Universitas Negeri Semarang (UNNES) menjadi salah satu pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 dengan menerapkan sistem pengawasan ketat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemutusan jaringan komunikasi di sekitar lokasi ujian guna mencegah potensi kecurangan.
UTBK di UNNES digelar selama sepekan penuh, mulai 21 hingga 27 April 2026. Dalam periode tersebut, ujian dibagi menjadi dua sesi setiap hari, sehingga total terdapat 14 sesi pelaksanaan. Sebanyak 14.191 peserta mengikuti UTBK di UNNES dengan dukungan kapasitas 1.014 unit komputer yang tersebar di berbagai ruang ujian.
Kepala Humas UNNES, Surahmat, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemeriksaan langsung oleh pengawas serta penggunaan alat pendukung.
“Pemeriksaan dilakukan secara ketat oleh pengawas. Selain itu, kami juga menggunakan metal detector untuk memastikan tidak ada perangkat mencurigakan yang dibawa peserta,” jelasnya saat diwawancarai di Gedung Digital Center, UNNES, Senin (20/4/2026).
Selain pemeriksaan langsung, panitia juga mengambil langkah tegas dengan memutus jaringan komunikasi di sekitar lokasi ujian melalui kerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi.
“Langkah ini diambil untuk mencegah kemungkinan komunikasi dengan pihak luar yang dapat memicu kecurangan. Kami mengupayakan seminimal mungkin adanya praktik kecurangan, karena kami bekerja sama dengan supervisi pemerintah,” tambahnya.
Pihak kampus juga telah mengimbau peserta untuk mengecek lokasi ujian sehari sebelum pelaksanaan. Namun, peserta hanya diperbolehkan melihat area luar gedung sebagai bagian dari sosialisasi lokasi UTBK.
Sementara itu, toleransi keterlambatan peserta mengikuti aturan yang ditetapkan secara nasional.
“Toleransi keterlambatan mengikuti aturan yang ditetapkan secara nasional. Jika peserta datang setelah ujian dimulai, maka tidak diperkenankan mengikuti ujian dan otomatis dinyatakan gugur,” tutupnya. (Satria)




