Bangunan, Cinta, dan Maknanya
Oleh Agung Kuswantoro
Yth. Rektor
Wakil Rektor 1, 2, 3, dan 4
Sekretaris Universitas
Ketua LPPM dan LPPP beserta sekretaris
Direktur pada 4 Direktorat (DPK, DUSDM, DAAKK, dan DSIH)
Ketua SPI
Ketua BOAB
Kepala UPT Perpusatakaan
Kepala Kantor dan Sekretaris (KPP, KUI, KPM, KH)
Kasubdik
Kasi
Bapak Ibu Tendik
Mahasiswa Magang
Siswa Magang
Dan Seluruh Peserta Apel
Salah satu koleksi arsip UNNES adalah arsip kartografi. Ciri arsip ini adalah bentuknya, grafis. Contohnya: peta dan desain bangunan. Tercatat ada total: 65 arsip kartografi. Dimulai tahun 1977.
Dari total 65 arsip kartografi, ada 4 bangunan pada era Rektor I (Prof. Wuryanto: Rektor IKIP Semarang tahun 1967 – 1977/10 tahun menjabat). Drs. Hari Mulyono dengan masa jabatan (10 tahun/Rektor IKIP Semarang tahun 1977-1986), ada 10 bangunan. Prof Retmono (Rektor IKIP Semarang tahun 1986-1994) atau 8 tahun menjabat, ada 24 bangunan. Prof. Rasdi Eko Siswoyo (Rektor IKIP Semarang dan UNNES tahun 1994-2002) atau 8 tahun masa menjabat ada 27 bangunan. Terbanyak Prof. Rasdi, yaitu sejumlah 27 bangunan. Untuk Prof. AT Soegito, Prof. Sudiono, Prof. Fathur, dan Prof. Martono data masih proses karena belum ada di kami. Berikut rincian dalam tabel:
| No. | Nama Rektor | Tahun Menjabat | Jumlah Pembangunan | Lokasi Simpan | Jenis | Keterangan |
| Mochtar (Ketua Presidium IKIP Semarang) | 1965 – 1966 | – | – | Tidak Ada Datanya | Tidak Ada Datanya | |
| Moenadi (Ketua Presidium IKIP Semarang) | 1966 – 1967 | – | – | Tidak Ada Datanya | Tidak Ada Datanya | |
| Wuryanto (Rektor IKIP Semarang) | 1967 – 1977 | 4 | Ruang Kartografi UPT Kearsipan | Blue Print | Tekstual | |
| Hari Mulyono (Rektor IKIP Semarang) | 1977 – 1986 | 10 | Ruang Kartografi UPT Kearsipan | Blue Print | Tekstual | |
| Retmono (Rektor IKIP Semarang) | 1986 – 1994 | 24 | Ruang Kartografi UPT Kearsipa | Blue Print | Tekstual | |
| Rasdi Eko Siswoyo (Rektor IKIP/UNNES Semarang) | 1994 – 2002 | 27 | Ruang Kartografi UPT Kearsipan | Blue Print | Tekstual | |
| Ari Tri Soegito (Rektor UNNES) | 2002 – 2006 | – | – | – | Belum ada Datanya | |
| Sudijono Sastroatmojo (Rektor UNNES) | 2006 – 2013 | – | – | – | Belum Ada Datanya | |
| Fathur Rokhman (Rektor UNNES) | 2014 – 2021 | – | – | – | Belum Ada Datanya | |
| Martono | 2022 – Sekarang | – | – | – | Belum Ada Datanya |
Sumber: Data Arsip UNNES yang Diolah (2026)
Makna Bangunan
Dalam literatur menyebutkan simbol ilmu, teknologi, peradaban, kekuasaan, dan cinta. Bangunan sebagai simbol cinta, jarang disampaikan. Secara umum di Indonesia ada Borobudur, bangunan yang fenomenal diakui 7 keajaiban dunia, bersama dengan tembok besar di Cina yang dibangun selama 2000 – 2.300 tahun dengan melibatkan 9 dinasti.
Contoh bangunan yang dibangun berdasarkan cinta adalah Taj Mahal. Dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan sebagai bangunan makam untuk istrinya, Mumtaz Mahal. Sebagai bentuk penghormatan dan cinta abadi Shah Jahan, setelah Mumtaz Mahal/istrinya meninggal dunia. Setelah melahirkan anak ke-14. Inspirasinya berupa surga dunia (aliran air yang memiliki sungai surga).
Bangunan Rektorat Sekaran
Untuk Pembangunan Gedung Rektorat sendiri dibangun pada tahun 1996-1997 (pada masa Prof. Rasdi) dengan 35 % dari 6.612 m2 tahap I seluas 2.315 m2. Lalu, muncul pertanyaan: saat pembangunan rektorat pada tahun 1996, dimana rektorat yang ada di Sekaran ini? Jawabnya, ada di Gedung A1 (Gedung yang menghadap ke timur). Itulah rektorat pertama).
Nah, bagaimana dengan bangunan saat ini? Silakan cermati sendiri, karena barangnya ada. Gedung Pendidikan dan labolatorium menjulang tinggi dengan lantai 8 atau 9 mulai dari FMIPA, FBS, FEB, FH, PGSD, FT, dan nyusul FK dan FIPP. Semata-mata pak Rektor karena cinta kepada UNNES, seperti kisah Mughal Shah – Mumtaz Mahal. Pak Rektor pasti: kurang tidur, kurang istirahat, sibuk ke sana ke sini. Karena memikirkan penyelesaian bangunan. Itulah cinta Rektor ke UNNES melalui bangunan. Oleh karenanya, mari kita jaga, segala sesuatunya kita rawat, agar kita bisa menikmati, termasuk penerus kita.
Penutup
Ada maqolah yang berbunyi: “kullu binai yahtaju ila asasin”, artinya: setiap bangunan membutuhkan fondasi. Maknanya: jika ingin sukses, pondasinya ilmu dan disiplin; jika ingin rumah tangga harmonis, maka butuh tanggungjawab dan setia; jika ingin dipercaya, maka jaga integritas.
Ditulis di Pemalang, 13 Mei 2026 jam 05.30 dan 18.30 Wib.
