FEB UNNES Jalani Wawancara Penilaian Zona Integritas Menuju WBK, Perkuat Komitmen Tata Kelola Berintegritas dan Akuntabel

Universitas Negeri Semarang > FEB UNNES > Berita > FEB UNNES Jalani Wawancara Penilaian Zona Integritas Menuju WBK, Perkuat Komitmen Tata Kelola Berintegritas dan Akuntabel

Semarang, 18 Juni 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (FEB UNNES) mengikuti tahapan wawancara evaluasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang diselenggarakan oleh Tim Penilai Internal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Kamis, 18 Juni 2026 ini dihadiri oleh Dekan FEB UNNES, Prof. Dr. Amir Mahmud, M.Si., para Wakil Dekan, serta Tim Zona Integritas FEB UNNES.

Wawancara merupakan salah satu tahapan penting dalam proses evaluasi pembangunan Zona Integritas yang bertujuan menilai implementasi reformasi birokrasi, penguatan tata kelola, inovasi layanan, serta komitmen unit kerja dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Tahapan ini menjadi bagian dari mekanisme penilaian internal sebelum unit kerja yang memenuhi persyaratan diusulkan untuk memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Dalam sesi wawancara, pimpinan FEB UNNES memaparkan berbagai capaian pembangunan Zona Integritas yang telah diimplementasikan, meliputi penguatan manajemen perubahan, penataan tata laksana, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas pelayanan publik melalui berbagai inovasi layanan berbasis digital.

Dekan FEB UNNES, Prof. Dr. Amir Mahmud, M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan komitmen jangka panjang fakultas dalam mewujudkan tata kelola yang profesional, bersih, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Bagi FEB UNNES, Zona Integritas bukan sekadar memenuhi indikator penilaian, tetapi merupakan budaya kerja yang harus diwujudkan dalam setiap layanan. Kami terus berupaya membangun tata kelola yang akuntabel, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Prof. Amir Mahmud.

Tim penilai melakukan pendalaman terhadap implementasi enam area perubahan Zona Integritas, termasuk keberlanjutan inovasi layanan, efektivitas pengawasan, dampak reformasi birokrasi, serta komitmen pimpinan dalam membangun budaya integritas di lingkungan fakultas. Pendekatan ini sejalan dengan evaluasi Zona Integritas yang menitikberatkan pada implementasi nyata reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Keikutsertaan FEB UNNES dalam proses evaluasi ini mencerminkan komitmen fakultas untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan. Berbagai inovasi layanan, penguatan sistem pengawasan, transparansi informasi, serta pelayanan yang inklusif menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi.

Kegiatan ini juga merupakan implementasi nyata Sustainable Development Goal (SDG) 16 – Peace, Justice and Strong Institutions, yang menekankan pentingnya membangun institusi yang efektif, akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Melalui pembangunan Zona Integritas menuju WBK, FEB UNNES berupaya menghadirkan tata kelola yang menjunjung tinggi integritas, memperkuat akuntabilitas kinerja, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagai fondasi terciptanya institusi pendidikan tinggi yang profesional dan terpercaya.

Melalui proses evaluasi ini, FEB UNNES berharap dapat terus memperkuat budaya Berintegritas, Bersih, dan Melayani, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap reformasi birokrasi di lingkungan perguruan tinggi. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan fakultas yang unggul tidak hanya dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dalam tata kelola kelembagaan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

Leave a Reply

* Kode Akses Komentar:

* Tuliskan kode akses komentar diatas: