
BIOGRAFI SINGKAT PROF. DRS. WURYANTO
Rektor Pertama IKIP Semarang (Sekarang Universitas Negeri Semarang/UNNES)
Prof. Drs. Wuryanto adalah sosok teladan sekaligus tonggak sejarah bagi perjalanan pendidikan tinggi di Jawa Tengah, khususnya bagi Universitas Negeri Semarang (UNNES). Beliau menjabat sebagai Rektor Pertama IKIP Semarang pada periode 1967 hingga 1977, menerima estafet kepemimpinan dari Dewan Presidium yang membidani kelahiran kampus konservasi tersebut.
Profil Pribadi, Silsilah, dan Keluarga
- Nama Lengkap: Prof. Drs. Wuryanto
- Nama Orang Tua: Taru Sasmito
- Saudara Kandung: 1. Ibu Wurjani 2. Bapak Wurjono
- Tempat, Tanggal Lahir: Surakarta (Solo), 19 Maret 1927
- Alamat Kediaman Historis: Jl. Singosari II No. 2, Wonodri, Semarang Timur (kediaman semasa hidup beliau di Semarang)
- Wafat: Semarang, Sabtu, 14 Juni 2008 (pada usia 81 tahun)
- Tempat Peristirahatan Terakhir: Astana Bibis Luhur, Surakarta (Solo)
Kehidupan Pernikahan dan Keluarga Besar
Dalam mengarungi bahtera rumah tangga, Prof. Drs. Wuryanto menikah dengan:
- Ibu Rustamsrini (meninggal dunia pada tahun 1995)
Ibu Rustamsrini merupakan putri dari pasangan luhur Bapak Rng. Wiryosarono dan Ibu Rngt. Hamini.
- Ibu Suprapti (adik kandung nomor 4 dari Ibu Rustamsrini, yang dinikahi oleh Prof. Drs. Wuryanto tiga tahun setelah berpulangnya Ibu Rustamsrini, yaitu pada tahun 1998).
Hubungan Kekerabatan dan Narahubung Saat Ini
Untuk menjaga silaturahim dan komunikasi kesejarahan yang valid antara Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan keluarga besar ahli waris, saat ini yang menjadi narahubung resmi dari pihak keluarga besar Prof. Drs. Wuryanto adalah Ibu Tuti Wisnu (adik kandung Ibu Rustamsrini nomor 7).
Putra-Putri Angkat
Meskipun dari pernikahan tersebut beliau tidak dikaruniai anak kandung, kasih sayang dan jiwa kepengasuhan beliau yang luar biasa dicurahkan sepenuhnya kepada enam orang putra-putri yang beliau ambil sebagai anak angkat. Beliau mendidik mereka dengan limpahan kasih sayang, ketegasan, serta nilai-nilai luhur keagamaan dan budi pekerti Jawa yang kental.
Putra-putri angkat beliau adalah:
- DR. dr. Djoko Trihadi (Alm.)
- Retno Kumolo (Alm.)
- Gunawan Subari, S.H. (Alm.)
- Elita Sari (Alm.)
- Dyah Natali Paramarini
- Desi Candra Widyarani
Riwayat Pendidikan
Sebagai akademisi generasi awal yang tumbuh di masa pergolakan kemerdekaan Republik Indonesia, Prof. Drs. Wuryanto menempuh jalur pendidikan yang kokoh dan terarah demi membangun fondasi keilmuan bangsa:
- Sekolah Rakyat (SR): Menempuh pendidikan dasar di Surakarta (Solo) dan lulus pada tahun 1944 di masa pendudukan Jepang.
- Sekolah Menengah Umum bagian Atas (SMA) Negeri Yogyakarta: Melanjutkan pendidikan menengah atas di Kota Pelajar dan lulus pada tahun 1951.
- Pendidikan Tinggi (S1): Melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, mengambil spesialisasi pada Jurusan Sejarah, dan berhasil meraih gelar Sarjana (Doctorandus/Drs.) pada tahun 1963.
Riwayat Karier dan Jabatan
Kiprah Prof. Drs. Wuryanto di dunia birokrasi pendidikan dan kepemimpinan perguruan tinggi sangatlah panjang dan gemilang. Beliau dipercaya memegang berbagai posisi strategis di lingkup regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta:
- Pembantu Dekan III Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS) IKIP Yogyakarta (menjabat pada tahun 1964)
- Pembantu Rektor III IKIP Yogyakarta (menjabat pada tahun 1965)
- Penjabat (Pj.) Rektor IKIP Semarang (mulai mengemban amanah transisi kepemimpinan pada tahun 1966)
- Rektor Pertama IKIP Semarang (menjabat periode pertama dari tahun 1967)
- Penjabat (Pj.) Kepala Perwakilan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Provinsi Jawa Tengah (menjabat pada tahun 1971)
- Rektor IKIP Semarang (diangkat kembali untuk masa jabatan definitif berikutnya pada tahun 1972 hingga tahun 1977)
- Koordinator Kopertis Wilayah V Semarang (menjabat pada tahun 1977)
- Koordinator Kopertis Wilayah VI Semarang (menjabat pada tahun 1982 setelah restrukturisasi wilayah kerja Kopertis)
Karakter, Nilai Hidup, dan Nasihat Emas
Di mata keluarga besar, kolega, dan para mahasiswanya, Prof. Drs. Wuryanto meninggalkan warisan keteladanan yang sangat kuat melalui karakter pribadinya yang luar biasa:
- Sangat Disiplin: Ketepatan waktu, kedisiplinan dalam bertugas, dan tanggung jawab adalah prinsip utama yang selalu beliau pegang erat dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam memimpin universitas.
