Semarang, 26 Juni 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Semarang (FEB UNNES) menyelenggarakan seminar kesehatan bertajuk “Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Reproduksi Wanita” sebagai bagian dari pertemuan rutin organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Soemitro Djojohadikoesoemo, Gedung L2 Lantai 2 FEB UNNES ini menghadirkan Tutuk Wijayantiningrum, S.Tr.Keb., Bdn., M.Kes., Kepala Puskesmas Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, sebagai narasumber.
Seminar ini menjadi wujud komitmen DWP FEB UNNES dalam meningkatkan kapasitas perempuan melalui edukasi kesehatan. Dengan mengangkat isu kesehatan reproduksi, kegiatan ini bertujuan membekali perempuan dengan pengetahuan yang memadai agar mampu menjaga kesehatan diri, mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.
Dalam paparannya, Tutuk Wijayantiningrum menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi merupakan hak dasar setiap perempuan yang perlu dijaga melalui pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta deteksi dini terhadap berbagai gangguan reproduksi. Menurutnya, semakin dini suatu gangguan diketahui, semakin besar peluang untuk memperoleh penanganan yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup perempuan.
“Perempuan yang memiliki pengetahuan tentang kesehatan reproduksi akan lebih percaya diri dalam menjaga kesehatannya, mampu melindungi dirinya dari berbagai risiko penyakit, serta menjadi agen edukasi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai isu, mulai dari pencegahan kanker serviks, pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala, pola hidup sehat, hingga upaya menjaga kesehatan reproduksi pada setiap tahap kehidupan perempuan.
Ketua Dharma Wanita Persatuan FEB UNNES menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari program pemberdayaan perempuan yang secara konsisten dilaksanakan DWP FEB UNNES. Menurutnya, perempuan yang sehat merupakan fondasi bagi lahirnya keluarga yang sejahtera dan masyarakat yang berkualitas.
“Pemberdayaan perempuan tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan, tetapi juga melalui peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan. Perempuan yang sehat akan lebih mampu berkontribusi dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini secara langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 5 – Gender Equality (Kesetaraan Gender), khususnya dalam meningkatkan akses perempuan terhadap informasi, edukasi, dan layanan kesehatan yang berkualitas. Peningkatan literasi kesehatan reproduksi merupakan salah satu bentuk pemberdayaan perempuan agar mampu mengambil keputusan yang tepat mengenai kesehatan dirinya, meningkatkan kemandirian, serta memperkuat perannya dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan keluarga.
Selain itu, seminar ini juga berkontribusi terhadap SDG 3 – Good Health and Well-being melalui promosi kesehatan dan upaya preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan perempuan. Dengan meningkatnya pemahaman mengenai deteksi dini gangguan kesehatan reproduksi, diharapkan angka risiko penyakit dapat ditekan sehingga perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.
Melalui kegiatan ini, DWP FEB UNNES menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang mendukung pemberdayaan perempuan secara holistik. Edukasi kesehatan, peningkatan kapasitas, dan penguatan peran perempuan menjadi bagian penting dari kontribusi FEB UNNES dalam mewujudkan kesetaraan gender, meningkatkan kualitas hidup perempuan, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di tingkat lokal maupun global.

