakultas yang mendukung visi UNNES sebagai Universitas Berwawasan Konservasi. Diharapkan aksi Go Green ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menumbuhkan kepedulian sivitas akademika terhadap pelestarian lingkungan, memperkuat budaya konservasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