- Sederhana dan Bersahaja: Meskipun menyandang jabatan tertinggi sebagai Rektor pertama dan guru besar, beliau tetap tampil sebagai pribadi yang sangat sederhana, tidak bermegah-megahan, dan dekat dengan siapa saja.
- Menanamkan Rasa Hormat kepada Orang Tua: Beliau selalu menekankan kepada anak-anak dan mahasiswanya tentang pentingnya berbakti, menghormati, dan mencintai orang tua sebagai kunci utama meraih rida dan keberkahan hidup dari Tuhan Yang Maha Esa.
Nasihat Khusus (Golden Words)
Sepanjang hayatnya, beliau memiliki sebuah nasihat emas yang selalu ditekankan dan diwariskan kepada anak-anak serta seluruh anak didiknya:
“UTAMAKAN PENDIDIKAN”
Bagi beliau, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah nasib bangsa, membentuk peradaban, dan mengangkat derajat kemanusiaan seseorang.
Cita-Cita, Jasa, dan Dedikasi Utama
Cita-cita luhur Prof. Drs. Wuryanto adalah melihat bangsa Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang cerdas, bermartabat, dan mandiri melalui jalur pendidikan. Cita-cita ini beliau ejawantahkan dalam pembangunan institusi IKIP Semarang (UNNES):
1. Penataan dan Pemantapan Kelembagaan Sebelum kepemimpinan beliau, institusi ini mengalami beberapa kali pergantian nama dan status—mulai dari Kursus B, menjadi FKIP Undip, hingga sempat menjadi IKIP Jogjakarta Cabang Semarang. Melalui tangan dingin dan visi kepemimpinan Prof. Wuryanto, nama dan status lembaga ini akhirnya dimapankan menjadi IKIP Negeri Semarang. Beliau merapikan struktur organisasi kampus agar bisa berjalan secara mandiri dan meletakkan fondasi institusi perguruan tinggi yang solid.
2. Perintis Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Saat pertama kali berdiri secara mandiri, IKIP Semarang baru memiliki lima fakultas. Prof. Wuryanto kemudian menggagas dan merintis pendirian fakultas baru di bidang olahraga. Berkat upaya panjangnya, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 22 Februari 1977, berdirilah Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK) yang saat ini bertransformasi menjadi Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), salah satu fakultas unggulan di UNNES saat ini.
Masa Pensiun dan Wafat
Berdasarkan catatan UPT Kearsipan UNNES, Prof. Wuryanto mengabdi di dunia akademik hingga beliau purna tugas (pensiun) pada tanggal 1 April 1992 dengan pangkat terakhir Pembina Utama (IV/e).
Prof. Wuryanto berpulang ke Rahmatullah pada hari Sabtu, 14 Juni 2008 di Semarang pada usia 81 tahun. Jasad beliau kemudian dimakamkan dengan khidmat di kompleks pemakaman keluarga Astana Bibis Luhur, Surakarta (Solo).
Tradisi Ziarah Dies Natalis UNNES
Asosiasi historis dan emosional yang kuat membuat ziarah ke makam Prof. Wuryanto di Surakarta telah menjadi tradisi wajib bagi Rektor dan jajaran Pimpinan UNNES setiap kali menyelenggarakan peringatan Dies Natalis kampus. Ziarah ini bukan sekadar ekspresi penghormatan (mikul dhuwur mendhem jero), melainkan sebuah komitmen spiritual dan kultural yang mendalam.
Hal ini sejalan dengan sebuah maqolah (kata mutiara) kebijaksanaan Timur Tengah yang berbunyi:
f{مَنْ لَيْسَ لَهُ أَرْضٌ لَيْسَ لَهُ تَارِيْخٌ، وَمَنْ لَيْسَ لَهُ تَارِيْخٌ لَيْسَ لَهُ ذَاكِرَةٌ
“Man laisa lahu ardun laisa lahu tarikhun, wa man laisa lahu tarikhun laisa lahu dzakiratun”
“Barangsiapa yang tidak memiliki tanah air (tempat berpijak), maka ia tidak memiliki sejarah. Dan barangsiapa yang tidak memiliki sejarah, maka ia tidak memiliki ingatan (identitas).”
Melalui tradisi ziarah ini, segenap pimpinan UNNES merawat ingatan kolektif atas fondasi perjuangan yang telah diletakkan oleh para pendahulu. Dengan mengingat sejarah, UNNES tidak akan kehilangan arah jati dirinya saat terus bergerak maju menembus peradaban dunia, memastikan setiap pergerakan yang dilakukan senantiasa melahirkan dampak kemanfaatan yang abadi bagi umat dan bangsa.
Dr. Baidhowi
Dosen fakultas Hukum
Koordinator Ziarah dan Silaturrahim UNNES tahun 2026
